Sejarah Wigan Athletic FC

Wigan Athletic FC dalam sejarah berdiri pada tahun 1932. Klub sepak bola profesional Liga Inggris ini berbasis di Wigan, Greater Manchester. Julukan klub adalah the Latics. Ini Merupakan upaya kelima untuk menciptakan klub sepak bola profesional lokal setelah runtuhnya Wigan County, Wigan United, Wigan Town dan Wigan Borough. Namun, mereka belum mampu bersaing di Liga Inggris secara resmi. Klub juga telah melakukan banyak upaya untuk Lolos ke Football League, tetapi mereka gagal mendapatkan satu suara pun.

Wigan Athletic, baru menjadi anggota Football League sejak tahun 1978. Hasil terbaik mereka, berada pada  posisi kesepuluh di divisi teratas pada era Liga Premier Inggris pada musim 2006-07. Selain itu, prestasi terbesar mereka adalah meraih juara  Piala FA di Musim 2012-13 setelah secara mengejutkan mengalahkan Favorit juara Manchester City di final.

Sejak 2005, Wigan telah berkompetisi di Liga Premier Inggris, tingkat tertinggi sepak bola Liga Inggris.Pada musim 2012–13, Wigan Athletic menjadi klub termuda di Liga Premier Inggris. Hal itu merupakan satu-satunya perjalanan mereka di papan atas Liga Inggris dalam sejarah klub Wigan Athletic. Mereka bermarkas di DW Stadium sejak tahun 1999, berbagi stadion dengan klub liga rugby, yaitu Wigan Warriors. Klub sebelumnya bermain di Springfield Park selama 67 musim.

Sejarah Awal Berdiri Wigan Athletic FC

Wigan Athletic terbentuk pada tahun 1932, menyusul setelah pembubaran Wigan Borough musim sebelumnya. Sebelum Wigan Athletic terbentuk telah ada beberapa klub sepak bola Inggris lainnya yang sudah berdiri. Seperti Wigan County, Wigan Town, Wigan United dan Wigan Borough.

Klub harus berjuang keras untuk menembus Football League. Mereka harus menunggu beberapa dekade setelah pendiriannya untuk bisa berkompetisi di Liga tersebut. Wigan hanya bisa berkompetisi di Divisi bawah Non Football League dalam waktu yang sangat lama.

Wigan berkompetisi di beberapa Liga Amatir diantaranya, Liga Cheshire mereka menjadi juara tiga kali berturut turut Pada musim 1933-36 dan Piala Junior Lancashire. Setelah Perang Dunia II, Wigan masih belum bisa memenangkan pemilihan untuk menjadi anggota EFL. Klub bergabung dengan Liga Lancashire Combination dan memenangkan liga di musim pertama mereka.

Pada musim 1950-51, Wigan hampir memenangkan pemilihan untuk Football League, akan tetapi, mereka kalah tipis dari Scunthorpe United FC. Tahun 1961, klub berkompetisi di Cheshire County League. Kemudian, pada musim 1968, Wigan Athletic menjadi anggota pendiri Liga Premier Utara atau UniBond yang dikenal sejak 1994. Bahkan, setelah 34 kali upaya pemilihan yang gagal, Wigan memilih untuk berkompetisi di Divisi II Liga Skotlandia pada musim 1972 untuk bergabung dengan Divisi Kedua Liga Skotlandia .

Wigan Athletics Menjadi Anggota EFL

Pada Akhirnya Wigan Athletic terpilih ke Football League pada musim 1977-78. Setelah bersaing dengan Southport dalam pemungutan suara yang menegangkan. Wigan unggul suara 29-10 dari Southport dan berhak menjadi Klub Profesional Liga Ingris pada tanggal 2 Juni 1978.

Di musim pertama klub Liga sepak bola, selesai di tempat keenam, hanya  berbeda enam poin dari jatah promosi. Mereka memperoleh promosi Liga Sepakbola pertama mereka di bawah pelatih mantan pemain Liverpool Larry Lloyd pada musim 1981-82. Klub Wigan mulai berkompetisi di Football League setelah finis ketiga di Divisi IV atau Football League II pada musim tersebut.

Musim 1985-86, Klub akhirnya finis di posisi keempat, rekor peringkat tertinggi klub saat itu yang akan bertahan selama 17 musim hingga 2002-03. Wigan menyelesaikan musim hanya satu poin di luar tempat promosi di musim terakhir sebelum Football League memperkenalkan sistem play-off untuk promosi dan degradasi. Pada musim 1986-87, Klub kembali menempati Peringkat 4. Tetapi kali ini Sistem Play=Off Promosi Degradasi sudah berlaku. Klub pun mendapat  kesempatan untuk bersaing memperebutkan tempat promosi terakhir dalam sistem play-off yang baru. Dalam dua musim pertama, sistem play-off berisi tim yang finis ke-3, ke-4 dan ke-5 bergabung dengan tim yang finis ke-20 di divisi di atasnya. Kemudian, Aturan ini diubah menjadi tim yang finis ke-3, 4, 5 dan 6 pada musim 1988–89. Tetapi, The Latics kalah di babak semifinal dua leg dari Swindon, yang kemudian memenangkan tempat promosi terakhir.

Selama lima musim berikutnya, mereka hanya berada di papan tengah klasemen. Sampai mereka harus terdegradasi untuk pertama dan satu-satunya dalam sejarah Liga klub pada musim 1992-93. Karena, Wigan Athletic selesai di tempat ke-23 Klasemen Akhir.

Ambisi Wigan Athletic ke Papan Atas Liga

Pada bulan Februari 1995, jutawan lokal dan pemilik JJB Sports Dave Whelan membeli klub. Dia berambisi untuk membawa Wigan menembus Liga Premier Inggris saat itu. Banyak yang mengejek ambisinya tetapi, Ambisinya menjadi kenyataan, karena hanya sepuluh musim kemudian Wigan Athletic bermain di Liga Premier Inggris.

Pada akhir musim pertama Whelan sebagai Ketua, Wigan Athletic selesai di posisi 14 di Divisi III. Whelan dan Wigan Athletic menjadi berita utama di musim panas 1995 ketika koneksi bisnis Whelan di Spanyol membantunya menarik tiga orang Spanyol ke klub. Mereka adalah Roberto Martínez , Isidro Diaz, dan Jesus Seba yang kemudian dikenal sebagai ‘The Three Amigos’.

Wigan dan The Three Amigos

‘The Three Amigos’ bergabung di klub oleh John Deehan, yang menggantikan Graham Barrow sebagai manajer selama musim 1995-96. Wigan Athletic menjadi juara Divisi III pada hari terakhir musim. Rekor klub pun tercipta setelah Graeme Jones mencetak 31 gol liga untuk musim 1995-96. Setelah finis di papan tengah di Divisi II, musim berikutnya Deehan berhenti untuk menjadi asisten Steve Bruce di Sheffield United. Lalu, Ray Mathias menggantikan dia, yang kembali untuk tugas ketiga kalinya sebagai manajer Wigan Athletic. Tim Mathias memenangkan trofi kedua Wigan Athletic, ketika The Latics mengalahkan Millwall 1-0 untuk memenangkan AutoWindscreens Shield di Wembley pada April 1999. Lebih penting lagi, ia membawa Wigan Athletic ke play-off Divisi II pada 1999, tetapi kalah secara agregat oleh Manchester City. Hal ini pada akhirnya membuat Mathias kehilangan pekerjaannya.

Penggantinya John Benson memimpin Wigan Musim 1999-2000. Tetapi berakhir dengan kegagalan lagi di Wembley saat Wigan Athletic kalah 3-2 setelah perpanjangan waktu dari Gillingham di Final play-off Divisi II. Kemudian, mantan manajer Arsenal Bruce Rioch menjadi manajer Wigan untuk musim 2000-01 dan Benson kembali ke posnya sebagai direktur klub. Tetapi, Rioch hanya bertahan sampai pada Februari 2001, karena penampilan Klub tidak mengesankan. Untuk sementara Colin Greenall datang menggantikannya, sebelum penunjukan mengejutkan Steve Bruce sebagai manajer untuk delapan pertandingan terakhir musim. Kedatangannya membawa semangat baru untuk penampilan Wigan Athletic, tetapi klub akhirnya kalah di babak play-off untuk ketiga kalinya berturut-turut, kali ini kalah oleh Reading.

Wigan Athletic Mulai Bangkit

Pada musim panas 2001, manajer muda mantan penyerang Wigan Paul Jewell, mengambil alih sebagai manajer setelah dia gagal di Sheffield Wednesday. Musim pertamanya berakhir mengecewakan, termasuk kekalahan memalukan dari Canvey Island anggota non-liga di babak pertama Piala FA. Meskipun klub akhirnya selesai di papan tengah Klasemen. Musim kedua Jewel jauh lebih sukses. Wigan Athletic melaju ke perempat final Piala Liga Inggris, mengalahkan lawan anggota Liga Premier Inggris West Brom, Manchester City dan Fulham dalam perjalanannya. Mereka juga memenangkan kejuaraan Divisi II musim 2002–03 dengan total poin 100. Wigan Athletic pun mengamankan promosi ke tingkat kedua atau Divisi I Liga Sepak Bola Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Setelah aman dari degradasi di musim pertamanya Di Divisi Championship. Wigan menjadi lebih baik dari 2003–04 dengan tetap tak terkalahkan selama 17 pertandingan pertama musim 2004–05. Bersama Sunderland dan Ipswich, Wigan tetap dalam perburuan promosi sepanjang musim. Pada hari terakhir musim, Sunderland telah memenangkan gelar dan Wigan membutuhkan setidaknya hasil imbang saat melawan Reading. Reading juga perlu menang untuk finis di tempat keenam. Sebuah kemenangan 3-1 di depan fans tuan rumah mereka di Stadion JJB, Wigan mendapatkan promosi ke divisi teratas sepak bola Inggris untuk pertama kalinya dalam 73 musim sejarah mereka.

Pada musim debutnya 2005-06 di Liga Premier Inggris, mereka berhasil mencapai final Piala Liga Inggris untuk pertama kalinya. Setelah mengalahkan Arsenal dengan gol tandang di semi-final. Namun Di final, Wigan kalah 4-0 oleh tetangga dekat mereka, Manchester United. Wigan akhirnya menyelesaikan musim di tempat 10, yang tetap menempatkan klub di kasta tertinggi Liga Inggris.

Sejarah Wigan Athletic di Liga Premier Inggris

Musim selanjutnya 2006-07 Mereka tampil mengecewakan setelah Finis di Posisi 15 Klasemen Liga Inggris dan berjuang sampai pada pertandingan terakhir kompetisi. Pada hari terakhir musim tersebut, Wigan berjuang untuk menang tandang 2-1 melawan Sheffield United, untuk mengamankan status mereka di Liga Premier Inggris dan menurunkan Sheffield United ke Liga Championship. Paul Jewel secara tak terduga mengundurkan diri sebagai manajer pada akhir musim, asistennya Chris Hutchings menjadi penggantinya.

DI bawah Chris Hutching Musim 2007-08 Wigan malah semakin terpuruk setelah hampir terdegradasi karena finis di posisi 17 Klasemen Liga Inggris. Dia pun akhirnya dipecat Klub. Mantan bek Manchester United Steve Bruce datang menggantikan Hutchings. Bruce baru saja mengundurkan diri sebagai manajer Birmingham City  dan mencoba mempertahankan Wigan di Liga Premier. Klub pun nyaman berada di posisi 14 musim 2007-08 dan masih bertahan di Liga Premier Inggris.

Musim Selanjutnya 2008-09, Wigan menyelesaikan musim di tempat ke-11 dengan 45 poin, finis terbaik kedua mereka di Liga Premier Inggris.  Steve Bruce pun pergi meninggalkan Klub pada akhir musim

Gelar Pertama Wigan Athletic

Wigan menunjuk Roberto Martínez, yang saat itu menjadi manajer Swansea City. Dia sebelumnya pernah bermain untuk Wigan dari tahun 1995-2001. Musim 2009-10 di warnai dengan kekalahan terbesar mereka di Liga. Pada tanggal 22 November 2009, Tottenham Hotspurs mengalahkan Wigan 9-1 di White Hart Lane dengan 8 gol Tottenham datang di babak kedua. Ini adalah pertama kalinya klub Liga Premier Inggris kebobolan sembilan gol sejak Manchester United mengalahkan Ipswich 9-0 di Old Trafford pada musim 1995. Kekalahan itu merupakan rekor klub untuk Wigan dalam 31 musim keberadaannya sebagai Anggota EFL. Beruntung Klub masih selamat dari degradasi di musim tersebut.

Pada musim 2010-11, Wigan berhasil mempertahankan status Liga Premier mereka pada hari terakhir musim, mengalahkan Stoke City di Stadion Britannia berkat gol dari Hugo Rodallega. Pada 20 Februari 2012, klub mengumumkan kerugian finansial sebesar £7,2 juta. Walaupun demikian klub masih bisa mengamankan status Liga Premier mereka dan mengirim Blackburn Rovers Ke Divisi Championship dengan kemenangan 1-0 di Ewood Park.

Wigan Athletic sepertinya tak akan melupakan musim 2012-13 selamanya dalam sejarah mereka. Karena Wigan berhasil menjadi Juara Piala FA yang merupakan Gelar Pertama mereka dan satu-satunya dalam sejarah mereka. Akan tetapi, Wigan juga harus menerima kenyataan setelah pada musim yang sama mereka harus terdegradasi ke Divisi Championship.

Musim Selanjutnya Wigan belum mampu untuk kembali ke Liga Premier Inggris. Merek Justru kembali terdegradasi ke Football League I dan hanya menjadi Tim Yo-yo antara Football League Championship dan Football League I. Musim 2021-22 mereka sudah pasti Promosi ke Divisi Championship untuk musim depan. Setelah mereka menjadi Juara Divisi tersebut.

Info Dasar

Berdiri : 1932

Negara : Inggris

Kota : Wigan

Stadion

Springfield Park (1932-1999)

Stadion JJB (1999-2009)

Stadion DW (2009 – Sampai sekarang)

Prestasi

Piala FA : 1

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: