Sejarah Liverpool FC

Liverpool FC dalam sejarah berdiri pada tahun 1892 dan ikut bergabung dengan kompetisi English Football League pada tahun berikutnya. Klub ini Bermarkas dan bermain di Stadion Anfield sejak awal pembentukannya sampai sekarang.

Sejak berdiri pada tahun 1892, nama Liverpool Football Club selalu identik dengan ketenaran dan kejayaan. Secara internasional, Liverpool adalah klub Inggris paling sukses sepanjang masa dengan banyak trofi Eropa yang telah mereka koleksi. Liverpool FC menjadi salah satu tim sepak bola paling populer di dunia. Namun, sejarah kejayaan mereka tercoreng dengan dua tragedi dengan  stadion terburuk sepanjang masa, yaitu tragedi Heysel dan Hillsborough.

Sejarah Awal Berdirinya Liverpool FC

Pada saat itu Presiden Klub Everton FC sekaligus pemilik stadion Anfield John Houlding berseteru dengan komite Everton FC. Mereka berseteru akibat perbedaan pendapat tentang Harga sewa stadion saat itu. Houlding menginginkan harga sewa stadion naik, namun Pihak komite menolak usulan tersebut. Lalu, pada akhirnya Everton memutuskan untuk pindah markas ke Goodison Park pada tahun 1892.

Akibatnya Stadion Anfield mengalami kekosongan, tidak ada Klub Sepakbola yang bermain disana. Maka, Houlding dengan cepat memutuskan untuk mendirikan sebuah Klub sepakbola untuk bermain di Anfield. Kemudian, terbentuklah Liverpool. Awalnya Klub ini bernama Everton FC and Athletic Grounds, Ltd atau  Everton Athletic. Akan tetapi, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menolak nama tersebut, karena tidak boleh ada dua tim bernama Everton. Lalu pada akhirnya, bulan Juni 1892 John Houlding memberi nama Klub dengan nama Liverpool FC.

Liverpool Mengawali debutnya bermain di Liga Lancashire dan langsung berhasil menjadi juara. Kemudian pada musim 1893-94, klub bergabung dengan Divisi II Liga Inggris (Football League Championship). Pada musim pertamanya sebagai peserta, Liverpool langsung berhasil menjadi juara dan berhak untuk promosi ke Divisi I (Liga Primer Inggris). Liverpool kembali mengulangi kesuksesannya setelah menjadi juara pada musim pertamanya di Liga pada tahun 1900/01.

Prestasi Bill Shankly

Penampilan Liverpool FC tidak selalu konsisten pada periode setelah Perang Dunia II. Setelah meraih gelar Liga inggris keempat mereka pada tahun 1947, klub minim prestasi, bahkan mereka terdegradasi ke Divisi dua pada tahun 1954/55. Namun, Liverpool berubah menjadi lebih baik setelah Bill Shankly melatih klub. Pada awal kepelatihannya Shankly  melepaskan seluruh skuad pada tim utama.

Metode yang dipakai Shankly mulai membuahkan hasil. Mereka bershasil kembali ke Divisi I pada tahun 1962/63. Kemudian, Liverpool juga memenangkan Liga utama dua tahun kemudian. Selama Shankly menjadi manajer, Liverpool berhasil mengoleksi dua gelar Liga Inggris tahun 1966 dan 1973, dua gelar Piala FA tahun 1965 dan 1974, serta trofi Komepetisi Eropa pertama mereka, yaitu Piala UEFA pada tahun 1973. Kemudian Pada tahun 1974, Shankly mengundurkan diri dari kursi kepelatihannya untuk beristirahat dari dunia Sepak Bola. Kemudian, sang Asisten Bob Paisley meneruskan kursi kepelatihan Liverpool.

Prestasi Bob Paisley

Pergantian manajer tak membuat dominasi Liverpool berhenti. Di Tangan Paisley, Liverpool menjadi tim yang lebih konsisten lagi selama sembilan tahun dia bertugas. Klub berhasil memenangkan enam gelar Liga utama dan tiga gelar Piala Liga Inggris. Koleksi Trofi kompetisi  Eropa mereka juga bertambah, dengan  meraih satu Piala UEFA dan tiga Piala Eropa pada tahun 1976 dan 1981.

Paisley kemudian pensiun pada tahun 1983 dan asistennya Joe Fagan menggantikan posisinya. Sebagai penerus dari Bob Paisley, Joe Fagan yang pada saat itu sudah berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool pada musim pertamanya,  yaitu juara Liga Inggris, juara Piala Liga dan juara Liga Champions. Prestasi ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepak bola pertama di Inggris yang mampu meraih treble winner atau 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi.

Tragedi Heysel dan Hillsborough

Tetapi Sayangnya, catatan emas itu ternoda dengan insiden di Stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum laga pertandingan final Liga Champions antara Liverpool melawan Juventus yang menewaskan 39 orang, sebagian besar korbannya adalah pendukung dari Juventus. Akibat dari insiden tersebut FIFA melarang bagi semua klub sepak bola dari Liga Inggris untuk ikut berkompetisi di Eropa selama 5 tahun lamanya. Dan Liverpool FC pun mendapat sanksi tidak boleh mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya berkurang menjadi 6 tahun

Setelah peristiwa yang mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun sebagai manajer dan selanjutnya Kenny Dalglish menjadi manajernya. Dia merangkap sebagai manajer dan pemain. Walaupun, Kenny Dalglish pada saat itu sudah menjadi pemain yang hebat. Akan tetapi, harus bisa membuktikan kualitasnya sebagai seorang manajer.

Dengan absennya di Kompetisi Eropa, Liverpool hanya fokus pada kompetisi domestik. Namun, setelah memenangkan dua gelar Liga pada tahun 1986/87 dan 1988 /89 dan Piala FA pada tahun 1985, kembali terjadi bencana untuk Liverpool. Pada semifinal Piala FA 1989/90 antara Liverpool melawan Nottingham Forest di Hillsborough, 94 penonton tewas dalam kerumunan penonton di stadion dan hanya enam menit setelah peluit pertandingan dimulai. Sampai hari ini, bencana Hillsborough masih menjadi bencana stadion terburuk sepanjang masa di sepak bola liga Inggris.

Kemerosotan Liverpool FC

Setelah meraih gelar Liga kesembilan mereka pada tahun 1990/91, Liverpool mengalami penurunan. Mereka hanya mempersembahkan  beberapa trofi Piala Liga Inggris dan penampilan di liga yang biasa-biasa saja. Hingga berlanjut sampai beberapa tahun kemudian. Namun, ada satu kebanggaan untuk mereka pada masa penurunan ini. Setelah mereka berhasil mencapai final Liga Champions pada tahun 2005, Liverpool berhasil memenangkan trofi, bahkan mereka bangkit dari ketertinggalan 3-0 di babak pertama dan pada akhirnya mengalahkan AC Milan melalui adu penalti.

Gelar Juara Liga Inggris yang ditunggu setelah beberapa dekade akhirnya tiba pada tahun 2020. Ketika pelatih asal Jerman, Jurgen Klopp mencatatkan sejarah untuk Liverpool FC dengan mempersembahkan gelar tersebut.

Info  dasar

Berdiri : 1892

Negara: Inggris

Kota: Liverpool

Halaman rumah

Anfield Stadium (1892- sampai sekarang)

Prestasi

Divisi Pertama/Liga Premier : 19

Piala FA : 7

Piala Liga Inggris : 8

Liga Champions : 5

Piala UEFA:  3

Rekor klub

Game yang paling banyak dimainkan: Ian Callaghan (857)

Pencetak gol terbanyak : Ian Rush (346)

Baca juga Sejarah Klub lainnya :

ARSENAL FC

ASTON VILLA FC

BARSNLEY FC

BIRMINGHAM CITY FC

BLACKBURN ROVERS FC

BLACKPOOL FC

CHELSEA FC

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: