Sejarah Middlesbrough FC

Middlesbrough FC adalah klub sepak bola dengan sejarah yang sangat panjang. Tim Yorkshire Utara ini menjadi anggota Football League pada musim 1899 dan memainkan musim pertama mereka di divisi II. Mereka mencapai papan atas untuk pertama kalinya pada musim 1902 dan posisi terbaik mereka di Divisi I adalah tempat ketiga, yang terjadi pada musim 1914. Middlesbrough mengikuti Piala FA untuk pertama kalinya musim 1883-84, tetapi masih sebagai klub amatir sebelum mereka bergabung ke Football League.

Mereka mencapai final di Piala FA 1997 dan memenangkan Piala Liga Inggris pada musim 2004.  Salah satu pencapaian terbaik klub adalah berhasil mencapai final Piala UEFA pada 2005-2006, yang berakhir dengan kekalahan melawan Sevilla. Pada musim 1986, klub menghadapi kebangkrutan dan Klub pun harus memulai dari awal lagi dari di Divisi 3 akibat dari sanksi Administrasi.

Middlesbrough adalah salah satu anggota pendiri Liga Premier pada musim 1992. Mereka saat ini musim 2021-22 bermain di Football League Championship. Sunderland dan Newcastle United menjadi saingan utama Boro saat ini. Namun, klub juga mengambil bagian dalam derby Yorkshire dengan beberapa klub Yorkshire lainnya seperti Leeds United. Saat ini mereka bermarkas di Stadion Riverside sejak Agustus 1995. Ini merupakan stadion ketiga mereka sejak menjadi Klub profesional. Markas terlama mereka adalah Ayresome Park, selama 92 musim mereka menggunakan stadion tersebut, dari musim 1903 – 1995.

Sejarah Awal Berdiri Middlesbrough

Klub ini berdiri pada tahun 1876. Awalnya bernama Middlesbrough Amateur Cricket Club. Pertandingan resmi pertama terjadi pada musim berikutnya saat melawan Teesside Wanderers di Old Archery Ground, yang berakhir imbang. Middlesbrough mempertahankan status amatirnya sampai tahun 1889. Ketika itu, beberapa anggota Middlesbrough FC berpisah untuk membentuk Middlesbrough Ironopolis karena terjadi perselisihan. Kedua tim melakukan debut mereka sebagai tim profesional dalam waktu seminggu berturut-turut satu sama lain pada bulan Desember 1889.

Setelah tiga musim berlalu, untuk membawa klub lokal menjadi lebih sukses dan pejabat klub pun tahu bahwa hanya penggabungan yang akan memberi mereka kesempatan serius untuk bersaing di papan atas Football League. Pada tanggal 7 Mei 1892, mereka mengajukan Klub untuk bergabung ke Football League dengan nama Middlesbrough dan Ironopolis Football and Athletic Club. Tetapi pengajuan tersebut gagal dan kedua klub berpisah sekali lagi, karena Middlesbrough FC kembali ke status amatir mereka. Musim 1899, Middlesbrough kembali mengajukan lagi ke Footbal League dalam upaya untuk menjadi klub profesional. Akhirnya pada 18 Mei 1899, berkat dukungan tetangga lokal mereka seperti, Newcastle United dan Sunderland. Mereka Lolos di Divisi II EFL setelah unggul tipis dari Blackpool FC.

Middlesbrough Perdana Tampil Di Football League

Musim pertama Boro di EFL tidak berjalan mulus. Karena, mereka hanya finis di posisi 14 dari 18 Peserta. Penampilan Musim berikutnya 1901–02, Middlesbrough berhasil finis kedua. Mereka berhak promosi ke Divisi I EFL secara otomatis. Mereka akan memainkan pertandingan kandang mereka di tempat baru mereka, yaitu Ayresome Park. Middlesbrough berhasil di Divisi I EFL dan Pada musim 1907–08 Boro telah mengamankan finis tertinggi mereka di divisi teratas Liga Inggris. Mereka finis keenam, hanya kalah dua poin di belakang runner-up Aston Villa.

Setelah itu, Skandal nasional datang pada musim 1910, ketika Boro mengalahkan rival lokalnya Sunderland 1-0. Setelah pertandingan berakhir, para pemain Sunderland memberi tahu manajer mereka, bahwa manajer Boro Andy Walker telah menawarkan pemain Sunderland sejumlah £ 2 masing-masing untuk membiarkan Middlesbrough memenangkan permainan. Walker mendapat hukuman tidak boleh terlibat lagi di EFL dalam waktu yang tidak terbatas. Empat musim kemudian, Middlesbrough menikmati penyelesaian tertinggi mereka hingga saat ini, saat mereka mengakhiri musim 1913–14 di tempat ketiga. Itu merupakan pencapaian terbaik dalam Sejarah Middlesbrough di Liga Inggris. Setelah itu kompetsi berhenti karena perang dunia I.

Setelah perang berakhir, Kompetisi kembali bergulir. Sebelum akhirnya Midllesbrough pun tergelincir dan terdegradasi ke Divisi II pada musim 1923–24. Tiga musim kemudian, mereka memenangkan gelar Divisi II dan kembali promosi ke Divisi I EFL. Namun mereka tak sanggup bertahan dan langsung terdegradasi lagi musim selanjutnya.

Middlebrough Konsisten di Papan Atas

Tak mau berlama-lama di Divisi II Middlesbrough langsung bangkit kembali pada musim berikutnya. Mereka memenangkan gelar Divisi Kedua lagi  dan promosi ke Divisi I. Setelah itu, Middlebrough tetap bertahan di papan atas Liga Inggris hingga musim 1954.

Setelah beberapa musim menjadi penghuni Zona Papan Bawah di Divisi I. Pada musim 1936-1937 dengan datangnya Wilf Mannion, yang teleh mereka datangkan  dari klub lokal South Bank St Peter’s. George Hardwick juga muncul, yang merupakan pemain dari South Bank East End. Keduanya akan menjadi pemain internasional Inggris di musim-musim mendatang. Boro naik ke urutan ketujuh musim itu, sebelum pindah ke urutan kelima, lalu naik ke urutan keempat, tertinggi sejak sebelum Perang Dunia Pertama.

Sejarah Middlesbrough Menuju Divisi III

Setelah perang dunia II berakhir, klub tidak dapat mempertahankan bentuk permainan musim sebelumnya dan hanya menjadi Tim papan tengah dan putaran awal Piala FA. Dengan datangnya Lindy Delapenha yang lahir di Jamaika bermain di sayap. Boro naik ke urutan kesembilan pada 1949–50. Musim berikutnya menjelang Natal, Klub memimpin klasemen Divisi Pertama, tetapi kekalahan 1-0 dari Leeds membuat kepercayaan diri mereka turun dan mereka turun ke urutan keenam. Pertengahan musim, Hardwick juga meninggalkan klub untuk menjadi pemain-manajer Oldham dan setelah itu tim mulai goyah dan pada akhirnya jatuh ke degradasi pada musim 1953–54 .

Musim pertama mereka di Divisi II berjalan dengan buruk, tetapi mereka berhasil pulih dan finis di urutan ke-12. Kemenangan 6-0 atas West Ham dan kekalahan 9-0 dari Blackburn menunjukkan bahwa musim tersebut dengan hasil yang beragam. Middlesbrough mendatangkan pemain hebat lainnya, yaitu Brian Clough. Dia melakukan debutnya pada musim 1955-56 dan membantu klub ke posisi 14. Musim berikutnya, ia mulai memantapkan dirinya dalam sejarah rekor Middlesbrough. Dia mencetak 38 gol  di musim itu, kemudian 40, 43, 39 dan 34. Tetapi, dia hanya mendapatkan dua caps Timnas Inggris di musim 1959-60.

Tetapi, Kemudian dia pindah ke klub saingannya, yaitu Sunderland. Setelah 204 gol dalam 222 pertandingan, dia akan dirindukan Fans Middlebrough. Selama periode itu, Middlesbrough mampu mempertahankan kemajuan yang baik di Divisi II tetapi tidak pernah berhasil untuk mendapatkan promosi. Bahkan mereka terdegradasi kembali ke Divisi III. Setelah pada pertandingan terakhir musim itu. Middlesbrough membutuhkan hasil imbang di Cardiff untuk tetap bertahan. Sebuah hat-trick dari striker Dickie Rooks tidak bisa membantu Middlesbrough memenangkan pertandingan. Middlesbrough kalah 5-3 dari Cardiff City dan terdegradasi ke Divisi Ketiga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Middlesbrough Mulai Bangkit

Setelah kembali promosi ke Divisi II pada musim 1967-68, Middlesbrough dalam performa yang baik. Mereka tidak pernah finis di bawah peringkat sembilan selama delapan musim berikutnya. Untuk turnamen Piala FA klub tidak pernah melewati perempat final, suatu prestasi yang belum Middlesbrough capai dalam sejarah mereka. Pada Akhirnya musim 1973-74 tim berhasil mendapatkan promosi ke Divisi I. Mereka memastikan promosi, ketika delapan pertandingan masih tersisa musim tersebut. Mereka menjadi juara Divisi dengan rekor perolehan 65 poin.

Middlesbrough menghabiskan delapan musim berikutnya di Divisi I, finis di peringkat ke-7 pada musim 1974-75 dan menjadi tim papan tengah pada musim-musim berikutnya. Kembali ke papan atas, tim juga mendapatkan sedikit keberuntungan di turnamen Cup. Meskipun masih belum memenangkan gelar apa pun. Pada musim 1974–75 , Boro mencapai putaran keenam Piala FA dan perempat final Piala Liga Inggris. Musim berikutnya, mereka mencapai semi final Piala Liga Inggris, di mana mereka kalah agregat 4-1 dari Manchester City.

Setelah bertahan cukup lama dan masih tanpa gelar. Middlesbrough Musim 1981-82 harus terdegradasi setelah berada di posisi buncit klasemen. Dampak dari turun kasta klub mengalami Masalah keuangan yang serius pada tahun 1984  dan kemudian Middlesbrough kembali jatuh ke Divisi bawah lagi setelah finis di posisi  19 klasemen Divisi II musim 1984-85.

Likuidasi Untuk Middlesbrough

Pada tanggal 21 Mei 1986, klub memanggil Likuidator Sementara dan tak lama kemudian, klub dibubarkan. Pada bulan Agustus, Rioch dan 29 staf non-pemain lainnya dipecat  dan gerbang ke Ayresome Park pun digembok. Beberapa pemain pergi, sementara yang lain tetap di bawah Rioch dan pelatih Colin Todd . Tanpa modal £350.000 yang diperlukan untuk pendaftaran Football League, Pembubaran klub diumumkan di Tyne Tees Television  dan tampaknya tak terelakkan bahwa klub akan gulung tikar secara permanen. Namun, Steve Gibson, anggota dewan pada saat itu, menyatukan konsorsium yang melibatkan Bulkhaul Limited, ICI, Skotlandia dan Pabrik Bir Newcastle dan pengusaha London Henry Moszkowicz.

Dengan sepuluh menit tersisa, Middlesbrough FC menyelesaikan pendaftaran mereka ke Football League untuk musim 1986-87 sebelum waktu tersisa habis. Klub pun tidak jadi gulung tikar. Setelah itu, perubahan lambang menjadi lambang melingkar dengan singa di tengah dan kata-kata “Middlesbrough Football Club 1986 di sekitar lingkaran dan perubahan nama menjadi Middlesbrough Football and Athletic Club (1986) Ltd. Middlesbrough terpaksa memainkan pertandingan pembuka musim tersebut di stadion Hartlepool United, karena Ayres Park masih digembok Juru Sita.

Middlesbrough Bebas Likuidasi

Tak perlu menunggu lama Middlesbrough menempati posisi kedua di Divisi III di bawah AFC Bournemouth untuk memenangkan promosi otomatis ke Divisi II Musim 1986-87. Semusim kemudian mereka memenangkan promosi lagi dari Divisi II ke Divisi I lewat babak  playoff degradasi Divisi I. Setelah mengalahkan Tim Divisi Pertama Chelsea dan mengirim mereka turun kasta dan mencapai dua kali promosi  berturut-turut mendaratkan mereka di Divisi I lagi. Tapi sayangnya musim pertamanya di Divisi I tahun 1988-89 Klub langsung terdegradasi lagi ke Divisi II.

Musim 1990-91 Middlesbrough sempat lolos ke babak playoff. Saat itu empat tempat promosi diperebutkan karena Divisi I bertambah menjadi 22 klub untuk musim 1991-92. Tapi mimpi promosi itu berakhir di semi-final ketika mereka kalah dari  Notts County yang akhirnya menjadi pemenang Play-off. Musim berikutnya mereka berhasil mencapai semi final Piala Liga Inggris untuk kedua kalinya dan yang paling signifikan finis runner-up di Divisi II dan mendapat tempat mereka di Liga Premier Inggris perdana. Lagi – Lagi Middlesbrough hanya menjadi tim pelengkap saja setelah tidak mampu bertahan di Liga Premier Inggris musim perdana tersebut. Mereka harus turun ke Divisi Championship atau kasta kedua pada musim 1992-93 Liga Premier Inggris Perdana.

Transfer Besar – Besaran Middlesbrough

Pada musim keduanya di Divisi Championship dengan manajer barunya Bryan Robson, Middlesbrough menghabiskan dana besar untuk mendatangkan banyak pemain. Demi memenuhi target klub untuk kembali naik lagi ke Liga Premier Inggris. Musim pertamanya sukses besar dan Boro mendapat gelar juara Divisi i dan promosi kembali ke Liga Utama setelah dua musim pengasingan. Selanjutnya, Musim 1994–95 juga adalah musim terakhir klub bermain di Ayresome Park, karena mereka pindah kandang ke Stadion Riverside  setelah 92 bersama Ayresome Park.

Musim selanjutnya Boro melakukan pembelanjaan besar-besaran kembali setelah promosi mereka ke Liga Premier. Akan tetapi kali ini kebijakan transfer mereka tidak berhasil karena mereka hanya finis di peringkat 12 Klasemen Liga dan juga mengakhiri impian mereka untuk lolos ke pentas sepak bola Eropa. Robson membayar £7 juta untuk striker Juventus Fabrizio Ravanelli dan £4 juta untuk gelandang Brasil Emerson untuk musim berikutnya, tetapi Boro menghabiskan musim itu untuk berjuang melawan degradasi alih-alih mengejar finis di lima besar. Tugas sulit mereka diperparah dengan pengurangan tiga poin yang diberikan tepat setelah Natal, sebagai hukuman atas kegagalan klub untuk memenuhi pertandingan melawan Blackburn Rovers FC. Penjelasan klub bahwa banyak anggota skuad mereka  terkena virus flu sehingga tidak bisa menurunkan tim yang kompetitif. Namun Asosiasi Sepak Bola Inggris menolak penjelasan itu.

Kegagalan Beruntun Middlesbrough

Sementara itu, Middlesbrough tampil baik di Piala Liga Inggris  yang mengesankan dan mencapai final pertamanya dalam sejarah Klub. Lawan mereka adalah Leicester City FC tetapi Middlesbrough kalah lewat pertandingan ulang 0-1. Setelah pertandingan pertama bermain imbang 1-1.

Pengurangan tiga poin Boro  membuat mereka kehilangan status Liga Utama mereka dan mereka terdegradasi pada hari terakhir musim ini setelah bermain imbang di Elland Road melawan Leeds United. Seminggu kemudian mereka kalah 2-0 dari Chelsea FC di final Piala FA dan menjadi klub Inggris pertama yang kehilangan kedua final piala utama dan terdegradasi dari divisi teratas di musim yang sama.

Klub tetap masih  mempercayakan kepelatihan pada Robson dan dia membawa promosi kembali ke Liga Premier Inggris sebagai runner-up Divisi Championship musim berikutnya. Hebatnya, Boro mencapai final Piala Liga untuk kedua kalinya berturut-turut, sayangnya sekali lagi kalah dari lawan mereka, Chelsea dengan skor 2-0 setelah perpanjangan waktu.

Sejarah Tercipta dengan Trofi Pertama Middlesbrough

Musim 2003–04, Middlesbrough berhasil memenangkan trofi pertamanya di tangan manajer Steve Mc Claren. Mereka akhirnya memenangkan trofi Piala Liga Inggris setelah mengalahkan Bolton Wanderers 2-1 di final. Keberhasilan ini juga memastikan bahwa Boro akan lolos ke kompetisi Piala UEFA  untuk pertama kalinya. Ini menjadi penghibur bagi Klub karena di Liga mereka tampil mengecewakan. Musim berikutnya berakhir dengan sangat baik, Mereka finis di tempat kualifikasi Piala UEFA. Kualifikasi piala UEFA akhirnya diraih setelah bermain imbang 1-1 dengan Manchester City FC di City of Manchester Stadium. Dalam perjalanan Piala UEFA perdana mereka, Middlesbrough tampil cemerlang tetapi akhirnya tersingkir di babak keempat oleh Sporting Lisbon .

Musim 2005-06 Middlesbrough mencapai final Piala UEFA di Eindhoven, sayangnya mereka kalah tipis 0-1 dari Sevilla. Selama tiga musim berikutnya setelah mereka berhasil ke Final Piala UEFA, penampilan Klub biasa – biasa saja dan membosankan. Penampilan terbaik mereka tembus perempat Final Piala FA dan kalah dari Manchester United dengan skor 1-0 musim 2006-07. Pada musim 2008/09, Middlesbrough terdegradasi Setelah menempoti Posisi 19 Klasemen Liga Inggris.

Middlesbrough harus terasingkan dari Liga Premier Inggris sampai sekarang. Mereka hanya singgah satu musim di Liga Premier yaitu musim 2015-16 dan mereka langsung terdegradasi lagi.  Musim 2021-22 Boro kembali gagal Promosi setelah terpaut 5 Poin dari Zona Play-Off. Klub berada di Peringkat 7 di bawah Luton Town.

Info Dasar

Berdiri : 1876

Negara: Inggris

Kota: Middlesbrough

Stadion

Old Archery Ground (1877-1879)

Breckon Hill Road (1879-1882)

Linthorpe Road Ground (1882-1903)

Ayresome Park (1903-1995)

Riverside Stadium (1995- Sampai Sekarang)

Prestasi

Piala Liga Inggris : 1

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: