Sejarah Portsmouth AFC

Sedikit pembahasan tentang Sejarah Portsmouth AFC. Portsmouth Association Football Club adalah klub sepak bola Liga Inggris yang berasal dari Portsmouth, Hampshire. Portsmouth pertama kali dalam sejarah menjadi anggota Football League pada musim 1920. Klub ini telah memenangkan divisi teratas di Inggris pada dua kesempatan (1949 dan 1950). Mereka juga telah memenangkan Piala FA dua kali (1939 dan 2008). Pada musim 2000-an, klub hampir bangkrut, tetapi secara ekonomi diselamatkan ketika pengusaha Rusia Vladimir Antonov mengambil alih klub pada musim 2011. Dua pemain paling terkenal di tim selama bermusim-musim adalah Jermain Defoe dan Peter Crouch. Pertsmouth mempunyai persaingan Lokal dengan Royal Artileri tetapi Klub tersebut telah bubar.

Portsmouth adalah satu-satunya klub sepak bola profesional Inggris yang tidak terletak di daratan Inggris Raya, karena klub dan kota Portsmouth sama-sama dibangun di Pulau Portsea. Portsmouth juga merupakan salah satu dari hanya dua klub sepak bola Inggris (bersama dengan Wolverhampton Wanderers) yang pernah menjadi juara lima divisi profesional termasuk bekas kejuaraan Divisi Selatan Liga Sepak Bola regional pada musim 1923–24.

Sejarah Portsmouth Berdiri

Portsmouth AFC berdiri pada musim 1898. Frank Brettell menjadi manajer pertama klub. Portsmouth  pertama kali terbentuk sebagai tim amatir yang berdiri pada musim 1883 oleh arsitek terkenal Portsmouth, yaitu Arthur Edward Cogswell. Menurut beberapa sejarah Pemain Portsmouth AFC yang paling terkenal adalah Sir Arthur Conan Doyle, yang merupakan penulis dari cerita Sherlock Holmes. Portsmouth AFC kemudian bubar pada musim 1896.

Dua musim kemudian Portsmouth berdiri tepatnya pada musim 1898 oleh John Brickwood, pemilik tempat pembuatan bir lokal Mitos yang umum adalah bahwa penjaga gawang pertama klub adalah Sir Arthur Conan Doyle. Sedangkan penjaga gawang pertama di era profesional mereka adalah Matt Reilly, yang sebelumnya bermain untuk klub Royal Srtileri yang telah bubar.

Portsmouth Dan Stadion tempat mereka bertanding

Pada musim 1899, mereka mengembangkan sebidang tanah bekas pertanian dekat Goldsmith Avenue, Milton, Portsmouth untuk menjadi lapangan sepak bola baru mereka. Lapangan sepak bola baru tersebut akan diberi nama Fratton Park karena terletak di dekat stasiun kereta api Fratton yang nyaman.

Portsmouth mencoba mendaftarkan mereka langsung ke Divisi Pertama Liga Selatan dan langsung diterima. Klub pun bergabung dengan Divisi Satu Liga Sepakbola Selatan untuk musim 1899-1900. Pertandingan pertama mereka di Liga Selatan melawan Chatham Town di Maidstone Road. Pada hari Sabtu 2 September 1899, pertandingan berakhir dengan kemenangan Portsmouth dengan skor 1-0. Harold Clarke menjadi pencetak gol pertama Portsmouth untuk pertandingan kompetitif  pertama mereka. Pertandingan kandang Liga Selatan pertama Portsmouth terjadi pada Sabtu 9 September, dengan kemenangan 2-0 melawan Reading FC.

Musim pertama Portsmouth 1899-1900 di Divisi Satu Liga Sepak Bola Selatan cukup berhasil. Klub memenangkan 20 dari 28 pertandingan liga dan membuat mereka menjadi runner-up di bawah sang juara, yaitu Tottenham Hotspurs. Dan berhak promosi ke Divisi I Southern Football League atau Divisi I Liga Selatan.

Sejarah Awal Kompetisi Resmi Portsmouth

Di musim pertamanya 1900–01 di kompetisi Southern Football League Division One, Portsmouth finis di tempat ketiga di belakang Bristol City dan Southampton yang teratas.

Musim 1901–02 atau musim berikutnya pemain Portsmouth Bob Blyth menjadi manajer kedua Portsmouth setelah menggantikan Frank Brettell yang pergi. Portsmouth pun memenangkan gelar juara Liga Sepak Bola Selatan 1901–02 . Namun, Portsmouth musim tersebut tidak ada promosi dan degradasi. Portsmouth memenangkan kejuaraan tersebut lagi musim selanjutnya.

Selama beberapa musim berkompetisi di Divisi I Liga Selatan penampilan Portsmouth sangat konsisten di papan atas Liga. Portsmouth musim 1910–11 yang mendapat malapetaka. Mereka hanya memenangkan 8 dari 38 pertandingan mereka dan terdegradasi. Manajer Richard Bonney kemudian dilepaskan. Kemudian, Sebuah krisis keuangan yang parah juga melanda Klub.

Kemudian Portsmouth merekrut Robert Brown dari Sheffield Wednesday sebagai manajer keempat mereka. Klub pun berhasil menempati posisi kedua di Divisi Dua Liga Sepak Bola Selatan musim 1911–12 di belakang Merthyr Town dan berhak promosi sebagai runner-up. Namun, terjadi lagi masalah dalam keuangan klub, dengan kerugian dan utang meningkat menjadi £ 10.000. Perusahaan asli kemudian dilikuidasi untuk menghapus hutang mereka dan pada 27 Juli 1912. Portsmouth Football Company Limited terbentuk sebagai perusahaan induk baru dari Portsmouth FC.

Musim Liga Sepak Bola Selatan 1912–13, Portsmouth sekarang berada di bawah kepemilikan baru, mengenakan warna kandang baru dari kemeja biru, celana pendek putih, dan stoking hitam.  Portsmouth menyelesaikan musim di posisi ke-11.

Sejarah Portsmouth di Football League

Musim 1919–20 kompetisi kembali bergulir setelah perang dunia I berakhir. Portsmouth berhasil memenangkan kejuaraan Liga Selatan untuk kedua kalinya setelah yang pertama kali terjadi pada musim 1901–02. Portsmouth kemudian terpilih ke Divisi Ketiga Liga Sepakbola atau Football League I sebagai anggota pendiri kompetisi tersebut. Ini merupakan yang pertama kali dalam Sejarah Portsmouth John McCartney menjadi manajer kelima Portsmouth pada 1 Mei 1920 setelah Robert Brown pergi untuk bergabung dengan Gillingham FC, yang juga anggota dari The Football League.

Pada musim 1920-21, mereka adalah salah satu klub yang memasuki kasta ketiga Liga Sepakbola yang baru terbentuk dan finis di posisi ke-12. Mereka memenangkan Divisi Ketiga Selatan untuk pertama kalinya pada musim 1924 untuk promosi ke Divisi Kedua. Musim debut Portsmouth di Divisi Kedua musim 1924–25 adalah musim yang sukses. Mereka finis di tempat keempat di belakang Derby County, Manchester United dan juara divisi Leicester City. Setelah menempati posisi kedua di Divisi Kedua musim 1926-27, Portsmouth FC  berpartisipasi di divisi teratas untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Musim tersebut juga mereka mendapatkan rekor klub baru. Yaitu kemenangan di kandang Fratton Park terbesar mereka dengan skor 9-1 atas Notts County dan masih menjadi rekor kemenangan kandang terbesar hingga saat ini.

Perjalanan Portsmouth di Piala FA

Manajer South Shields Jack Tinn bergabung dengan Portsmouth sebagai manajer baru pada 1 Mei 1927. Dia menggantikan John McCartney yang mengundurkan diri karena sakit. Musim debut Portsmouth di Divisi Pertama musim 1927-28 adalah perjuangan, menyelesaikan satu poin dan satu tempat di atas zona degradasi.

Musim 1928–29 berikutnya di Divisi Pertama, Portsmouth terpuruk. Mereka kalah 10–0 di Filbert Street dari Leicester City, yang menjadi sejarah rekor kekalahan tandang Portsmouth terbesar hingga saat ini. Meskipun kerepotan di Football League. Akan tetapi, musim itu juga Portsmouth mencapai Final Piala FA untuk pertama kalinya dalam sejarah, setelah kalah atas Bolton Wanderers di final. Portsmouth berhasil lolos lagi dari degradasi dan menyelesaikan satu tempat di atas zona degradasi.

Musim 1933-34, Portsmouth kembali mencapai final Piala FA untuk kedua kalinya. Setelah mengalahkan Manchester United, Bolton Wandereres, Leicester City dan Birmingham City dalam perjalanannya. Akan tetapi mereka kembali kalah di Final Piala FA, kali ini oleh Manchester City .

Setelah memantapkan diri di papan atas. Pada musim 1938-39, Portsmouth mencapai Final Piala FA untuk ketiga kalinya dengan manajer Jack Tinn. Ini memang keberuntungan ketiga kalinya, karena Portsmouth berhasil mengalahkan favorit juara Wolverhampton Wanderers dengan skor 4-1.

Portsmouth Pasca Perang Dunia II

Berakhirnya Perang Dunia II pada musim 1945 menyebabkan Portsmouth menyandang predikat sebagai pemegang trofi Piala FA untuk periode terlama tanpa henti, yaitu selama tujuh musim. Kompetisi Piala FA bergulir lagi musim 1945-46, tetapi Football League harus menunggu satu musim lagi untuk kembali bergulir. Portsmouth, sebagai tim Divisi Satu dan sebagai juara bertahan, mendapat undian melawan Birmingham City di putaran babak Ketiga. Tetapi mereka kalah dari Birmingham City dengan  agregat 1-0. Trofi Piala FA pun pindah ke Derby County yang menjadi pemenang pada musim tersebut. Football League akhirnya bergulir pada musim 1946–47. Portsmouth mengakhiri musim Divisi Pertama di tempat ke-12.

Sejarah Kejayaan Portsmouth AFC

Portsmouth asuhan Bob Jackson  menjadi tim pertama abad ke-20 yang memenangkan Double Winner Sepak Bola Liga Inggris dan Piala FA dalam sejarah. Dalam pertandingan perempat final Piala FA melawan Derby County pada 26 Februari 1949 yang dimenangkan Portsmouth 2-1 menjadi sejarah. Rekor kehadiran Fratton Park terbanyak  yaitu 51.385 penonton yang hadir dan masih bertahan dalam Sejarah Klub hingga saat ini. Portsmouth tersingkir 1-3 di semifinal Piala FA melawan Leicester City pada 26 Maret 1949 di Stadion Highbury. Namun Portsmouth menebusnya dengan mengklaim gelar Liga Sepakbola Inggris pada akhir musim 1948–49 dan Manchester United sebagai runner-up.

Portsmouth asuhan Bob Jackson mempertahankan gelar, dengan mengalahkan Aston Villa 5–1 pada hari terakhir musim 1949–50 berikutnya dan memenangkan gelar Liga Sepakbola lagi untuk musim kedua berturut-turut. Mereka unggul berdasarkan selisih gol dengan Wolverhampton Wanderers. Mereka menyelesaikan musim dengan masing-masing 53 poin dan hanya unggul satu poin dari tempat ketiga Sunderland dengan 52 poin. Portsmouth adalah satu dari hanya lima tim Inggris yang telah memenangkan gelar Liga papan atas berturut-turut sejak akhir Perang Dunia II.

Musim baru 1958-59 adalah musim Liga Sepakbola pertama dengan empat divisi nasional. Dua Divisi Regional III lama (Utara dan Selatan) direstrukturisasi dan diganti dengan dua divisi nasional baru. Yaitu, Divisi Ketiga dan Divisi Keempat. Pada akhir musim 1958–59, Portsmouth menempati posisi terbawah Divisi Pertama, mengakhiri 32 musim masa mereka di Divisi Pertama dan degradasi ke Divisi Kedua.

Portsmouth Kembali Turun Kasta

Menyusul finis di posisi terbawah pada musim Divisi Pertama 1958–59 sebelumnya, Portsmouth memulai musim 1959–60 dan Pada musim 1960-61. Portsmouth menempati posisi kedua dari terakhir di zona degradasi Divisi Kedua dan mereka terdegradasi lagi ke Divisi III, mantan juara Liga Inggris pertama yang melakukannya.

Di bawah manajer George Smith, Portsmouth berhasil promosi ke Divisi II untuk musim 1960-61 memiliki musim yang baik dan dipromosikan kembali ke Divisi Kedua setelah menjadi juara Divisi III.

Portsmouth bertahan di Divisi II sampai musim musim 1975–76. Mereka harus kembali ke Divisi II setelah menempati Posisi Buncit Klasemen Divisi II. Portsmouth juga harus terdegradasi lagi ke Divisi IV pada akhir musim Divisi III 1977-78 setelah  finis di posisi terbawah.

Portsmouth AFC Menuju Papan Atas kembali

Penampilan Portsmouth  mulai membaik dengan penunjukan Frank Burrows sebagai manajer pada musim 1979-80. Ketika itu, Portsmouth memenangkan lima pertandingan Divisi Empat pertama mereka  dan akhirnya promosi ke Divisi II setelah menyelesaikan musim di tempat ke-4 Divisi IV musim 1979–80 .

Pada awal musim Divisi III 1980–81 , Portsmouth memenangkan empat pertandingan liga pertama mereka secara berturut-turut  dan hampir memenangkan promosi kedua berturut-turut ke Divisi II, tetapi mereka gagal dan berakhir di tempat keenam.

Pada pertengahan musim Divisi I 1987–88 yang baru mereka jalani, klub kembali mengalami kesulitan keuangan. Akibatnya Portsmouth langsung kembali turun ke Divisi II karena Sanksi Administrasi. Musim 1992-93, Portsmouth gagal promosi ke Liga Premier FA yang baru terbentuk hanya karena mencetak satu gol lebih sedikit dari West Ham United.

Pada musim 2002–03, Harry Redknapp melatih Portsmouth dan membawa sejumlah pemain Liga Premier Inggris berpengalaman, seperti Steve Stone , Tim Sherwood dan Paul Merson  dan menggabungkan mereka dengan talenta muda yang sedang naik daun seperti Gary O’Neil, Matt Taylor dan Svetoslav Todorov. Poertsmouth berhasil Promosi setelah mengalahkan saingan promosi utama mereka yaitu, Leicester City. Striker Svetoslav Todorov mencetak 26 gol liga, yang membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Divisi Championship di akhir musim. Portsmouth dianugerahi trofi Kejuaraan Divisi Pertama Liga Sepakbola untuk ketiga kalinya, karena trofi juara Liga Sepakbola sebelumnya diturunkan statusnya pada musim 1992-93, karena pembentukan Liga Premier FA dan telah menjadi trofi tingkat kedua.

Penampilan Portsmouth di Liga Premier Inggris

Portsmouth mampu bertahan Selama tujuh musim di Liga Premier Inggris. Dalam debut FA Premier League musim 2003–04 , Portsmouth memiliki salah satu rekor kandang terbaik di Liga, tetapi penampilan tandang yang buruk membatasi mereka untuk finis di urutan ke-13. Seandainya Portsmouth mampu menyamai penampilan kandang mereka yang mengesankan dalam sejarah perjalanan mereka, maka finis di paruh atas atau bahkan tempat di Eropa dapat dicapai.

Setelah menghasilkan kejutan besar di awal musim ketika mereka mengalahkan Aston Villa 2-1 di pertandingan Liga Premier pertama musim ini, dan kemudian mengalahkan Bolton Wanderers 4-0 di Fratton Park dalam pertandingan ketiga mereka, Pompey menduduki puncak Klasemen Liga Inggris Sementara. Mereka kemudian nyaman di papan tengah separuh musim tersebut. Selama waktu itu mereka juga mencetak kemenangan 1-0 atas Liverpool dan memberikan kemenangan 6-1 di Fratton Park pada November 2003 di kandang mereka, yang menjadi kekalahan terbesar Leeds United di Liga Premier Inggris.

Setelah itu mereka melewati 11 pertandingan tanpa kemenangan dan mulai mendekati Zona Degradasi. Akan tetapi, Kemenangan tandang 2-1 atas Leeds United dan hasil imbang 1-1 di kandang melawan Fulham dalam dua pertandingan berikutnya menegaskan bahwa Portsmouth tidak akan terdegradasi dalam debut Liga Premier pertama mereka.

Keberhasilan Portsmouth di Piala FA

Pada tanggal 8 Maret 2008, Portsmouth mencapai semi-final Piala FA untuk pertama kalinya dalam 16 musim terakhir mreka, dengan kemenangan tandang 1-0 atas favorit juara Manchester United di perempat final dan kemenangan pertama mereka di Old Trafford sejak 1957. Kemuadian, kemenangan 1-0 atas West Brom di semi-final pada tanggal 5 April 2008. Portsmouth pun lolos ke final Piala FA pertama mereka pasca-perang Dunia II.

Pada 17 Mei 2008, Portsmouth memenangkan Piala FA setelah mengalahkan Cardiff City di Wembley dengan kemenangan 1-0 di partai final. Sehingga mereka mengamankan kualifikasi untuk Piala UEFA 2008–09 . Ini adalah pertama kalinya klub lolos ke kompetisi Eropa.

Permulaan Portsmouth AFC Krisis Keuangan

Portsmouth memulai musim 2008-09  dengan penampilan yang kurang baik. Termasuk saat mengalami kekalahan terberat mereka hingga saat ini di Liga Premier Inggris. Ketika mereka kalah 6-0 oleh Manchester City. Tetapi, mereka akhirnya selesai di tempat ke-14 unggul tujuh poin dari klub yang terdegradasi.

Pada awal musim 2008-09, beredar kabar bahwa Portsmouth menghadapi masalah keuangan yang berat, karena pengeluaran besar mereka sebelumnya. Setelah kepergian Redknapp banyak pemain kunci mulai pergi meninggalkan Portsmouth, seperti Lassana Diarra dan Jermain Defoe yang pergi pada bulan Januari. Pada Mei 2009, Sulaiman Al-Fahim mengambil alih kepemilikan klub. Namun, setelah pengambilalihan terjadi, mayoritas skuad harus dijual untuk menyeimbangkan keuangan mereka. Seperti Peter Crouch, Glen Johnson dan Sylvain Distin dijual untuk  pembiayaan klub yang besar.

Keuangan Klub tidak kunjung membaik, sehingga klub kembali berganti kepemilikan, kali ini oleh pengusaha dari Arab Saudi Ali Al-Faraj. Namun Al-Faraj tidak membawa apa yang telah dia janjikan. Dia tidak pernah menghadiri pertandingan Portsmouth dan lagi-lagi tidak membayar gaji tepat waktu selama bulan Desember, Januari dan Februari. Portsmouth juga dikeluarkan dengan perintah penutupan karena pajak yang belum dibayar. Pada akhirnya Klub juga harus terdegradasi setelah mendapatkan pengurangan 9 Poin di Liga Premier Inggris.

Setelah mereka terdegradasi dan berkompetisi di Liga Inggris Championship, Pihak Portsmouth mengeluarkan pernyataan bahwa Klub akan ditutup dan dilikuidasi oleh administrator. Akan tetapi kreditur Pompey, Alexandre Gaydamak, mengumumkan pada hari berikutnya bahwa dia telah mencapai kesepakatan yang dapat menyelamatkan masa depan mereka. Terungkap hanya beberapa jam kemudian bahwa Portsmouth akhirnya keluar dari administrasi dan telah dibeli oleh Inisiatif Olahraga Conver milik Vladamir Antonov. Masa depan klub tampak aman dan Portsmouth melanjutkan kompetisi dengan menyelesaikan Liga di posisi 16 dengan 58 poin.

Portsmouth Degradasi ke Liga Satu dan Dua

Portsmouth akan memulai musim 2012–13 dengan pengurangan poin 10 setelah Football League mengumumkan bahwa mereka bisa masuk ke League One dengan kontrol keuangan yang ketat oleh administrator.

Setelah beberapa tahun klub mengalamai masalah keuangan yang berat dan kritis. Sehingga membuat Portsmouth terdampar di Football League II musim 2014-15. Pengumuman bersejarah pun terjadi pada tanggal 29 September 2014, klub menyatakan bahwa mereka telah terbebas dari utang setelah membayar kembali semua kreditur dan tunggakan lainnya. Berita itu datang 18 bulan setelah PST mengambil alih klub.

Paul Cook memimpin Portsmouth ke tempat play-off  English Football League II di musim 2015–16 setelah menang tandang 2-0 atas Hartlepool United. Alkan tetapi mereka kalah dari Plymouth Argyle di semi-final.

Pada musim 2016–17, tim asuhan Paul Cook mengamankan promosi ke English Football League menjuadi juara kompetisi tersebut.

Portsmouth di Football League I Hingga Sekarang

Portsmouth memulai musim 2017–18 di League One dan mengakhiri musim Football League I di posisi 8 dengan 66 poin, kehilangan tempat play-off dengan selisih 5 poin dari Wigan Athletic.

Musim 2018-19 Portsmouth berakhir di urutan ke-4 dan lolos ke play-off League One. Di babak semifinal play-off, Portsmouth bertemu dengan Sunderland yang berada di posisi kelima. Laga leg pertama di Stadium of Light Sunderland menang dengan skor 1-0. Leg kedua di Fratton Park berakhir 0-0, yang berarti Portsmouth kalah 0-1 secara Agregat dan gagal untuk Promosi ke Championship.

Selanjutnya musim 2019–20, Portsmouth meraih kemenangan sembilan pertandingan berturut-turut di semua kompetisi, membuat rekor kemenangan klub baru sejak Portsmouth bergabung dengan Football League pada tahun 1920. Karena pandemi global virus corona COVID-19. Klub sepak bola anggota Football League I dan Football League II memilih untuk mengakhiri musim lebih awal dengan penghitungan poin per pertandingan. Yang menghasilkan Coventry City sebagai juara League One dan Rotherham United sebagai runner-upnya. Portsmouth dianugerahi finis kelima untuk mendapatkan salah satu dari empat tempat play-off. Tetapi Portmouth harus kalah lagi. Kali ini mereka kalah dari Oxford United di semi final dua leg. Dengan Agregat 2-2 dan kalah lewat adu penalti. Musim keempat berturut-turut Portsmouth di EFL League One pada musim 2020-21 hanya berakhir di tempat kedelapan, dua poin dan dua posisi di luar jatah play-off promosi.

Musim kelima berturut-turut Portsmouth di EFL League One pada musim 2021-22 masih belum bisa naik kasta. Mereka Hanya Finis Posisi 10 Klasemen Akhir Football League I dan Gagal tembus Play-off Promosi.

Info Dasar

Berdiri : 1898

Negara: Inggris

Kota: Portsmouth

Stadion

Fratton Park (1898- Sampai Sekarang)

Prestasi

Divisi Pertama/Liga Primer : 2

Piala FA : 2

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: