Sejarah Manchester City FC

Sejarah Manchester City FC

Sejarah Manchester City FC. Manchester City Football Club  adalah sebuah klub sepak bola profesional dari Inggris yang bermain di Liga Premier Inggris. Klub ini merupakaan klub sekota dengan Manchester United dan bermarkas di Stadion Etihad, Manchester. Pertandingan pertama terjadi  pada bulan November 1880. Pada saat itu masih bernama St Mark’s (West Gorton). Pada tahun 1887 berubah nama menjadi Ardwick AFC dan pada tahun 1894 menjadi Manchester City FC.

Sejarah Berdiri Klub

Sejarah berdirinya Manchester City Football Club, tidak terlepas dari peran seorang wanita. Pada November 1865, Gereja St.Mark’s di WestGorton mengangkat Arthur Connell sebagai Kepala gereja yang berlokasi di sebuah distrik timur Manchester, Inggris. Putrinya Anna Connell berinisiatif dan memutuskan untuk membentuk sebuah asosiasi yang mendorong para pemuda paroki untuk berolahraga. Karena Saat itu tingkat kejahatan dan pengangguran sangat tinggi. Mereka percaya bahwa olahraga dapat menyatukan dan mengurangi kejahatan di timur Manchester.

Pada tahun 1868, sudah tmembentuk Tim Kriket Gereja St.Mark’s dan mulai tahun 1875 tim kriket menambahkan permainan sepak bola yang pada waktu itu mulai populer. Akhirnya, pada tahun 1880 para pemain kriket membentuk tim sepak bola dengan nama St.Marks (West Gordon) di bawah bimbingan William Beastow dan Anna Connell. Anna Connell adalah satu-satunya wanita yang telah mendirikan sebuah klub sepak bola profesional di Inggris. Pada tahun 1887, mereka pindah ke markas yang baru di Hyde Road, Ardwick. Sejarah Manchester City FC.

Rivalitas

Rivalitas dengan klub sekota Manchester United, selalu sengit. Salah satu partai yang banyak dikenang adalah pada partai terakhir di musim liga 1973–74. Derby panas terjadi di Old Trafford baik City maupun United harus menang agar bisa selamat dari degradasi. Mantan pemain United, Denis Law mencetak satu-satunya gol kemenangan City yang juga otomatis menyebabkan rival sekotanya United, harus degradasi ke divisi 2. Setelah menjadi runner-up pada Piala FA tahun 1981, Manchester City tidak menghasilkan gelar penting apapun dan hanya timbul-tenggelam di Premiership. Mereka hanya promosi ke divisi utama namun kemudian terdegradasi lagi ke divisi 2.

Performa Manchester City FC

Tim pertama kali bermain terjadi pada 13 November 1880, melawan tim gereja dari Macclesfield. St.Mark’s mengenakan kemeja hitam dengan celana pendek putih. St Marks kalah dalam pertandingan 2-1,

Pada awal tahun 1980-an City mengalami masa penuh gejolak penurunan yang berpuncak pada degradasi ke tingkat ketiga sistem liga sepak bola Inggris. Pada masa itu, City mengalami masa penuh gejolak penurunan. City harus turun kasta ke tingkat ketiga sistem liga sepak bola Inggris. City juga hanya memenangkan satu pertandingan selama musim perdana mereka di 1880-81, dengan kemenangan atas Stalybridge Clarence.

Sejarah Pergantian Nama Manchester City FC

Pada tahun 1884, klub bergabung dengan klub lain, yaitu Gorton Athletic. Tetapi merger tersebut hanya berlangsung beberapa bulan sebelum klub berpisah lagi. St Mark’s menamakan diri mereka dengan Gorton AFC sementara Gorton Athletic berubah menjadi West Gorton Athletic. Dengan perubahan nama ini, tim secara bertahap kehilangan sentuhan awal agama mereka dan nama St.Mark’s perlahan memudar.

Pada tahun 1887, Gorton AFC berubah status menjadi klub profesional. Lalu, mereka pindah ke tempat baru di Hyde Road Ardwick dan mengganti namanya menjadi Ardwick AFC untuk mencerminkan lokasi baru di timur kota.

Pada tahun 1889, terjadi bencana ledakan tambang batubara dekat Hyde Road yang menyebabkan kematian 23 penambang. Ardwick dan Newton Heath, yang keduanya kemudian menjadi Manchester City dan Manchester United. Mengadakan pertandingan persahabatan dalam rangka menghimpun dana bantuan bencana.

Pada tahun 1885 diadakan Piala Manchester (Manchester Cup) untuk pertama kalinya. Ardwick AFC menjadi lebih terkenal pada tahun 1891. Setelah menjuarai Manchester Cup untuk pertama kalinya, mengalahkan Newton Heath 1–0 di final. Keberhasilan ini berpengaruh terhadap keputusan Football Alliance untuk menerima Ardwick sebagai anggota untuk musim 1891-1892. Pada saat Football Alliance bergabung dengan Football League pada tahun 1892, Ardwick AFC menjadi sebagai salah satu anggota pendiri Divisi Dua.

Masalah keuangan di musim 1893-1894 menyebabkan reorganisasi dalam klub dan Ardwick berubah menjadi Manchester City. Dengan nama resmi Manchester City Football Club Company Limited dan menjadi perusahaan yang terdaftar pada tanggal 16 April 1894. Mulai tahun 1894 klub ditata ulang oleh manajemen. Klub ini berkembang dengan pesat dan pada tahun 1895 dan sudah menarik lebih dari 20.000 orang sebagai pendukung.

Gelar Pertama Manchester City FC

Para pendukung Manchester City waktu itu terkenal sebagai penggemar paling meriah. Karena sering menyalurkan antusiasme mereka dan menciptakan suasana yang ramai di Hyde Road, dengan terompet. Pada tahun 1899, klub menjuarai Divisi II dan berhak promosi untuk pertama kalinya ke tingkat tertinggi dalam sepak bola liga Inggris saat itu, Divisi I.

Klub akhirnya mencatatkan gelar pertamanya pada tanggal 23 April 1904 mengalahkan Bolton Wanderers 1–0 di Crystal Palace dalam sebuah final turnamen sistem gugur paling bergengsi di sepak bola Inggris. Yaitu Piala FA atau lebih dikenal dengan FA Cup. Klub nyaris mendapatkan gelar ganda pada tahun 1904 karena mengakhiri liga Divisi I sebagai runner-up pada musim 1903-1904.

Perpindahan Homebase Manchester City FC

Sebuah kebakaran karena rokok menghancurkan tribun utama dan akhirnya Manchester City mulai mencari rumah baru. Awalnya berencana untuk berbagi Stadion Old Trafford dengan tetangganya, Manchester United. Namun harga sewanya terlalu mahal. sehingga City memilih memperbaiki Hyde Road dan terus bermain di Hyde Road.

Rencana untuk pindah dari timur Manchester ke selatan Manchester di Maine Road, Moss Side membuat marah John Ayrton, Direktur Manchester City saat itu. John akhirnya berpisah dari klub dan mendirikan Manchester Central FC, karena merasa harus ada sebuah tim sepak bola dari timur Manchester.

Akhirnya rencana klub untuk pindah ke basis baru di Maine Road, Moss Side terjadi pada tahun 1922. Pertandingan terakhir Manchester City di Hyde Road adalah pertandingan liga melawan Newcastle United pada 28 April 1923 dan pada bulan Agustus 1923 menjadi pertandingan sepak bola terakhir yang diadakan di Hyde Road. Manchester City memulai musim 1923-1924 di Maine Road, yang saat itu memiliki kapasitas 85.000 dan dijuluki Wembley of The North.

Masa Transisi Manchester City FC

Tahun 1926 klub mencapai Final Piala FA, dan mencetak 31 gol dalam 5 pertandingan dalam perjalanan ke final. Namun di pertandingan final City kalahk 1–0 oleh Bolton Wanderers. Kekecewaan bertambah, karena di liga City terdegradasi di akhir musim. 2 Tahun kemudian City menjadi juara Divisi II dan kembali promosi ke Divisi I. Pada tahun 1930-an City mulai menjadi penantang serius, dalam berbagai kesempatan di Piala FA. City mendapatkan reputasi sebagai spesialis Piala FA pada tahun-tahun itu. Pada tahun 1934, 84.559 pendukung datang memenuhi Maine Road untuk menyaksikan City melawan Stoke City di perempat final. Rekor kehadiran tersebut masih bertahan hingga saat ini.

Di final Piala FA 1934, Cowan menjadi pemain pertama dan satu-satunya pemain City yang tampil di tiga final Piala FA. Dia adalah kapten saat City menang 2-1 atas Portsmouth. Sebagai kapten tim, Cowan sangat bertanggung jawab untuk memotivasi sesama pemain dan menjaga taktik pertandingan. Pada era itu, seorang kapten dapat seperti manager, yang secara administrasi dapat memberikan masukan taktik. Semusim setelah kemenangan Piala FA, klub mengakhiri liga di urutan keempat pada musim 1934-35 dan gagal memperbaiki rekor Piala FA setelah kalah 1-0 dari Tottenham di babak ketiga. Di musim 1935-1936 berikutnya City harus berjuang untuk mengakhiri liga di posisi kesembilan.

City akhirnya merebut gelar juara liga Divisi I pertama mereka pada tahun 1937 setelah menjadi runner-up dua kali dan berakhir di tempat ketiga sebanyak tiga kali. City keluar sebagai juara dan satu-satunya tim dengan mencetak lebih dari 100 gol, serta tidak pernah kalah selama 22 pertandingan di liga.

Di musim 1937-1938 berikutnya mereka langsung terdegradasi ke divisi II, kendati mencetak gol lebih banyak dari tim manapun di liga. Peristiwa ini mendapat sebutan dengan typical City syndrome. City menjadi satu-satunya juara bertahan yang terdegradasi dalam sejarah sepak bola Inggris. Setelah satu musim di Divisi II, akhirnya liga berhenti karena terjadinya Perang Dunia II.

Manchester City FC Setelah Perang Dunia II

20 tahun kemudian, Manchester City berhasil masuk final Piala FA 1955. Namun mereka kalah melawan Newcastle United. Tetapi tahun berikutnya, mereka menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Birmingham di final 3-1. Partai final tahun 1956 ini termasuk partai final Piala FA yang mengesankan orang banyak karena di pertandingan itu kiper City, Bert Trautmann, terus bermain walaupun mengalami patah tulang leher.

Setelah itu, City tenggelam dan baru muncul ke permukaan saat Joe Mercer dan Malcolm Allison menjadi duo manajer klub pada tahun 1965. Pada musim panas tahun 1965, manajemen klub menunjuk Joe Mercer dan Malcolm Allison sebagai manajer dan asisten manajer City. Musim 1965-66 adalah musim ketiga City bermain di Divisi II (kasta kedua) liga sepak bola Inggris. Joe Mercer berhasil membawa City promosi kembali ke Divisi I.

Dua musim berikutnya, musim 1967-1968, Manchester City menjuarai Divisi I Liga sepak bola Inggris untuk kedua kalinya mengalahkan rival sekotanya Manchester United yang berada di posisi kedua. Sejarah Manchester City FC.

Musim berikutnya 1968-69, mereka memenangkan kembali Piala FA 1969 setelah di final mengalahkan Leicester City dengan skor 1-0. Setelah memenangkan Piala FA tahun 1969, City berhak tampil di Piala Winners UEFA musim berikutnya. Pada tahun 1970 City memenangkan Piala Winners UEFA Eropa untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Górnik Zabrze 2–1 di final. Pada musim yang sama mereka juga memenangkan Piala Liga dengan mengalahkan West Bromwich Albion 2-1 di final yang berlangsung di Stadion Wembley.

Tampil di Piala Winners UEFA musim 1969-70 adalah kedua kalinya City berlaga di kompetisi Eropa, setelah pada musim sebelumnya berlaga di Liga Champions UEFA. Musim 1969-70, City mencatatkan diri sebagai klub pertama dari Inggris yang bisa memenangkan dua piala domestik dan Eropa dalam satu musim.

Setelah itu, sepanjang awal dekade hingga pertengahan dekade 1970-an, klub terus berusaha untuk meraih prestasi demi pretasi. Pada Piala Winners UEFA tahun 1971, meraka hanya mencapai semi-final setelah kalah oleh Chelsea. Sejarah Manchester City FC.

Era Baru Manchester City FC di Premier League

Musim 1992-93, mulai era baru dengan nama Liga Primer (Premier League) City menjadi salah satu klub pendirinya. Tetapi perjalanan klub di era Liga Primer tidak berlangsung mulus, bahkan cenderung terus mengalami penurunan. Puncaknya adalah pada musim 1998-99 mereka degradasi dan harus bermain sampai ke divisi 3 (Football League One). Beruntung, mereka hanya satu musim bermain di divisi 3 dan kemudian promosi ke divisi 2 ( Football League Championship). Pada tahun 2001, Kevin Keegan menjadi pelatih City, pada saat itu City bermain di divisi 2 (Football League Championship).

Kevin Keegen berhasil menjuarai Football League Championship dan mereka pun berhasil promosi ke Liga Utama Inggris. Maret 2005 Keegan mundur dan Stuart Pearce menggantikannya sebagai caretaker atau manager sementara. Pearce mampu membuat Penampilan City bermain cemerlang  sehingga dia menjadi manager penuh. dan musim 2005-2006 Pearce membawa City menempati urutan ke-6 Liga Utama. Musim berikutnya penampilan City menurun drastis dan hanya menghuni papan bawah klasemen walaupun tidak sampai terdegradasi. City akhirnya memecat Pearce dan menunjuk mantan manajer tim nasional Inggris, Sven-Göran Eriksson. Pada saat itu Manchester City telah milik seorang miliuner ambisius yang juga bekas perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.

Di bawah Eriksson, City tampil perkasa pada awal kompetisi namun mulai kehilangan keseimbangan mulai dari pertengahan kompetisi. Walaupun demikian mereka bisa mencapai zona Piala UEFA berkat penampilan fair playnya. Akhir kompetisi, City memecat Erikson.

Mark Hughes, manager Blackburn Rovers dan juga mantan pemain kesayangan klub sekota Manchester United, ditunjuk untuk menggantikannya. Dibawah Hughes, City berhasil menempati posisi Liga Utama Inggris pada musim 2008-09 dan juga berhasil menembus babak perempat-final Piala UEFA. Hughes hanya bertahan hingga setengah musim 2009–10, ia digantikan oleh Roberto Mancini. Dibawah Mancini, City berhasil menempati posisi kelima pada Liga Utama Inggris musim 2009–10.

Pada tahun 1998 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pada saat era Liga Primer Inggris pertama kali dibentuk tahun 1992, City adalah salah satu pencetus liga premier untuk pertama kali. Namun, prestasi klub ini tidak kunjung membaik, bahkan City harus terdegradasi kembali ke tingkat kedua hingga 2 kali, sementara di ajang Piala FA sejak bergulirnya Liga Primer Inggris, prestasi terbaik City hanya sampai pada perempat-final.

Peningkatan Manchester City FC

Pertengahan tahun 2007 klub ini resmi menjadi milik milyarder asal Thailand yang ambisius dan juga adalah mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Namun, kepemilikan Thaksin tidak berlangsung lama dikarenakan tuduhan kasus korupsi di negeranya, akhirnya pada September 2008 Thaksin menjual kepemilikan klub kepada pengusaha yang juga anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yaitu Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan kemudian menghabiskan ratusan jutaan poundsterling untuk membeli pemain kelas atas agar klub menjadi kompetitif. Sukses menyusul pada tahun 2011, Manchester City lolos ke Liga Champions UEFA dan memenangkan Piala FA. Keberhasilan ini mencapai puncaknya dengan menjuarai Liga Premier Inggris 2011-12.

Musim berikutnya, City berhasil menjuarai Piala FA  dan berhasil menempati posisi ketiga pada Liga Utama, hanya perbedaan selisih gol saja yang membuat City gagal menggusur Chelsea dari peringkat kedua. Musim 2011–12 menandai keberhasilan klub menyudahi 44 tahun puasa gelar juara Liga (terakhir pada tahun 1968) dalam kompetisi yang ketat dengan Manchester United. Manchester City berhasil menjadi juara dengan perbedaan selisih gol yang lebih baik.Sejarah Manchester City FC.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *