Sejarah Bolton Wanderers FC

Bolton Wanderers adalah klub dengan banyak sejarah Sepak Bola. Bolton termasuk di antara dua belas tim yang merupakan anggota asli Football League ketika terbentuk. Mereka menempati peringkat kelima musim pertama Football League tahun 1888-89. Namun Klub ini tidak pernah memenangkan Liga Inggris kasta teratas sejak kompetisi Liga Inggris berdiri. Tetapi mereka telah memenangkan Piala FA empat kali dan menjadi runner-up dua kali di Piala Liga Inggris. Dua pemain paling menonjol selama bertahun-tahun adalah Joe Smith dan Nat Lofthouse.

Sejarah Awal Berdiri Bolton Wanderers

Pendeta Thomas Ogden adalah seorang kepala sekolah di Christ Church School di Blackburn Street . Dia mendirikan klub Sepak Bola ini Awalnya menggunakan nama yang sama dengan nama Gereja pada tahun 1874. Kemudian Klub meninggalkan gereja setelah murid-murid di Christ Church School berselisih dengan pendeta dan kemudian mengubah namanya menjadi Bolton Wanderers pada tahun 1877. Nama itu dipilih karena klub awalnya mengalami kesulitan untuk menemukan tempat permanen untuk bermain, setelah berpindah tempat sebanyak  tiga kali dalam empat tahun pertama dari keberadaannya.

Bolton Wanderers FC berbeda dengan Wanderers FC. Bolton menggunakan kata Wonderers karena awalnya mereka selalu berganti markas tempat mereka bermain  kandang. Mereka mencapai final Piala FA untuk pertama kalinya pada musim 1893-94, tetapi mereka kalah 4-1 dari Notts County di Goodison Park. Satu dekade kemudian mereka menjadi runner-up untuk kedua kalinya setelah kalah 1-0 dari Manchester City di Crystal Palace pada 23 April 1904. Hampir dua puluh tahun kemudian, pada musim 1922-23, mereka baru berhasil memenangkan Piala FA untuk pertama kalinya.

Periode sebelum dan setelah Perang Dunia I adalah periode kesuksesan Bolton yang paling konsisten yang terukur dengan penyelesaian peringkat akhir musim Klasemen liga. Termasuk ketika Bolton memenangkan Piala FA setelah mencapai Final untuk ketiga kalinya dan merupakan Trofi pertama mereka di Liga Inggris. Mereka mengalahkan West Ham United dengan skor 2-0 di final. Pertandingan tersebut dikenal sebagai The White Horse Final yang disaksikan lebih dari 127.000 pendukung. Setelah itu, mereka juga memenangkan Trofi yang sama  pada tahun 1926 dan 1929. Mereka  mengalahkan Manchester City  dan Portsmouth pada masing-masing Final tersebut.

Bolton Wandrers Periode 1929–1958

Bolton Wanderers menikmati masa keemasan Dari tahun 1935 hingga 1964. Dengan pemain bintang mereka yang terkenal pada tahun 1950-an, yaitu Nat Lofthouse .

Pada tanggal 9 Maret 1946, terkenal dengan tragedi Burnden Park, yang pada saat itu merupakan tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Inggris. Kejadian tersebut terjadi di Stadion Kebanggaan Bolton saat itu. Tiga puluh tiga  penggemar Bolton tewas terinjak penonton lainnya dan 400 lainnya cedera. Kejadian tesebut terjadi dalam pertandingan leg kedua perempat final Piala FA antara Bolton melawan Stoke City. Dalam pertandingan tersebut diperkirakan ada 85.000 penonton yang berdesakan, setidaknya stadion kelebihan kapasitas sebanyak 15.000 orang.

Satu lagi pertandingan Final Piala FA yang terkenal terjadi Pada tahun 1953. Ketika itu, Bolton bermain di final Piala FA. Pertandingan tersebut terkenal dengan nama Final Stanley Matthews. Tapi sayangnya Bolton kalah dari Blackpool 4–3 setelah memimpin mereka memimpin lebih dulu 3–1. Tetapi Blackpool berhasil membalikan keadaan menjadi 4-3 berkat kehebatan Stanley Matthews dan gol Stan Mortensen.

Bolton Naik Kasta dan kembali Terdampar (1958–1995)

Bolton kembali memenangkan Trofi Piala FA pada tahun 1958. Ketika itu, dua gol Lofthouse membuat Bolton berhasil mengalahkan Manchester United di final Piala FA dengan Skor 2-0. Sejak saat itu Bolton belum pernah memenangkan trofi utama lagi sejak tahun 1958 sampai sekarang musim 2021-22. Sejauh ini pencapaian terbaik mereka adalah menjadi runner-up di Piala Liga Inggris, pada tahun 1995 dan satu lagi pada tahun 2004.

Pada musim 1977-78 Bolton menyegel gelar Divisi Kedua dan mendapatkan promosi ke Divisi Pertama. Namun, mereka hanya bertahan selama dua musim dan kemudian terdegradasi kembali ke Divisi II pada musim 1979-80. Bahkan mereka terdegradasi lagi ke Divisi III Pada musim 1982-83. Bolton terdegradasi ke Divisi Ketiga setelah mengalami kekalahan pada pertandingan terakhir Liga dari Charlton Athletic dengan Skor 4-1.

Walaupun gagal promosi ke Divisi II untuk musim 1983-84, tetapi Bolton menciptakan Sejarah dan Rekor klub setela Kemenangan dengan skor 8-1 atas Walsall pada musim tersebut. Itu merupaka kemenangan liga terbesar Bolton selama kurun waktu 50 tahun. tetapi pada akhirnya Bolton gagal memenangkan promosi. Pada musim 1986-87 atau empat musim sejak bolton bermain di Divisi III, Bolton Wanderers kembali terdegradasi ke Divisi Keempat untuk pertama kalinya dalam sejarah Klub. Tapi manajemen tetap percaya pada manajer Phil Neal yang baru melatih klub musim sebelumnya dan akhirnya mereka langsung promosi lagi ke Divisi III.

Setelah berusaha selam 5 musim akhirnya Bolton Berhasil Promosi ke Divisi II, bahkan secara beruntun langsung Promosi ke Divisi I atau Liga Premier Inggris pada musim 1992-93 dan musim 1993-94. Tetapi Bolton penampilannya tidak konsisten dalam beberapa musim klub hanya menjadi Tim yang turun naik kasta antara Liga Premier Inggris dan Liga Championship Inggris sampai pada musim 2000-01.

Era Sam Allardyce (1999–2007)

Setelah Bolton berhasil promosi  kembali ke Liga Premier Inggris pada musim 2000-01. Dengan kemenangan atas Preston North End  3-0 di final play-off Liga Championship. Setelah itu Bolton terus berjuang untuk tetap bertahan di Liga Premier Inggris setidaknya selama 11 tahun. Mereka berhasil mencapai final Piala Liga Inggris pada tahun 2004, tetapi sayangnya mereka kalah dari Middlesbrough. Pada tahun 2004-05, Bolton berada di peringkat keenam Klasemen Akhir liga, sehingga berhak lolos kualifikasi untuk Piala UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah Klub.  Musim berikutnya, Bolton berhasil mencapai babak 32 besar tetapi tersingkir oleh tim  asal Prancis Olympique Marseille karena mereka kalah agregat 2-1.

Kebangkrutan Bolton Wanderers (2007–2009)

Musim 2007-08 Bolton berhasil bertahan di Liga Premier Inggris setelah menempati urutan ke-16 pada akhir musim Liga. Serta, Bolton juga berhasil Lolos sampai ke babak 16 besar Piala UEFA setelah disingkirkan oleh Klub asal Portugal Sporting CP.

Bolton mengumumkan bahwa mereka mengalami kesulitan keuangan pada tahun 2010. Imbasnya Bolton harus terdegradasi ke Liga Championship Inggris dua musim kemudian yaitu musim 2011-12. Setelah menempati peringkat ke-18 kalah 1 poin dari peringkat di atasnya Queens Park Rangers.

Sejak saat itu Bolton terus berjuang untuk ke Liga Premier Inggris kembali dan memperbaiki keuangan Klub. Namun bukannya mendapatkan promosi, Bolton Wanderers terdegradasi lagi ke kasta ketiga Liga Inggris atau Football League One untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak tahun 1993. Kemudian promosi lagi dari Football League One musim berikutnya. Namun,  mereka harus terdegradasi kembali ke Football League One pada akhir musim 2018-19 karena  menderita masalah keuangan yang cukup parah.

Info dasar

Berdiri : 1874

Negara : Inggris

Kota : Bolton

Stadion

Park Recreation Ground (1874-1881)

Pikes Lane (1881-1895)

Burnden Park (1895-1997)

Reebok Stadium (1997-Sampai Sekarang)

Prestasi

Piala FA : 4

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: