Sejarah Borussia Dortmund

Sejarah Borussia Dortmund

Sejarah Borussia Dortmund. Borussia Dortmund bukan saja sebuah klub sepak bola, tetapi juga klub untuk bola tangan wanita dan tenis meja putra. Borussia Dortmund  mempunyai banyak lika-liku perjalanan sebelum akhirnya menjadi salah satu klub tersukses di Bundesliga.

Awal Berdiri Borussia Dortmund

Dortmund berdiri pada hari Minggu 19 Desember 1909 oleh tujuh belas pemain Sepak Bola dari Dortmund. Berdiri dengan nama lengkap Ballspiel-Verein Borussia 1909 e. V. Dortmund. Borussia berasal dari nama Preußen (Prussia) yaitu nama kerajaan bangsa Jerman. Karen kata kerajaan bersifat feminim secara tata bahasa, maka Prussia menjadi Borussia. Pada zaman itu bermunculan klub-klub dengan nama kedaerahan seperti: Westfalia, Rhenania dan Germania.

Borussia Dortmund adalah klub sepak bola di Jerman berbasis di kota Dortmund, Nordrhein-Westfalen. Tim ini bermain di Bundesliga dan termasuk salah satu klub yang paling sukses di sejarah Sepak Bola Jerman.

BVB berarti Klub Borussia untuk Olahraga Bola. BVB sering dikatakan kepanjangan dari “Borussen vom Borsigplatz” atau diartikan Pendukung Borussia yang berasal dari Borsigplatz, yang merupakan distrik sebelah utara Dortmund. Klub ini diresmikan pada sebuah restoran bernama ”Zum Wildschütz”.

Dortmund berdiri hari Minggu 19 Desember 1909 dengan nama lengkap Ballspiel-Verein Borussia 1909 e. V. Dortmund. Borussia berasal dari nama Preußen (Prussia) nama kerajaan bangsa Jerman. Dikarenakan kata “kerajaan” bersifat feminim secara tata bahasa, maka Prussia menjadi Borussia.

Pendukung

Pendukung Borussia Dortmund mendapat julukan Die Borussen (The Borussian), Die Schwarzgelben (The Black Yellows). Sebenarnya warna kebanggaan klub ini pada awalnya adalah Biru Putih dan Merah. Namun setelah beberapa klub bergabung seperti,  Britannia, Rhenania dan Deutcsche Flagge sebelum Perang Dunia I. Maka warna kebanggaan BVB menjadi Kuning Hitam. Schwarzgelben, demikian julukan Borussia Dortmund, terbentuk karena sekelompok orang yang tidak puas dengan gereja yang disponsori Trinity Youth.

Dortmund berada di peringkat teratas. Setiap pertandingan kandang, rata-rata 81.365 orang datang ke Signal Iduna Park. Jumlah itu merupakan kapasitas penuh stadion. Selain padat, pendukung Dortmund juga terkenal berisik plus kreatif.

Stadion

Sejak 1974, Dortmund telah memainkan pertandingan kandang mereka di Westfalenstadion, sesuai dengan nama wilayah asalnya di Westphalia. Stadion ini adalah yang terbesar di Jerman dan Dortmund memiliki kehadiran rata-rata tertinggi dari setiap klub sepak bola di dunia.

Pada bulan Desember 2005 sampai Juni 2011 mereka memakai nama Signal Iduna Park bukan Westfalenstadion. Signal Iduna Park memegang rekor Eropa untuk jumlah pengunjung terbesar pada tahun 2004/2005 dengan jumlah 1,4 juta orang. Kapasitas stadion ini adalah 81.264 orang (berdiri dan duduk) atau 67.000 orang (hanya duduk).

Mulanya, stadion ini milik pemerintah kota Dortmund. Lalu pihak manajemen memutuskan untuk membeli stadion ini. Namun pada tahun 2002, kembali dijual kepada real estate trust karena masalah keuangan yang melanda klub. Pihak manajemen memutuskan untuk membeli kembali secara bertahap hingga 2017. Namun, di tahun 2006 Borussia Dortmund sudah berhasil memiliki stadion ini sepenuhnya dengan bantuan pinjaman dari Morgan Stanley.

Rivalitas

Musuh bebuyutan Borussia Dortmund adalah bukan Bayern Muenchen.  Musuh bebuyutan mereka yang sesungguhnya adalah Schalke 04. Rivalitas kedua tim itu terbungkus dalam tajuk Revierderby.

Tidak seperti El Clasico yang merupakan perang identitas antara nasionalisme Spanyol dengan kebanggaan sebagai orang Katalan. Tidak ada pula bumbu perbedaan pandangan politik dan keyakinan agama antarsuporter laiknya Derbi Old Firm. Secara garis besar, Revierderby cuma soal siapa yang paling jago. Tentang siapa yang paling hebat di kawasan Lembah Ruhr, Negara Bagian North-Rhine Westphalia. Murni karena iri dan dengki akan prestasi satu sama lain. Ini adalah duel dua klub yang sama-sama mewakili kaum proletar meski sebenarnya klub Dortmund lebih dekat dengan kapitalis. Sejarah Borussia Dortmund.

Awal Mula Rivalitas

Rivalitas bermula sejak pertemuan pertama kedua klub pada 3 Mei 1925. Kala itu, Schalke menang 4-2 atas Dortmund. Pada era Gauliga (1936-1944), Schalke juga lebih unggul atas Dortmund, dengan catatan 14 kali menang, 1 kali seri, dan 1 kali kalah. Pada era Oberliga (1947-1963), dominasi berbalik. Dortmund memenangi 15 dari 32 laga Revierderby dan 10 laga lainnya berakhir imbang. Sejak era Bundesliga  pada tahun 1963, keduanya mulai seimbang. Tensinya juga semakin panas.

Pada masa itu, Schalke yang dekat dengan kaum buruh mendapat dukungan penuh dari Adolf Hitler, sang penguasa Jerman periode 1934-1945. Beredar kabar, tujuan Hitler mendukung Schalke adalah karena ingin meraup simpati kaum buruh dan membentuk klub yang mampu menjegal prestasi Bayern Muenchen, klub yang lekat dengan image Yahudi.

Salah satu laga yang menyakitkan bagi fans Dortmund adalah terjadi pada 4 Maret 1972 di Rote Erde kandang lama Dortmund. Mereka kalah tiga gol tanpa balas dari rivalnya itu. Gara-gara hasil itu, Dortmund jadi terdegradasi dari Bundesliga dan baru kembali lagi tahun 1976.

Kejadian menarik lainnya terjadi ketika memasuki dekade 90-an. Pada 1991, kala itu Dortmund membutuhkan kemenangan untuk menjuarai liga. Namun Schalke secara spektakuler mengalahkan mereka dengan skor 5-2 dan membuat Dortmund harus menelan pil pahit kehilangan gelar Bundesliga yang akhirnya direbut Stuttgart dengan hanya beda selisih gol.

Meski begitu, seiring berjalannya waktu, prestasi Dortmund bisa dibilang lebih baik ketimbang Schalke. Der BVB tercatat mengoleksi 8 trofi Bundesliga, sedangkan Die Koenigsblauen cuma punya 7. Ajang DFB Pokal, Schalke memiliki koleksi 5 trofi, cuma berselisih satu trofi dengan Dortmund. Jadi Schalke unggul kalau di DFB Pokal.

Di tingkat Eropa, Dortmund pernah menjuarai Liga Champions, Piala Winners, dan Piala Interkontinental masing-masing sekali. Sedangkan, Schalke pernah satu kali menjuarai Piala UEFA dan dua kali Piala Intertoto.

Prestasi

Dortmund menjadi klub pertama yang meraih Piala di Kompetisi Eropa sebelum Bayern Munchen. Tetapi setelah itu performa Dortmund bisa dibilang menurun sampai akhir 80-an.

Masuk untuk kali pertama ke Bundesliga pada tahun 1963, Tetapi pada tahun 1966 Dortmund berhasil mendapatkan Piala Winners UEFA. Borussia Dortmund telah memenangi delapan titel liga Jerman, tiga DFB Pokal, Lima Piala Super DFL, satu Liga Champions dan satu Piala Winners. Titel Piala Winners mereka pada tahun 1966 membuat mereka menjadi klub Jerman pertama yang memenangi gelar juara Eropa. Sejarah Borussia Dortmund.

Perjalanan

Mulai dari akhir 80-an hingga awal 2000 Dortmund menuai masa jayanya. Dimana Mereka dapat meraih beberapa piala di berbagai kompetisi termasuk UEFA Champions League pada tahun 1997 yang pada saat itu Dortmund Dengan pelatihnya yaitu Ottmar Hitzfeld pelatih asal Jerman.

Dortmund pada tahun 2005 sempat  bangkrut dan harus menjual pemain -pemain bintangnya seperti Tomas Rosicky. Namun keuangan Dortmund Sekarang ini bisa dibilang Bagus dan stabil karena banyaknya masukan dari para Sponsor. Itu berkat hasil dari kerja sama yang baik antara Dr Reinhard Rauball dan Hans-Joachim Watzke.

Setelah keuangannya kembali stabil, mereka mulai membenahi skuat. Dortmun merekrut Pelatih bertangan dingin Jurgen Klopp dari Mainz pada 2008. Sedikitnya 6 klub Jerman mengincar Klopp pada saat itu karena berhasil mengantar promosi dengan catatan statistik terbaik dalam hal kesuksesan tekel dan penguasaan bola.

Pembinaan Pemain Muda

Setelah nyaris bangkrut, Borussia Dortmund mengubah strategi bisnisnya. Mereka Mencari pemain belia berpotensi tinggi, mendidiknya sejak usia 14 tahun, dan menjualnya. Cara ini membuat Dortmund setiap tahun punya bintang baru, dan mampu bersaing di Bundesliga dan Liga Champions. Mereka mengambil talenta muda dari seluruh dunia, membentuknya menjadi pemain kelas dunia, dan menjualnya. Manajemen Dortmund meraup untung besar, yang membuatnya tidak tergantung pada penjualan tiket dan sponsor.

Pemain seperti Christian Pulisic dan Ousmane Dembele pernah bermain di  Dortmund. Setelah Keduanya tampil mengesankan lalu mereka menjualnya ke klub besar lainnya. Sekarang, Dortmund punya dua lagi pemain berharga tinggi, Jadon Sancho dan Erlind Haaland.  Manchester United meminati Sancho dan madrid pun mengincar Haaland.

Menjadi pabrik pemain bukan sesuatu yang kebetulan, tapi bagian strategi klub. Manajemen Dortmund tahu mereka tidak bisa bersaing secara finansial dengan Bayern Munich, dan klub-klub Eropa lainnya. Yang diinginkan manajemen Dortmund adalah selalu di level atas Bundesliga, dan hadir di Liga Champions. Hanya itu yang membuat mereka bisa mendapatkan uang. Dortmund tidak punya kemampuan berinvestasi dengan membeli pemain mahal, yang menjadikannya calon juara setiap musim. Yang mereka bisa lakukan adalah investasi pada bakat-bakat muda.

Ketika banyak klub sepenuhnya tergantung pada pemain mapan dan berpengalaman. Dortmund secara berani memasukan pemain muda sebagai starter. Spekulasi yang berani, tapi itulah yang membuat pemain muda dari seluruh dunia memilih Dortmund.

Mencari pemain muda berbakat bukan sesuatu yang mudah. Di masa lalu, Ajax Amsterdam terkenal dengan kemampuan ini. Beberapa klub mengikuti jejak klub asal Belanda itu tapi tak terlalu sukses. Tetapi manajemen Dortmund sangat piawai dalam berspekulasi seperti itu. Sejarah Borussia Dortmund.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *