Sejarah Norwich City FC

Sejarah Norwich City FC bermula pada tahun 1902. Setelah masuk dalam sepak bola amatir, kemudian klub menghabiskan 15 tahun sebagai tim semi-profesional di Liga Selatan sebelum masuk ke The Football League pada tahun 1920. Selama 50 tahun berikutnya , Norwich City FC duduk di Divisi Tiga (Selatan), yang saat itu merupakan tingkat terendah dalam kompetisi resmi liga Inggris. Pendukung mereka mempunyai Lagu ikonik On The Ball, yang secara luas dianggap sebagai lagu sepak bola tertua di dunia yang masih digunakan sampai sekarang.

Periode yang tak terlupakan ketika tahun 1959. Mereka mendapat julukan sebagai pembunuh raksasa di Piala FA dan membawa mereka lolos ke semifinal Piala FA. Tak lama kemudian setelah itu, klub memenangkan trofi besar pertamanya, Piala Liga inggris 1962. Norwich City FC adalah semifinalis Piala FA tiga kali dan telah memenangkan Piala Liga Inggris dua kali (1962 dan 1985). Klub ini juga memiliki julukan terkenal The Canaries Yellows. Norwich City memiliki persaingan lama dengan Ipswich Town yang disebut rival East Anglian.

Sejarah Berdiri Norwich City

Norwich City Football Club berdiri pada tahun 1902. Setelah pertemuan yang diadakan oleh Robert Webster dan Joseph Cowper-Nutchey dan resmi menjadi klub  profesional tiga tahun kemudian tepatnya pada tahun 1904. Klub kemudian masuk ke Liga Selatan beberapa minggu kemudian.

Karir Norwich di Liga Selatan berjalan biasa – biasa saja tanpa perbedaan. Pada bulan Desember 1917, ketika kompetisi sepak bola profesional ditangguhkan karena Perang Dunia I. Klub mengalami likuidasi dan 11 bulan kemudian, Norwich City secara resmi ditutup. Namun demikian, tim terus memainkan pertandingan melawan tim dari layanan dan klub lokal, termasuk penggalangan dana pada tahun 1918 dan 1919.

Pada tanggal 15 Februari 1919, Para penggemar mereformasi dan membentuk kembali klub dan City bergabung kembali dengan Liga Selatan. Tokoh utama dalam acara tersebut adalah Mr. C Watling, yang merupakan ayah dari Ketua klub masa depan, yaitu Geoffrey Watling.  Norwich menjadi anggota pendiri Divisi Tiga Football League pada musim berikutnya pada tahun 1920 bersama dengan klub Divisi Satu Liga Selatan lainnya.

Pertandingan liga pertama mereka, melawan Plymouth Argyle , pada tanggal 28 Agustus 1920 yang berakhir imbang 1-1. Penampilan Klub cenderung biasa-biasa saja selama beberapa musim dan tetap bertahan di Divisi III. Kesuksesan akhirnya tiba pada musim 1933-34  ketika Norwich memenangkan kejuaraan Divisi III Selatan dan naik ke Divisi II. Pertandingan perdana, pada tanggal 31 Agustus 1935 ketika melawan West Ham United. Pertandingan  berakhir dengan kemenangan 4–3 untuk tim tuan rumah dan mencatat rekor kehadiran baru sebanyak  29.779 penonton. Mereka bertahan selama lima musim di Divisi II. Dan pada akhirnya di musim 1938-39, klub terdegradasi dengan rata-rata 0,048 gol tiap pertandingan.

Norwich City Setelah Perang Dunia II

Setelah itu Kompetisi dihentikan karena perang Dunia II Pecah. Kemudian Kompetisi digelar kembali pada tahun 1946. Antara tahun 1940-an dan 1960-an ada dua rekor individu yang tercatat dalam Sejarah Klub Norwich City. Yaitu,  Ron Ashman berhasil mengumpulkan total 592 yang merupakan penampilan terbanyak untuk klub antara tahun 1947 dan 1964 sementara Johnny Gavin mencatatkan rekor untuk pencetak gol terbanyak untuk klub. Dia mencetak 132 Gol dalam 338 pertandingan dalam dua periode dari 1949 hingga 1958.

Pada tahun 1958-59 Norwich City mencatatkan sejarah di Piala FA yang luar biasa yang membawa mereka lolos ke semi final. ketika tim Divisi Tiga Selatan Norwich mengalahkan Favorit juara  Manchester United dengan skor 3-0. Sebelumnya juga Norwich telah menjungkalkan Tim Divisi I lainnya yaitu  mengalahkan Tottenham Hotspurs dan Sheffield United dalam perjalanannya. Setahun kemudian Norwich promosi ke Divisi Dua dan pada tahun 1962, mereka memenangkan gelar Trofi Besar pertama Klub, yaitu Piala Liga Inggris setelah mengalahkan Rochdale United dengan Skor 4-0 melalui Final 2 leg.

Gelar Kedua

Musim 1971-72, Norwich memuncaki Klasemen Divisi II sepak bola Inggris untuk pertama kalinya dan mereka mencapai final perdana mereka di Wembley pada musim berikutnya saat mereka kalah tipis 1-0 di Piala Liga dari Tottenham Hotspurs. Setahun kemudian, rekor kehadiran tertinggi terjadi saat 43.984 penonton memadati Carrow Road untuk menyaksikan Norwich menghadapi Leicester City di putaran keenam Piala FA. Mereka kembali merebut trofi Piala Liga Inggris  pada tahun 1985. Ketika itu mereka memenangkan kompetisi untuk kedua kalinya berkat kemenangan 1-0 atas Sunderland lewat gol bunuh diri dari bek Black Cats Gordon Chisholm.

Norwich City akan tampil di Eropa untuk  pertama kalinya karena mereka menjuarai Piala Liga Inggris. Tetapi sayangnya impian tersebut batal karena semua klub Inggris tidak boleh ikut berkompetisi kontinental sebagai akibat dari bencana Stadion Heysel.

Norwich akhirnya kembali mendapatkan kesempatan untuk bersaing di Piala UEFA pada musim 1993-94. Setelah berhasil mencapai Finis Liga Premier Inggris tertinggi mereka dengan posisi ketiga. Di sanalah Norwich menikmati momen terbaik mereka. Saat itu mereka mengejutkan dunia sepak bola dengan menjadi tim Inggris pertama dalam sejarah yang berhasil mengalahkan raksasa Jerman Bayern Munich di Stadion Olimpiade.

Periode Kemunduran Norwich

Klub akhirnya terdegradasi pada akhir musim 1994-95. Pada musim 2001-02, Norwich nyaris kembali ke Liga Premier, tetapi akhirnya kalah menyakitkan di pertandingan terakhir Final Play-Off Championship. Mereka kalah melalui adu penalti oleh Birmingham City.

Setelah terus berusaha pada akhirnya musim 2003-04, Norwich memenangkan gelar Divisi Pertama. Mereka mengungguli West Bromwich Albion di posisi kedua dan kembali ke Liga Premier Inggris untuk pertama kalinya sejak tahun 1995. Namun, keberhasilan mereka berumur pendek dan mereka langsung kembali terdegradasi ke Championship. Bahkan pada musim 2008-09 mereka  terdegradasi lagi ke Football League I. Setelah degradasi, pertandingan pertama mereka di Football League I menghasilkan kekalahan mengejutkan 7-1 di kandang melawan rival East Anglian Colchester United. Ini adalah kekalahan kandang terbesar klub.

Pada tanggal 18 Agustus 2009 Paul Lambert menjadi manajer baru Norwich, setelah dia meninggalkan jabatannya di Colchester. Di bawah kepelatihan Lambert, klub menikmati keberhasilannya, saat mereka mendapatkan promosi berturut-turut dari League One ke Divisi Championship dan Langsung Promosi lagi musim berikutnya ke Liga Premier Inggris. Manajer Paul Lambert mengundurkan diri dan melatih Aston Villa pada tahun 2012. Chris Hughton datang untuk menggantikannya, tetapi sayangnya Norwich terdegradasi di musim selanjutnya yaitu musim 2013-14. Sejak saat itu, Norwich City telah memperoleh reputasi sebagai “klub yo-yo”, dengan 22 musim di liga teratas dan 15 musim di tingkat kedua.

Setelah Finis Liga Premier Inggris musim 2019-20 berada di urutan terbawah dan kemudian terdegradasi. Musim selanjutnya yaitu musim 2020-21, Norwich sekali lagi berhasil promosi ke Liga Premier setelah memenangkan gelar Championship. Pada musim 2021-22 Klasemen sementara Liga Premier Inggris Norwich berada di posisi buncit dan menjadi kandidat utama menjadi tim yang terdegradasi lagi.

Info Dasar

Berdiri : 1902

Negara: Inggris

Kota: Liverpool

Stadion

Newmarket Ground (1902-1908)

The Nest (1908-1935)

Carrow Road (1935-Sampai Sekarang)

Prestasi

Piala Liga Inggris : 2

Rekor klub

Game yang paling banyak dimainkan: Ian Callaghan (857)

Pencetak gol terbanyak: Ian Rush (346)

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: