Sejarah Fulham FC

Sejarah Fulham Football Club. Fulham Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di kota Fulham, London.  Mereka akan bersaing di Liga Premier pada musim 2022–23 setelah mereka promosi dari Divisi Championship musim lalu. Berdiri pada tahun 1879 dan mereka adalah termasuk klub sepak bola tertua di London yang bermain secara profesional. Fulham menjadi anggota English Football League pada tahun 1907, hasil terbaik mereka di Divisi satu adalah tempat ketujuh pada tahun 2009. Yang membuat mereka berhak lolos ke Liga Eropa dan mereka kemudian mencapai final pada tahun 2010  tetapi kalah melawan Atletico Madrid. Satu kali di final Piala FA, yang terjadi pada tahun 1975. Nama-nama pemain terkenal seperti Johnny Haynes, Bobby Moore, Rodney Marsh dan George Best telah menjadi bagian dari tim selama bertahun-tahun.

Klub telah menghabiskan 27 musim di divisi teratas sepak bola Inggris, yang sebagian besar berada dalam dua periode. Yaitu, selama tahun 1960-an dan 2000-an. Fulham telah mencapai dua final kompetisi utama, yaitu pada tahun 1975 mereka kalah 2-0 melawan West Ham United di Final Piala FA sebagai tim Divisi Kedua dan pada tahun 2010 mereka bermain melawan Atletico Madrid di Final Liga Eropa UEFA, mereka juga kalah 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Rival utama Fulham adalah dengan sesama klub London Barat yaitu, Chelsea, Queens Park Rangers dan Brentford. Klub mengadopsi kemeja putih dan celana pendek hitam pada tahun 1903, mereka menggunakannya sampai saat ini. Pada tahun 1995, klub berada dalam masalah keuangan. Semuanya berubah menjadi lebih baik setelah pengambilalihan oleh Mohamed Al Fayed. Dia tidak hanya menyelamatkan klub dari ancaman kebangkrutan, pengambilalihannya juga diikuti oleh periode besar di lapangan. Hanya dalam beberapa tahun, tim naik dari Divisi 3 ke Liga Premier.

Sejarah Awal Berdiri Fulham

Fulham berdiri pada tahun 1879, Fulham adalah salah satu klub sepak bola Inggris tertua. Klub ini berasal dari Fulham St. Andrew’s Sunday School FC. Fulham telah memenangkan Nort Conference League pada musim 1905-06 dan 1906-07, dan bergabung dengan Divisi Kedua English Football League pada musim berikutnya.

Fulham memulai keberadaannya pada tahun 1879 sebagai Klub Kriket & Sepak Bola St Andrew, yang didirikan oleh para penyembah di Gereja St. Andrew, Fulham di Star Road, Kensington Barat , yang masih berdiri hingga sekarang dengan sebuah plakat untuk memperingati pendirian tim. Seragam klub yang pertama adalah kemeja biru tua dan biru muda dengan celana pendek putih. Fulham mulai bermain di Stadion Craven Cottage pada tahun 1896 sampai saat ini. Pertandingan pertama mereka melawan rival yang sekarang klubnya sudah tidak ada, Minerva FC

Fulham memperoleh status profesionalnya pada 12 Desember 1898. Dan merupaka yang sama ketika mereka diterima di divisi ke-2 Liga Selatan. Fulham masuk ke Liga Sepak Bola nasional setelah memenangkan gelar kedua Liga Selatan. Pertandingan liga pertama klub, pada musim 1907-08 Divisi 2 mereka kalah 1-0 di kandang Hull City pada 3 September 1907. Kemenangan pertama datang beberapa hari kemudian pada 7 September 1907 di Derby County Baseball Ground , dengan skor 1-0.

Penampilan Profesional Pertama Fulham FC

Kejutan musim pertama mereka adalah saat menang tandang 8–3 di kandang Luton Town dalam pertandingan Piala FA. Klub sebenarnya berhasil mencapai semi-final turnamen itu, tetapi mereka mereka kalah 6-0 oleh Newcastle United.

Setelah bertahan di Divisi 2 Liga Inggris mereka pada akhirnya terdegradasi ke Divisi 3 pada musim 1927-28. Mereka tertahan selama 3 musim di Divisi 3 Selatan. Fulham akhirnya memenangkan kompetisi pada musim 1931-32 dan kembali Promosi ke Divisi 2. Catatan emas mereka pada saat itu adalah, mengalahkan Torquay United 10-2, memenangkan 24 dari 42 pertandingan dan mencetak 111 gol. Musim berikutnya, mereka hampir kembali promosi kedua berturut-turut. Setelah finis ketiga di bwah Tottenham Hotspurs dan Stoke City. Pada 8 Oktober 1938, Craven Cottage mencatatkan kehadiran tertinggi sepanjang masa. Saat pertandingan melawan Millwall, dengan 49.335 penonton yang menonton pertandingan.

Fulham akhirnya Promosi ke papan atas sepakbola Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah pada musim 1949-50. Tetapi klub tampil buruk, setelah finis di urutan ke-17 di tahun pertama dan ke-18 di tahun kedua. Dan di musim ketiga mereka berkompetisi di  sepak bola Divisi Pertama, Fulham finis di posisi terbawah liga dari 22 tim yang ikut serta pada musim 1951–52. Hanya memenangkan 8 dari 42 pertandingan dan akhirnya Fulham kembali ke Divisi 2.

Selama Beberapa musim Fulham tampil biasa-biasa saja di Divisi 2, tetapi kemudian klub mencapai semi final Piala FA pada tahun 1958 dan juga memenangkan promosi kembali ke Divisi 1 di musim berikutnya 1958-59, setelah finis kedua di bawah Sheffield Wednesday.

Legenda Fulham

Karakter yang paling berpengaruh dalam sejarah Fulham, adalah Johnny Haynes. Dia mendapat Julukan sebagai “Mr. Fulham” atau “The Maestro”, menandatangani kontrak dengan Cottagers sebagai anak sekolah pada tahun 1950, membuat debut tim pertamanya pada laga Boxing Day tahun 1952 melawan Southampton di Craven Cottage. Haynes selama bermain telah membuat 657 penampilan dan bersama dengan banyak rekor klub lainnya juga. Penampilan terakhirnya untuk Fulham datang pada 17 Januari 1970. Dia sering dianggap sebagai pemain terhebat dalam sejarah Fulham dan tidak pernah bermain di Klub Inggris lainnya selain untuk Fulham.  Ia memperoleh 56 caps untuk Inggris (22 sebagai kapten), [9]dengan banyak yang diperoleh saat bermain untuk Fulham di Divisi Kedua. Haynes Meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 2005.

Prestasi terbaik Fulham di Liga Inggris adalah satu-satunya final Piala FA mereka pada tahun 1975, setelah memenangkan semifinal pertama mereka dalam lima kali upaya musim – musim sebelumnya. Klub tersebut kemudian kalah dari West Ham United di final.

Ketika klub terdegradasi lagi ke Divisi Ketiga pada tahun 1986. Klub hampir gulung tikar di tahun 1987 dengan kegagalan upaya merger dengan Queens Park Rangers.

Pada tahun 1992, berdiri Liga Premier Inggris dan perubahan untuk  seluruh divisi teratas dari Football League, membuat Fulham masuk ke Divisi ke-2 atau EFL One tetapi mereka langsung terdegradasi ke Divisi 3 yang baru musim 1993-94. Pada Februari 1996, klub menunjuk pemain saat itu Micky Adams sebagai manajer dan pada musim panas tahun itulah menandakan mulainya era baru Fulham.

Sejarah Kepemilikan Baru Fulham

Jutawan Mohamed Al-Fayed membeli klub dan memecat Adams setelah Fulham berada di papan tengah. Dan dia berjanji bahwa klub akan mencapai Liga Premier Inggris dalam waktu lima tahun. Pada Mei 1998, Klub memberikan penuh tugas manajerial kepada Keegan, yang berhasil membawa klub  promosi spektakuler musim berikutnya, memenangkan 101 poin dari kemungkinan 138.  Setelah  mengontrak Paul Peschisolido dari West Bromwich Albion yang merupakan pencetak gol terbanyak Klub.

Prancis Jean Tigana mendapat tugas untuk membawa Klub Promosi dan dengan hanya dua perubahan ke tim, termasuk striker Prancis Louis Saha. Ia membimbing Fulham untuk promosi ketiga mereka dalam lima musim di musim 2000-01. Mencetak 90 gol dalam 46 pertandingan. Itu memberikan status papan atas Fulham untuk pertama kalinya sejak 1968, yang hanya memakan waktu empat tahun, satu tahun lebih cepat dari janji Al Fayed. Selama musim ini, kapten klub dan manajer selanjutnya Chris Colemanterlibat dalam kecelakaan mobil yang membuatnya absen selama lebih dari setahun dan akhirnya mengakhiri karir bermainnya setelah ia gagal melakukan pemulihan yang memadai. Perjalanan Fulham melalui divisi melihat banyak pemain datang dan pergi, dan satu-satunya pemain yang bermain untuk klub di keempat liga adalah Sean Davis, memang dia adalah salah satu dari sedikit pemain yang pernah bermain di empat divisi sepak bola profesional dengan satu tim.

Tahun-tahun Liga Premier

Musim Liga Premier pertama mereka sebagian besar mengecewakan, Mereka hanya  finis ke-13. Karena pembatasan klasemen, Fulham pindah ke Loftus Road selama musim 2002–03 dan 2003–04 sementara stadion mereka sendiri dibangun kembali, tetapi kemudian kembali ke Craven Cottage.

Musim berikutnya melihat Fulham sangat dekat dengan zona degradasi, dan ketua Mohammed Al Fayed mengatakan kepada Tigana bahwa kontraknya tidak akan diperpanjang pada akhir musim. Tapi hasil yang buruk, yang berpuncak pada kekalahan kandang 4-0 oleh Blackburn Rovers membuatnya dipecat sebelum musim berakhir dengan degradasi yang sangat dekat. Chris Coleman mengambil alih lima pertandingan di akhir musim itu (2002–03), menghasilkan 10 poin dari kemungkinan 15 poin untuk Fulham dan mempertahankan tempat di Liga Premier untuk musim berikutnya. Coleman diberi pekerjaan manajer secara permanen pada musim panas 2003 dan meskipun prediksi bahwa kurangnya pengalaman Coleman akan mengakibatkan degradasi Fulham.

Akan tetapi Dia membuat klub berada jauh dari Zona degradasi, membimbing mereka ke rekor klub setelah berada di peringkat kesembilan di musim debutnya. Ini mungkin lebih besar jika klub tidak berada di bawah tekanan keuangan yang signifikan untuk menjual Louis Saha ke Manchester United. Di mana mereka menerima rekor klub £ 13 juta.

Era Roy Hodgson

Roy Hodgson ditunjuk sebagai manajer baru Fulham pada 28 Desember 2007, dan mengambil tugas kontraktualnya pada 30 Desember 2007, [20] hanya dua hari sebelum jendela transfer Januari dibuka.

Masa jabatan Hodgson berawal dengan kekalahan 2-1 dari Chelsea pada Hari Tahun Baru, lalu hasil imbang tanpa gol dengan Bolton Wanderers di Stadion Reebok sebelum ia mengklaim kemenangan pertamanya lima hari kemudian melawan Aston Villa , berkat tendangan bebas khas Jimmy Bullard.

Pada musim 2008-09 merupakan pencapaian terbaik Klub. Dengan menyelesaikan musim berada di peringkat ke-7. Hal ini membuat Fulham berhak Tampil Di Liga UEFA. Lalu, pada musim berikutnya melihat Fulham mencapai kesuksesan terbesarnya mencapai Final Liga Europa 2009-10 walaupun harus kalah dari Atletico Madrid 2-1 setelah perpanjangan waktu. Klub juga finis di urutan ke-12 di Liga Premier musim itu. Hal ini mengakibatkan Roy Hodgson terpilih sebagai Manajer LMA Tahun tersebut.

Setelah itu penampilan Fulham biasa – biasa saja, bahkan beberapa musim kemudian mereka terdegradasi ke Divisi Championship dan menjadi tim Yo-yo. Musim 2021-22 Fulham berhasil menjuarai Divisi kedua atau Championship dan berhak Promosi secara otomatis ke Liga Premier Inggris.

Info Dasar

Berdiri : 1879

Negara: Inggris

Kota: Fulham

Stadion

Half Moon (1891-1895)

Captain James Field (1895-1896)

Craven Cottage (1896-2002)

Loftus Road (2002-2004)

Craven Cottage (2004- Sampai Sekarang)

Prestasi

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: