Logo AS Roma

AS Roma dan Rivalitas

As Roma dan Rivalitas klub di kota roma selalu menjadi perbincangan dunia sepakbola italia. Banyak hal -hal menarik yang telah terjadi dalam beberapa dekade ini. Mari kita ulas hal – hal yang membuatnya menarik.

Awal Berdiri

AS Roma  adalah sebuah klub sepak bola Italia yang bermarkas di kota Roma, Italia. Klub ini berlaga di Serie A Italia.

Italo Foschi mendirikan AS Roma pada musim panas 1927 dengan cara menggabungkan 3 klub sepak bola dari kota Roma, Italia. yaitu, Roman FC, SS Alba-Audace dan Fortitudo dan Pro Roma SGS. Alasannya adalah untuk membentuk sebuah klub sepak bola yang kuat untuk menjadi rival dari klub-klub sepak bola Italia bagian Utara. Namun, ada satu klub di kota Roma waktu itu yang tidak ikut bergabung, yaitu Lazio karena suatu intervensi dari Jenderal Vaccaro, anggota klub dan eksekutif dari Federasi Sepak Bola Italia.

Warna dan Lambang AS Roma

AS Roma mempunyai logo berwarna merah marun dengan trim kuning keemasan. Warna tersebut mewakili warna khas dari Kota Abadi (Roma). Emas melambangkan Tuhan dalam Katolik Roma, sementara merah marun mewakili martabat kekaisaran.

Logo itu sendiri pada awalnya digunakan oleh Roman Football Club, salah satu dari tiga klub yang bergabung. Sehingga Roma mendapat julukan sebagai i Giallorossi yang berarti merah-kuning. Beberapa tahun terakhir trim kuning keemasan diganti dengan oranye dipadukan dengan merah marun.

As Roma juga mendapat Julukan sebagai I Lupi atau serigala. Logo Serigala selalu tampil di lencana AS Roma dalam bentuk yang berbeda sepanjang sejarah mereka. Ini menggambarkan serigala betina dengan dua bayi kembar, Romulus dan Remus, yang menggambarkan mitos berdirinya Kota Roma.

Stadion AS Roma

Klub ini pada awalnya menggunakan stadion Motovelodromo Appio, sebelum akhirnya menetap di Campo Testaccio pada November 1929. Sebuah awal musim yang baik di mana Roma berhasil menempati posisi kedua di bawah Juventus pada musim 1930-1931.

Sekarang AS Roma bermain di Stadion Olimpiade Roma, tempat mereka berbagi dengan rival sekota Lazio. Dengan kapasitas lebih dari 72.000, yang merupakan kedua terbesar di Italia setelah San Siro. Pada bulan September 2009 klub mengumumkan rencana untuk membangun stadion baru yang mempunyai kapasitas 55.000 di pinggiran barat Roma. Dengan Desain seperti stadion sepak bola di Inggris agar para pendukung bisa melihat lebih dekat di lapangan.

Pendukung AS Roma

AS Roma memiliki Fans terbanyak kelima setelah Juventus, Internazionale, AC Milan dan Napoli dengan sekitar 7% dari penggemar sepak bola Italia mendukung AS Roma (menurut penelitian Institut Doxa-L’Espresso terhadap April 2006). Secara historis Basis pendukung AS Roma di kota Roma datang dari penduduk kota Testaccio.

Kelompok Fans pendukung AS Roma yang tertua adalah Commando Ultra Curva Sud atau CUCS. kelompok ini adalah penggabungan kelompok-kelompok kecil dan dianggap salah satu yang paling bersejarah dalam sejarah sepak bola Eropa. Namun, pada pertengahan 1990-an CUCS telah dirampas oleh kelompok yang bersaing dan akhirnya bubar. Sejak saat itu, Curva Sud dari Stadion Olimpico telah dikendalikan oleh kelompok sayap kanan seperti: AS Roma Ultras, BOYS, Giovinezza dan lainnya.

Rivalitas

As Roma dan Rivalitas sepak bola Italia, diantaranya :

  • Pertama dan yang paling penting adalah dengan rival se-kota mereka yaitu, SS Lazio. Yaitu, Derby della Capitale, itu merupakan pertandingan tim se-kota yang paling panas dan emosional dalam sejarah persaingan sepak bola di dunia. Beberapa kasus kekerasan pun telah terjadi pada masa lalu termasuk kematian Fans Lazio. Kematian Vincenzo Paparelli di musim 1979-1980 terjadi akibat dari sebuah tembakan senjata api yang berasal dari Tribun Curva Sud.
  • Kedua, terhadap fans Ultras Internazionale, Boys SAN yang tergabung dalam Curva Nord. Curva Nord pernah membuat spanduk “Di Roma hanya ada Lazio”. Kelompok supporter Internazionale juga pernah membakar jersey Roma ketika musim 2009-2010, saat persaingan Roma di bawah komando Ranieri berhasil merebut posisi puncak 3 minggu sebelum Internazionale kembali kepuncak dan juara, saat Roma dijegal Sampdoria 2-1.
  • Ketiga, Derby del Sole atau Derby Matahari. dengan Napoli
  • As Roma dan Rivalitas berikutnya adalah dengan fans klub-klub raksasa Serie A lainnya seperti Juventus (persaingan lahir terutama pada 1980-an), Milan dan Inter (meningkat dalam tahun-tahun terakhir) yang bersaing untuk dapat menduduki zona Liga Champions.

As Roma dan Rivalitas di atas menjadi tolak ukur dalam sepakbola eropa khususnya Italia.

Gelar Pertama dan Penurunan

Roma kembali ke penampilan terbaiknya Setelah kemerosotan performa dalam pertandingan liga dan banyaknya pemain kunci yang hengkang, di musim akhir 1930-an. Roma pada akhirnya membangun kembali skuat mereka dengan merekrut Top Scorer Argentina, Enrique Guaita. AS Roma berhasil meraih gelar pertama mereka di musim 1935-36 dengan Pelatih Luigi Barbesino.

Roma mencatat kemenangan dan meraih Scudetto dengan mengejutkan di musim 1941-42. Pemain lokal Amedeo berhasil mencetak Delapan belas gol. Amadei adalah hal yang penting bagi Pelatih Alfred Schaffer saat itu. Pada saat itu, Italia terlibat dalam Perang Dunia II dan AS Roma sedang bermain di stadion Partito Nazionale del Fascista.

Setelah itu, AS Roma hanya mampu menyelesaikan musim di papan bawah Serie A selama lima musim berturut-turut. Sehingga, pada akhirnya harus jatuh ke jurang degradasi Serie B pada akhir musim 1950-51. Sekitar satu dekade setelah kemenangan Scudetto mereka. Berkat Pelatih Giuseppe Viani, AS Roma langsung promosi kembali ke Serie A di musim selanjutnya.

Setelah kembali ke Serie A, AS Roma berhasil menstabilkan diri mereka di klub papan atas lagi. Dengan pemain seperti Egisto Pandolfini, Dino Da Costa dan Dane Helge Bronee. Meskipun Roma tidak dapat masuk ke empat besar selama dekade berikut, tetapi mereka berhasil meraih beberapa trofi. Trofi kehormatan pertama mereka di luar Italia pada tahun 1960-61 ketika Roma memenangkan Piala Inter-Cities Fairs dengan mengalahkan Birmingham City 4–2 pada pertandingan final. Beberapa tahun kemudian Roma pertama kali memenangkan Coppa Italia pada musim 1963-64 dengan mengalahkan Torino 1–0.

Musim 1964-65 manajer Juan Carlos Lorenzo mengumumkan bahwa klub tidak bisa membayar pemain dan tidak mampu membayar untuk perjalanan ke Vicenza untuk memenuhi pertandingan berikutnya. Para pendukung fanatik klub terus berjuang demi klub kesayangannya, AS Roma. Dengan cara mengumpulkan dana di Teater Sistina. Franco Evangelisti menjadi Presiden baru klub dan berhasil menghindari kebangkrutan klub.

Prestasi AS Roma

AS Roma berhasil memenangkan Coppa Italia, mereka mengalahkan Torino dalam drama adu penalti pada musim 1979-80. AS Roma juga telah berhasil mencapai posisi atas dalam klasemen di Serie A yang belum mereka sentuh sejak 1940-an.

Pada musim 1982-83, AS Roma berhasil meraih Scudetto kedua. AS Roma memenangkan gelar untuk pertama kalinya dalam 41 tahun. Pada musim berikutnya Roma finis sebagai runner-up Serie A dan mengumpulkan gelar Coppa Italia, mereka juga berhasil sebagai runner-up di Piala Eropa akhir 1984. Final Piala Eropa dengan Liverpool berakhir imbang 1-1 dengan gol dari Pruzzo, tetapi Roma akhirnya kalah dalam babak adu penalti. AS Roma pada tahun 1980, berhasil mencapai posisi runner-up kembali di Serie A di musim 1985-86 dan kembali menjuarai Coppa Italia setelah mengalahkan Sampdoria 3-2.

Hingga kini, AS Roma hanya mampu memenangkan satu-satunya kejuaraan antar klub Eropa. Yaitu, Piala Inter-Cities Fairs pada periode 1960-1961 yang merupakan cikal bakal dari kejuaraan UEFA Europa League. Ironisnya, kompetisi Piala Inter-Cities Fairs ketika itu ternyata tidak di selenggarakan oleh UEFA. Sehingga sebagai konsekuensinya UEFA tidak menganggap catatan juara klub-klub di Piala Inter-Cities Fairs termasuk AS Roma untuk menjadi bagian dari catatan Eropa mereka

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *