Sejarah Bradford City AFC

Bradford City Association Football Club atau juga Bradford City AFC adalah klub sepak bola Inggris yang memiliki sejarah panjang. Berdiri pada tahun 1903 di kota Bradford, Inggris. Untuk memperkenalkan olahraga ini ke West Riding of Yorkshire, yang hingga saat itu hampir seluruhnya condong ke liga rugby. Bradford City terpilih masuk kompetisi English Football League untuk menggantikan Doncaster Rovers di Divisi Dua dan stadion Valley Parade merupakan kandang mereka sejak saat itu. Klub  memenangkan gelar Divisi Dua pada tahun 1908 dan Piala FA pada tahun 1911. Keduanya di bawah manajemen Peter O’Rourke, sebelum mereka terdegradasi dari Divisi Satu pada musim 1921–22.

Bradford City adalah klub dengan sejarah panjang, penampilan terbaik mereka di liga domestik tertinggi adalah pada tahun 1911 dan berakhir di posisi kelima. Pada tahun yang sama klub memenangkan satu-satunya gelar Piala FA.

Sejarah Terbentuknya Bradford City

Bradford City berdiri pada tahun 1903 yang awalnya merupakan Klub Rugby yang bernama Manningham Rugby Football Club. Klub Liga Rugbi Manningham, berdiri pada tahun 1880 dan merupakan pemenang kejuaraan Liga Rugbi perdana pada tahun 1895. Pada saat peralihan dari Rugby ke Sepak Bola, Manningham mengalami masa-masa sulit dan pada tahun 1903 ketika mereka didirikan, mereka terpilih masuk ke divisi kedua Football League Liga selain membuat debut di Piala FA mereka. Di musim kelima mereka yaitu pada tahun 1908, mereka memenangkan Divisi 2 dan promosi ke Divisi utama Football League. Tiga tahun kemudian mereka memenangkan Piala FA setelah mengalahkan Newcastle United di partai final  pada tahun 1911. Kemenangan Piala FA tetap menjadi trofi terbaik era 1910-an yang menjadi keunggulan Bradford City.

Periode Setelah Perang Dunia I (1919–1938)

Setelah Perang Dunia I berakhir Liga Inggris kembali bergulir  musim 1919-20. Bradford hanya finish ke-15 di liga yang merupakan posisi terendah City sejak musim pertama mereka berkompetisi di Divisi Satu. Setelah sepuluh Bradford bermain di Divisi Satu dan kehilangan O’Rourke sebagai manajer pada tahun 1921, mereka harus terdegradasi kembali ke Divisi Dua. Ketika itu mereka kehilangan semua poin dari lima pertandingan terakhir mereka pada musim 1921–22.

Kemudian Bradford City kembali harus terdegradasi lagi ke Divisi III Utara. Degradasi Ini akan menjadi penantian selama 77 tahun sampai Bradford City kembali berkompetisi di divisi teratas sepak bola Inggris.

Bradford harus terdegradasi lagi ke Divisi Tiga pada musim 1920–21,  karena mereka finis di dasar klasemen. Bahkan musim itu juga rekor kekalahan terbesar terjadi. Ketika mereka harus menelan kekalahan  8–0 dari Manchester City di pertandingan terakhir musim itu. Ditambah lagi masalah keuangan menimpa Klub, sehingga gaji para pemain pun tidak sanggup mereka bayar. Jika bukan karena sumbangan dari para penggemarnya, Bradford City terancam tidak bisa ikut berkompetisi lagi pada musim berikutnya.

Legenda Bradford City Peter O’Rourke

Peter O’Rourke kembali menjadi manajer pada musim 1927-28. Beberapa rekor positif pun terjadi setelah O’rourke melatih Klub. Salah satunya rekor kemenangan 11–1 atas Rotherham United, Rekor klub pun terjadi setelah mereka berhasil mencetak 128 gol dalam satu musim. Klub juga berhasil promosi ke Divisi dua.

O’Rourke pergi lagi untuk kedua kalinya pada tahun 1930, setelah dia mengundurkan diri karena berelisih dengan Pihak Klub. Bradford menghabiskan delapan musim di Divisi Dua. Peringkat terbaik  mereka setelah degradasi dari Divisi satu, ketika mereka berhasil menempati peringkat keenam divisi dua pada musim 1933-34. Setelah itu Kompetisi kembali berhenti karena terjadi perang dunia II.

Bradford City Turun ke Divisi Paling Bawah

Setelah perang dunia II berakhir kompetisi kembali bergulir dan dengan Manajer baru Jack Barker. Tetapi, Barker hanya bertahan delapan bulan sampai ia digantikan oleh mantan pemain Leeds United Jack Milburn pada tahun 1946. Bradford harus memulai kompetisi di Divisi III saat itu. Milburn memimpin City ke posisi kelima di musim pertamanya tetapi hanya bertahan di musim lain. Setelah itu Bradford City menjalani musim yang biasa – biasa saja sampai pada musim 1960-61. Mereka kembali terdegradasi ke Divisi IV pada musim tersebut.

Meskipun rekor kekalahan terbesar klub kembali terjadi, yaitu dengan skor  9-1 dari Colchester United pada tanggal 30 Desember 1961. Akan tetapi Bradford City berada di urutan kelima pada musim 1961-62, dan David Layne berhasil mencetak 34 Gol dan menjadi rekor klub untuk pencetak gol terbanyak untuk satu musim. Tetapi mereka gagal promosi hanya kalah satu poin dari peringkat diatasnya. Layne Pergi ke Sheffield Wednesday dan Bradford terpuruk setelah  menempati urutan ke-23 pada musim berikutnya.

Striker Bobby Ham, yang mencetak 18 gol telah membantu Bradford masuk ke Divisi Tiga pada musim 196869. Dia kembali menjadi pencetak gol terbanyak pada musim berikutnya, tetapi tugasnya untuk membantu klub di Divisi Tiga berumur pendek karena dia memutuskan untuk pergi. Setelah kepergian Ham, kemudian Bruce Bannister, yang telah mencetak 60 gol selama tujuh musim bersama klub juga memutuskan untuk pindah ke klub lain. Bradford kembali terdegradasi kembali ke divisi terbawah Footbal League pada musim 1971–72. Tetapi musim itu menjadi  debut Ces Podd, yang kemudian membuat rekor 502 pertandingan liga selama 14 musim bersama klub.

Bradford di Periode 1975 – 1994

Bradford menghabiskan lima musim di Divisi Empat. Pada tahun 1975-76 mereka meraih penampilan terbaik di Piala FA  selama lebih dari 50 tahun ketika mereka mengalahkan Norwich City dan masuk perempat final. Setahun kemudian lebih dari 40 gol dari trio striker Dominika Joe Cooke, Terry Dolan dan Don Hutchins membantu Bradford untuk promosi lagi, ketika mereka berada di posisi keempat pada akhir musim. Tetapi klub gagal mempertahankannya dan pada musim berikutnya mereka kembali terdegaradasi ke Divisi Empat. Di bawah manajer baru George Mulhall, Bradford menghabiskan tiga musim dan akhirnya mendapatkan promosi kembali  pada musim 1981–82.

Klub itu kembali mengalami kesulitan keuangan pada musim 1983-84. Klub pun akhirnya dijual. Mantan anggota dewan Jack Tordoff membeli klub tersebut. Dia membentuk perusahaan baru dan memprsiapkan tim untuk memulai kometisi liga Inggris lagi. Penyerang tengah Bobby Campbell dijual ke Derby County untuk menyeimbangkan keuangan klub dan mendatangkan John Hawley sebagai penggantinya. Bradford finis ketujuh dan masih gagal untuk promosi.

Tragedi Kebakaran

Performa bagus berlanjut pada musim berikutnya musim 1984-85, klub memulai 13 pertandingan dengan tak terkalahkan, waktu itu Campbell menjadi pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa, mengalahkan rekor sebelumnya milik Frank O’Rourke. Promosi sudah mereka pastikan ketika mereka mendapatkan gelar juara pertama untuk klub sejak 1929 setelah menang 2-0 atas Bolton Wanderers. Tetapi Keberhasilan itu ternoda olah tragedi kebakaran di Valley Parade ketika Bradford bertanding melawan Lincoln City. Sebanyak 56 orang meninggal dan klub pun tidak bisa bermain di Valley Parade selama hampir 20 bulan. Padahal para penggemar mereka seharusnya merayakan keberhasilan atas promosi klub.

Pada 1987-88, klub nyaris kembali ke divisi teratas akan tetapi mereka kehilangan promosi tersebut pada hari terakhir musim. Mereka finis keempat setelah kekalahan pada pertandingan terakhir mereka dari Ipswich Town dan harus menjalani babak Play-0ff. Tetapi mereka kalah dari Middlesbrough di babak play-off dan gagal untuk promosi pada musim tersebut. Dua musim berikutnya yaitu musim 1989-90 Bradford harus kembali turun kasta ke Divisi tiga.

Periode Liga Premier Inggris

Selama tiga musim, Bradford berada di  Divisi Dua yang baru, karena pembentukan Liga Premier Inggris secara kasta mereka menjadi berkompetisi di kasta ketiga. Pada Januari 1994, Geoffrey Richmond mengambil alih kepemilikan Klub. Dia menstabilkan keuangan Klub dan berjanji kepada para penggemar, bahwa dia akan membawa klub promosi ke Liga Premier dalam waktu lima tahun.

November 1995, klub menunjuk  Chris Kamara sebagai manajer. Kemudian, Kamara mengamankan tempat play-off. Bradford City mengalahkan Blackpool FC di semifinal play-off dan mereka lolos ke Final. Mereka akan melawan Notts County di Final. Gol dari Des Hamilton dan Mark Stallard memberi mereka kemenangan 2-0, yang memastikan promosi ke Divisi Satu. Kamara menggunakan 42 pemain pada 1996-97 ketika City menghindari degradasi dengan kemenangan 3-0 di pertandingan terakhir melawan Queens Park Rangers. Klub kemudian memecat Kamara pada Januari 1998 setelah kekalahan di Piala FA dari Manchester City.  

Ketika Richmond menjadi manajer penggantinya yang awalnya secara sementara dan Dia dipermanenkan pada Mei 1998. Meskipun mengawali musim dengan penampilan yang buruk. Tetapi Bradford City berhasil mengamankan promosi ke divisi teratas atau Liga Premier Inggris untuk pertama kalinya dalam 77 tahun sejarah mereka. Mereka menang  3-2 atas Wolverhampton Wanderers di pertandingan terakhir musim 1998-99.

Tim Pembunuh Raksasa

Bradford City hanya bertahan dua musim di Liga Premier sebelum mereka kembali turun kasta ke Liga Championship Ingris. Klub tidak dapat menghindari degradasi, setelah mengalami kekalahan 2-1 dari Everton dan hanya mengumpulkan 26 poin pada akhir klasemen Liga Inggris Musim tersebut. Pada Periode ini selama 19 tahun mereka tidak bisa menembus kembali ke Liga Premier Inggris. Bahkan penampilan mereka tidak Konsisten dan harus Turun Naik kasta dalam beberapa musim tersebut.

Pada Januari 2013, Bradford City menjadi klub pertama dari tingkat keempat atau Englis Fotball League Two sepak bola Inggris sejak Rochdale pada tahun 1962 yang mencapai final Piala Liga Inggris dan klub tingkat keempat pertama dalam sejarah yang mencapai final piala Liga Inggris di Wembley. Mereka mengalahkan tiga tim Liga Premier dalam perjalanan ke final. Wigan Athletic 4–2 melalui adu penalti di babak keempat, Arsenal 3–2 melalui adu penalti di perempat final dan Aston Villa 4–3 secara agregat di dua leg semifinal. Terakhir, mereka bertemu tim Liga Premier Swansea City di final di Wembley, tetapi mereka kalah 0–5. Pada Mei 2013, klub kembali ke Wembley di mana mereka dikalahkan Northampton Town 3-0 di Final play-off League Two untuk mengamankan tempat di League One untuk 2013–14.

Pada tanggal 24 Januari 2015, Bradford City membuat kejutan dengan mengalahkan pemimpin Liga Premier Inggris, Chelsea dengan skor 4-2 di Piala FA . Kemenangan itu mengirim Bradford ke babak kelima untuk pertama kalinya dalam 18 tahun. Di kompetisi tersebut, mereka telah mengalahkan tim papan atas lainnya, Sunderland  untuk mencapai perempat final Piala FA pertama mereka sejak 1976. Bradford tersingkir di perempat final oleh Reading setelah pertandingan ulang.

Pada Musim 2021-22 Bradford City harus tercecer di Divis Football League Two dan sepertinya posisi mereka sekarang masih jauh untuk bisa Promosi.

Info Dasar

Berdiri : 1903

Negara: Inggris

Kota: Bradford

Stadion

Valley Parade (1903-Sampai Sekarang)

Prestasi

Piala FA : 1

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: