Liga Inggris Arsenal FC Sejarah Singkat

Admin sudutbola.com akan membahas tentang Klub Liga Inggris, Arsenal FC. Semoga ulasannya sangat bermanfaat bagi para pembaca.

Sebagai salah satu klub paling sukses dan populer di Inggris, Arsenal Football Club selalu menjadi perhatian bagi publik sepakbola. Dari segi tradisi, Mereka membuktikannya. Selain memenangkan 28 trofi domestik utama, Arsenal memegang rekor rekor tak terkalahkan terpanjang dan rekor terlama di papan atas sepakbola Inggris.

Sejarah Pembentukan Arsenal FC

Arsenal FC awalnya  sebagai sebuah tim Pekerja bernama Dial Square pada tahun 1886.  Para pekerjanya adalah pandai besi yang membuat meriam (Gunners), itulah alasan klub ini mendapat julukan sebagai The Gunners. Tak lama kemudian, klub menjadi profesional dan mengubah namanya menjadi Woolwich Arsenal, lalu menjadi anggota penuh Liga Sepak Bola pada tahun 1893 (klub pertama dari bagian selatan negara itu).

Periode berikutnya penuh dengan kesulitan bagi klub. Selain tidak dapat membentuk tim yang dapat bersaing memperebutkan gelar. Tim ini secara geografis terisolasi dari liga lainnya, yang mengakibatkan rendahnya jumlah penonton. Setelah tertatih-tatih mendekati kebangkrutan, pengusaha Henry Norris membeli klub ini  pada tahun 1910 dan pindah ke London Utara pada tahun 1913 (Highbury). Tahun berikutnya, klub itu berganti nama menjadi Arsenal.

Awal Kebangkitan Arsenal di Liga Inggris

Kebangkitan pertama klub dan menjadi terkenal datang ketika Herbert Chapman menjadi manajer Arsenal di Liga Inggris pada tahun 1925. Dalam prosesnya, dia melakukan banyak modernisasi dalam berbagai aspek di klub, Chapman meningkatkan kualitas pelatihan dan membuat perubahan yang efisien untuk formasi 2-3-5. Setelah mendatangkan beberapa pemain bintang.  Arsenal memenangkan trofi domestik pertama mereka, yaitu pada tahun 1930. Ketika itu mereka mengalahkan Huddersfield Town dengan skor  2-0 di final Piala FA. Ini terbukti menjadi awal dari periode yang sangat penting bagi klub selama tahun 30-an. Hasilnya mereka sukses meraih lima gelar liga dan satu trofi Piala FA.

Pada Periode Perang Dunia II,  klub masih melanjutkan keberhasilan mereka dengan dua gelar Liga (1948, 1953) dan Piala FA (1950). Namun, itu menjadi trofi terakhir yang  berhasil mereka menangkan. Setelah itu, selama tujuh belas tahun lamanya mengalami kemerosotan bahkan tanpa gelar. Faktor penyebabnya adalah beberapa pemain terbaik mereka pensiun atau pergi ke klub lainnya yang lebih sukses.

Setelah memenangkan “Double Winner”  pertama mereka pada tahun 1971. Sepertinya Performa  klub akhirnya menurun.  Karena, Arsenal selalu kalah dalam serangkaian panjang finis kedua di liga dan kekalahan di final Piala Liga Inggris. Hanya kemenangan Piala FA 1979 yang menjadi satu-satunya koleksi dalam rekor terbaik mereka selama ini. Mereka sedikit lebih sukses ketika George Graham melatih Arsenal. Dengan taktik yang berorientasi pada pertahanan ini, terbukti cocok dengan para pemain di klub. Selama sembilan tahun Graham bertugas (1986-1995), Arsenal berhasil memenangkan dua gelar Liga, dua Piala Liga, Piala FA, serta Piala Winners pertama dan satu-satunya mereka menangkan dengan mengalahkan Parma 1-0 di final.

The Invicibles di Liga Inggris

Ketika Arsene Wenger menjadi manajer, Arsenal menjadi jauh lebih berbahaya. Manajer Prancis yang saat itu tidak terkenal,  segera mengubah klub biasa saja  menjadi raksasa pencetak gol.  Sebagian besar pemain bintangnya mengimpor pemain dari Prancis seperti Robert Pires, Patrick Vieira dan Thierry Henry . Henry sangat produktif sebagai kunci serangan tim. Antara 1996 dan 2004, Arsenal memenangkan  tiga gelar Liga dan tiga Piala FA. Bahkan pada musim 2003-2004 menjadi musim yang sangat penting bagi Arsenal. Karena klub tidak pernah merasakan kekalahan satu pertandingan pun di Liga Premier Inggris. Saat itu, pencapaian terbai lainnya juga adalah dengan  30 gol Henry dalam 37 pertandingan, yang kemudian julukan  “The Invincibles”. Melekat pada Arsenal.

Di bawah manajemen Arsene Wenger, Arsenal terkenal  sebagai klub yang tidak membeli pemain dengan nama-nama besar. Tetapi menemukan talenta muda, melalui pencarian bakat yang luar biasa. Pengecualian, hanya transfer Mesut Ozil saja dari Real Madrid pada 2013. Dia menghabiskan biaya £ 42,5 juta, ini merupakan rekor transfer untuk klub.

Menjadi salah satu klub papan atas di Liga Inggris, tampaknya  38.419 kursi di Highbury tidak cukup (aturan dari 1994 yang mendikte stadion semua tempat duduk di liga telah sangat mengurangi kapasitas). Arsenal ingin memperluas stadion, tetapi tidak diberi izin karena stadion ini adalah bangunan yang melekat secara historis. Pada Akhirnya, Mereka harus membangun stadion baru dan pada tahun 2006 Stadion Emirates siap menjadi markas baru mereka dengan kapasitas tempat duduk  lebih dari 60.000 penonton.

Kemerosotan Arsenal FC

Dalam beberapa tahun terakhir, Arsenal telah menjadi klub yang minim gelari. Padahal  klub selalu menjadi favorit untuk memenangkan liga. Penyebabnya adalah  serangkaian pemain yang cedera  dan kekalahan yang mengecewakan pasti akan membuat mereka tertinggal dalam perburuan gelar. Bukannya tanpa trofi, beberapa trofi berhasil mereka dapatkan  sebagai hadiah hiburan bagi para penggemar klub. Yaitu, tambahan tiga trofi Piala FA pada tahun 2005, 2014 dan 2015 telah menjadikan Walaupun demikian Arsenal tetap menjadi  klub tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut.

Minimnya Trofi  yang akhirnya berujung pada hengkangnya Arsene Wenger pada Mei 2018, setelah selama 22 tahun berkiprah di klub tersebut.

Artikel Lainnya :

TRANSFER LIGA INGGRIS JANUARI 2022

SEJARAH SEPAK BOLA

Namun setelah Wenger pergi Arsenal tak kunjung membaik, bahkan klub terus mengalami keterpurukan. Setelah Arsene Wenger mundur, juru taktik asal Spanyol, Unai Emery menggantikan posisinya.

Selama melatih, Unai Emery memang belum bisa mengantarkan The Gunners finis di empat besar, namun dia sukses membawa tim besutannya menembus final Liga Europa 2018-2019 meskipun  pada partai puncak mereka harus kalah 1-4 dari Chelsea.

Pencapaian tersebut sangat mengecewakan pihak klub dan pada akhirnya klub memecatnya setelah melatih selama satu setengah tahun. Kemudian mereka menunjuk Mikel Arteta sebagai pelatih baru sampai sekarang ini. Sampai saat ini belum ada pencapaian terbaik untuk klub. Tetapi performa klub menunjukan grafik yang naik dalam beberapa bulan terakhir. Kita tunggu saja sejauh mana Arteta memperoleh pencapaian terbaiknya.

Baca juga :

BURSA TRANSFER

LIGA CHAMPIONSHIP INGGRIS

KLASEMEN LIGA INGGRIS

HAK SIAR LIGA INGGRIS

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: