Liga Champhionship Inggris 2021-22 Ulasan Lengkap

Dengan berakhirnya Liga Champhionship Inggris 2021-22. Menghasilkan Fulham yang keluar sebagai Juara. Fulham adalah tim pertama yang mencetak 100 lebih gol dalam satu musim di kasta kedua sejak musim 2001-02, saat mereka meraih gelar Divisi Championship pada bulan Mei 2022. Luton dan Huddersfield melebihi ekspektasi awal musim setelah finis di enam besar Klasemen Liga. Sementara  Nottingham Forest memastikan kembalinya mereka ke  Liga Premier Inggris setelah 23 tahun absen.

Berikut ini ulasan Klub – Klub Divisi Sky Bet Championship dalam penampilannya sampai akhir musim 2021-22 berdasarkan Peringkat.

Juara Liga Champhionship

Fulham (1)

Mengingat bahwa nasib mereka dalam dua musim terakhir mereka promosi dari babak play-off. Jelas bahwa Fulham ingin segalanya berbeda kali ini. Marco Silva menggantikan Scott Parker di musim panas dan membawa timnya ke puncak dengan empat kemenangan dari lima pertandingan pertamanya sebagai pelatih. Kemudian, tujuh kemenangan beruntun sepanjang Oktober dan November mereka juga mencetak 25 gol dan hanya kebobolan dua, memastikan itu bukan penampilan yang biasa – biasa saja musim ini.

Fulham memastikan mengangkat trofi juara, saat mereka menang 7-0 atas Luton Town. Cukup sadis, mereka menang 7-0 tiga kali dan 6-2 dan 5-1 pada dua kesempatan masing-masing musim ini. Striker andalan mereka Aleksandar Mitrovic, mencatatkan rekor 43 gol liga. Jumlah total 106 gol mereka menjadikan mereka tim pertama yang mencetak 100+ gol dalam satu musim di kasta kedua sejak Manchester City melakukannya pada musim 2001/02 dengan 108 gol dan mereka juga tim pertama yang mencetak 50+ gol kandang dan tandang di kasta kedua sejak Spurs melakukannya pada musim 1960/61. Pasukan Silva mengamankan promosi dengan empat pertandingan tersisa.

AFC Bournemouth (2)

Gagal di semifinal play-off musim lalu setelah kalah oleh Brentford. Bournemouth memulai musim dengan menggila. 15 pertandingan pertama mereka tak terkalahkan. Mereka memuncaki Klasemen hingga November, tetapi menurun dalam beberapa pertandingan dan Fulham langsung menyalipnya. Seperti yang terjadi pada 2020/21 lalu, Cherry tersandung menjelang pergantian tahun. Tetapi kali ini, mereka belajar dari pengalaman dan mendapatkan kembali ritme permainan mereka dengan cukup cepat.

Liga Champhionship Play-Off

Huddersfield Town (3)

Walaupun kalah di Final Play-off oleh Notingham Forest. Wajar untuk mengatakan bahwa Huddersfield berjuang untuk kembali ke Championship setelah terdegradasi pada musim 2018-19. Setelah finis di urutan ke-20. Dengan skuad yang tersusun dengan anggaran yang pas-pasan, mereka musim ini banyak mendatangkan pemain dengan status bebas transfer.

Penampilan terbaik mereka terjadi pada bulan Desember, ketika 17 pertandingan tak terkalahkan dengan awalnya bermain imbang 1-1 melawan Barnsley. Faktanya, mereka hanya kalah dua kali dari 26 pertandingan terakhir mereka di musim reguler, dan berhasil finis ketiga. Hanya enam poin di bawah Bournemouth. Tetapi, Semuanya berakhir di Wembley, di mana Nottingham Forest mengalahkan Terriers di final play-off. Terlepas dari kegagalan tersebut musim ini menjadi  prestasi yang mengagumkan bagi Corberan dan para pemainnya.

Nottingham Forest (4)

Nottingham Forest menyegel promosi ke Liga Premier Inggris dengan kemenangan 1-0 melawan Huddersfield Town di final play-off Liga Champhionship. Di bawah Chris Hughton, Nottingham Forest tampaknya menuju kehancuran musim ini. Dan membuatnya harus Pergi dari Nottingham Forest.  Ketika Steve Cooper mengambil alih pada 21 September, The Reds berada di posisi terbawah tabel Championship. Apa yang terjadi selanjutnya adalah luar biasa. Tidak ada tim di divisi yang mengambil poin lebih banyak daripada yang dilakukan Forest dalam 38 pertandingan setelah peningkatannya.

Walaupun mereka tidak mampu berhasil Finis di Zona Promosi otomatis. Dua leg dengan Sheffield United memberi isyarat. Itu berakhir dengan agregat 3-3, dalam adu penalti di City Ground Forest berhasil mengalahkan Shefield United. Final play-off perdana mereka memberikan berkah. Dalam pertandingan Final mereka menang 1-0 atas Huddersfield lewat  gol bunuh diri Levi Colwill. Notingham Forest kembali ke Liga Premier setelah  absen dalam 23 tahun.

Sheffield United (5)

Ketika Slavisa Jokanovic mengambil alih manajer musim panas lalu dan mantan pemain Serbia itu pernah membawa Fulham ke papan atas beberapa tahun sebelumnya. Klub menaruh harapan besar untuknya. Tetapi perubahan taktis dan gayanya tidak membuahkan hasil  dan dia pun pergi pada November.  Dari 27 pertandingan, 15 kemenangan, tujuh seri dan lima kekalahan cukup untuk di tempat play-off. Tetapi The Blades kalah oleh Forest pada leg pertama di Bramall Lane, tetapi menghasilkan pertandingan leg kedua yang luar biasa untuk memaksa perpanjangan waktu dan penalti. Tetapi, sayangnya Sheffield United harus kalah Oleh Nottingham Forest.

Luton Town (6)

Perjalanan Luton adalah salah satu yang lebih menarik, terutama ketika diperhitungkan bahwa mereka adalah klub non-liga baru-baru ini. Baru sekitar bulan Maret, tim asuhan Nathan Jones memantapkan diri mereka sebagai pesaing enam besar yang sesungguhnya dan bahkan ketika mereka melakukannya, mereka memanfaatkan keberuntungan mereka dengan beberapa kemenangan tipis.

Mirip dengan Huddersfield, Luton mengejutkan banyak orang untuk finis di enam besar Divisi Championship. Mereka bahkan naik ke peringkat ketiga setelah menang 3-1 atas Hull pada 19 Maret. Hebatnya lagi, mereka finis di urutan keenam meskipun memiliki banyak daftar pemain cedera yang panjang dan bahkan hampir saja mengalahkan Huddersfield di semifinal play-off Liga Champhionship.

Liga Champhionship Papan Tengah

Middlesbrough (7)

Middlesbrough memulai musim dalam bentuk permainan yang cukup membosankan dan tidak lama setelah Neil Warnock mencatatkan rekor permainan terbanyak di EFL. Dia meninggalkan Riverside sebelum jeda internasional November. Itu tampak seperti keputusan yang tepat, terutama karena Chris Wilder masuk dan membangun kehadirannya sendiri sebelum sepak bola domestik mulai kembali. Mantan bos Sheffield United ini memiliki dampak yang baik, mereka memenangkan enam dari sembilan pertandingan pertamanya.

Chris Wilder memenangkan enam dari sembilan pertandingan pertamanya sebagai pelatih Middlesbrough. Klub berada dalam persaing play-off, tetapi mereka mengalami penurunan. Dengan penampilan yang inkonsistensi membuat mereka bermain mengejar ketinggalan. Harapan enam besar mereka masih hidup hingga minggu terakhir musim, tetapi kekalahan 4-1 di Preston pada hari terakhir membuatnya gagal masuk Play-Off Liga Champhionship.

Blackburn Rovers (8)

Blackburn membangun momentum saat paruh pertama kompetisi dan bahkan tampak seperti pesaing kuat untuk mendapatkan promosi otomatis pada awal tahun 2022. Namun, penampilan mereka terus menurun pada pertandingan – pertandingan berikutnya. Satu keunikannya musim ini ketiaka Blackburn Rovers menjadi klub liga Inggris pertama yang membuka stadion mereka untuk melaksanakan salat Idul Fitri.

Pada pergantian tahun, Diaz telah mencetak 20 gol. Saat Rovers berada di papan atas, tetapi cedera pergelangan kaki membuatnya absen antara 15 Februari dan 2 April. Tidak mengherankan lagi, performa mereka langsung turun drastis dari 2 Januari hingga kembalinya penyerang mereka dari Cedera. Tim asuhan Tony Mowbray hanya mencetak enam gol dalam 15 pertandingan. Penampilan yang membosankan itu membuat mereka kehilangan tempat di babak play-off. Mowbray akhirnya pergia akhir musim ini setelah Klub tidak menawari kontrak baru untuknya.

Millwall (9)

Millwall telah membukukan finis 10 besar sebanyak 3 kali dalam lima musim terakhir. Mereka telah memantapkan diri mereka sebagai salah satu peraih prestasi abadi di Kasta Kedua atau Liga Champhionship selama lima musim terakhir, dengan tempat kesembilan musim ini finis 10 besar ketiga mereka dalam lima musim terakhir. Sebenarnya, mungkin adil untuk mengatakan bahwa istilah ini bukan klasik dari perspektif Lions. Sebagai permulaan, hanya satu tim yang mencatat lebih banyak kemenangan daripada 15 mereka, tetapi mereka sedikit tergelincir setelah pergantian tahun.

West Bromwich Albion (10)

West Brom mengecewakan menurut standar mereka sebagai Tim yang memiliki sejarah yang kuat. Saat mereka kembali ke Divisi Championship, mereka selalu menjadi favorit menjadi kandidat untuk promosi ke Liga Premier Inggris. Tim asuhan Valerien Ismael sempat membawa West Brom melesat ke puncak Klasemen di minggu-minggu awal musim. Optimisme itu perlahan memudar dan ketika gol-gol mengering mereka mulai kehilangan  poin-poin penting. Hasil itu menyebabkan The Baggies terlempar ke  di papan tengah Klasemen Liga Champhionship.

Performa buruk tersebut membuat Ismael dipecat pada 2 Februari 2022 beberapa bulan sebelum kontraknya berakhir. Kemudian, Steve Bruce datang mengambil alih pada hari berikutnya. Dia langsung berada di bawah tekanan dengan hanya satu poin dari lima game pertamanya yang telah dia jalani. West Brom tetap memiliki peluang walaupun tipis untuk mencapai play-off setelah semuanya membaik. Tapi harapan itu padam oleh serangkaian kekalahan dan kehilangan poin di minggu-minggu menjelang akhir musim.

Queen Park Rangers (11)

Mark Warburton mengatakan dia ingin bertahan di Quen Park Rangers tetapi pemilik telah memutuskan dia harus meninggalkan klub pada akhir musim. Menuru beberapa prediksi, sepertinya mereka akan promosi ke Liga Premier musim ini atau setidaknya memesan tempat play-off pertama mereka sejak 2014.  Rangers bermain hanya sekali imbang tanpa gol sepanjang musim dan gagal mencetak gol hanya dalam sembilan dari 46 pertandingan mereka  dan meskipun rekor pertahanan mereka bisa lebih baik, kemenangan 2-1 atas Blackpool pada 23 Februari mengangkat mereka ke peringkat ketiga.

Saat itulah semuanya runtuh. Tiga belas pertandingan tersisa pada saat itu, tetapi Mark Warburton hanya bisa mengarahkan timnya ke posisi tujuh dengan poin 39. Pada pertengahan Maret mereka turun ke urutan kedelapan, lalu turun ke urutan ke-12, sebelum akhirnya finis di urutan ke-11. Itu menyebabkan kepergian Warburton dari QPR.

Coventry City (12)

Viktor Gyokeres mencetak sembilan gol dalam 11 pertandingan pertamanya saat Coventry tampil konsisten musim ini. Penampilan Coventry musim ini cukup mengejutkan di Liga Champhionship untuk paruh pertama musim ini. Menandai musim pertama mereka kembali di Coventry Building Society Arena setelah dua musim berbagi lapangan dengan Birmingham di St Andrews. Sky Blues asuhan Mark Robins berada di peringkat ketiga dengan kejutan mengalahkan Fulham 4-1 di awal Oktober. Sembilan gol Viktor Gyokeres dalam 11 pertandingan tentu membantu. Namun, Seperti yang banyak tim alami, Jeda bulan Desember mengganggu ritme permainan mereka, yang tidak dapat mereka dapatkan kembali dalam beberapa bulan terakhir. Tetapi dengan menyelesaikan 27 poin dari zona degradasi, sembilan di luar play-off dan mencatat posisi liga terbaik sejak 2005/06 merupakan kesuksesan bagi mereka.

Preston North End (13)

Preston tampaknya sering menunjukkan banyak janji, tetapi tidak pernah cukup untuk masuk ke enam besar Liga Champhionship dan berakhir dengan nyaman di papan tengah. Anehnya, lebih dari enam dari tujuh musim terakhir, poin mereka kembali berkisar antara 61 dan 66. Namun di bawah Frankie McAvoy, North End kehilangan banyak poin di awal musim ini, yang membuat mereka melayang mendekati zona degradasi. Kemudian Avoy pergi. Lalu, Ryan Lowe mengambil alih untuk memimpin Preston ke posisi 13.

Itu adalah cerita yang sama ketika Ryan Lowe mengambil alih pada bulan Desember yang terganggu oleh masalah terkait Covid juga. Dia memimpin 25 pertandingan terakhir musim ini, seri sembilan kali dan kalah enam kali, meskipun itu cukup untuk mengamankan posisi kedua di urutan ke-13, 11 poin di luar babak play-off.

Stoke City (14)

Setelah selama tiga musim tampil mengecewakan di Divisi Championship, para pendukung berharap musim 2021-22 Klub bisa tampil baik. Semuanya berjalan dengan sangat menjanjikan pada awal musim. Empat kemenangan dari enam pertandingan pembukaan anak asuh Michael O’Neill memberikan awal yang terbaik mereka dalam 17 tahun terakhir di penampilan Liga dan mereka tetap kuat berada dalam play-off hingga akhir November.

Namun, sepanjang Desember dan Januari, mereka hanya menang dua kali. Tetapi mereka masih berpegang teguh pada harapan untuk mencapai enam besar, di tengah meningkatnya ketidakharmonisan dengan para pendukungnya. Mereka memang menyelesaikan musim dengan lima kemenangan dan sekali imbang dari 10 pertandingan. Tetapi itu tidak cukup untuk melaju ke babak play-off karena mereka kehilangan 13 poin sebelumnya.

Swansea City (15)

Steve Cooper selalu akan menjadi tindakan yang sulit untuk diikuti Russell Martin di Stadion Swansea.com. Pelatih asal Wales itu membawa Swansea ke babak play-off selama dua musim berturut-turut.  Kemudian dia pergi ketika dia menyadari bahwa dia tidak bisa membawa tim lebih jauh lagi. Ini membuka jalan bagi mantan pemain internasional Skotlandia Martin yang menjadi salah satu manajer termuda di English Football League ( EFL ).

Joel Piroe mencetak 24 gol di semua kompetisi untuk Swansea. Dalam delapan pertandingan beruntun mereka tak terkalahkan menjelang akhir musim dan penampilan pemain depan Belanda Joel Piroe yang mencetak 22 gol liga. Itu terasa cukup biasa-biasa saja karena mereka hanya finis ke-15 pada akhir musim. Meskipun demikian, The Swans memang membuat rekor baru untuk operan terbanyak yang dibuat di musim Championship sejak rekor dimulai pada 2013/14, dengan 27.506 kali operan.

Blackpool (16)

Sebagai tim Promosi musim ini, Seasiders asuhan Neil Critchley adalah klub favorit yang akan terdegradasi musim 2021-22.  Setelah enam musim absen, Blackpool kembali ke Championship dan banyak yang memprediksi Blackpool hanya akan menjadi tim penggembira saja. Pergantian pemain yang signifikan di musim panas, Neil Critchley berfokus pada pemain yang lebih muda dan Richard Keogh satu-satunya pemain yang lebih tua. Ini terbukti berhasil,  Josh Bowler menjadi bintang setelah bergabung dari Everton, sementara pemain internasional Irlandia Utara Shayne Lavery didatangkan dari Linfield cepat beradaptasi dengan baik.

Bristol City (17)

Pada akhirnya, Bristol City mengakhiri musim di posisi yang mereka harapkan. Mengingat masalah keuangan yang mengganggu klub dan hanya mengandalkan skuad yang terdiri dari lulusan akademi saja. Pengurangan poin akibat sanksi kepada Reading dan Derbi County tampaknya memberi berkah pada mereka. Dan mendapatkan poin yang lebih baik dari kedua Klub tersebut dan terbebas dari Degradasi musim ini. Tetapi Secara keseluruhan, perolehan poin Bristol City musim ini lebih baik daripada musim lalu.

Cardiff City (18)

Sebagai Tim Langganan promosi dalam dua dari tiga musim terakhir, banyak yang memprediksi Bluebirds untuk berada di Zona Promosi maupun Play – Off musim ini. Terutama mengingat cara Mick McCarthy begitu memukau musim lalu. Salah satunya pada paruh musim pertama dengan serangkaian enam kemenangan beruntun yang membuatnya mendapatkan penghargaan Manajer terbaik bulan Februari lalu. Tapi hanya itu saja penampilan terbaiknya. Setelah itu, rentetan kekalahan membuatnya harus pergi pada bulan Oktober dari Cardiff City. Bahkan, memecahkan rekor klub dengan delapan kekalahan berturut-turut.

Kemudian, Steve Morison ditunjuk sebagai penggantinya, setelah mengambil alih untuk sementara. Tetapi sudah jelas dia memiliki kapasitas sebagai manajer. Walaupun Cardiff City mengalahkan Luton, Nottingham Forest dan Huddersfield, imbang dengan  West Brom. Namun, mereka tidak bisa naik peringkat 17 sepanjang kompetisi musim ini dan finis di urutan 18 di akhir musim. Ini merupakan finis terendah di sejak musim 2002/03.

Hull City (19)

Bagi Hull, musim ini adalah tentang mengkonsolidasikan tempat mereka kembali di Championship. Sebagai tim Promosi musim ini, setelah memenangkan League One dan kembali ke Championship. Tidak diragukan lagi mereka ingin melakukan yang terbaik untuk memastikan mereka tetap bertahan. Grant McCann tetap konsisten pada awalnya, tetapi   pada bulan Januari mereka mulai tidak konsisten. Misalnya, mereka memulai dengan kemenangan 4-1 atas Preston, tetapi kemudian kehilangan poin dalam tiga pertandingan. Kemudian mereka seri dua kali, kalah tiga kali, seri satu kali, menang satu kali, kalah lima kali dan menang empat kali. Membuat The Tigers  bermain di sekitar zona degradasi.

Mantan striker Rangers Shota Arveladze menggantikannya di Stadion MKM. Tak lama setelah Acun Ilicali membeli klub dari Assem Allam. Dengan lima pemain baru pada transfer bulan Januari, termasuk pinjaman Marcus Forss dari Brentford mereka berupaya untuk keluar dari Zona Degradasi. Tetapi, mereka finis di urutan ke-19. Dengan hanya mencetak 41 gol., yang menjadi pencetak  gol terendah  kedua di divisi  ini dan terendah dari 21 tim yang tidak terdegradasi.

Birmingham City (20)

Birmingham Lee Bowyer mengalami kampanye yang sulit

Lee Bowyer membawa Birmingham ke tempat yang aman ketika ia menggantikan Aitor Karanka menjelang akhir musim lalu dan momentum itu juga dibawa ke awal musim ini. Pada pertengahan September mereka berada di posisi keempat. Penampilan pemain pinjaman dari Manchester United, Tahith Chong sangat baik, tetapi dia mengalami cedera selama  empat bulan dan pasukan Bowyer pun penampilannya mulai menurun pada saat itu.

Mereka akhirnya finis di urutan ke-20, hanya 10 poin di atas tiga terbawah dan hampir saja merea terdegradasi. Birmingham menjadi Klub  dengan jumlah kemenangan terendah ketiga di divisi ini setela Peterbourugh dan Barnsley.

Reading (21)

Ini adalah musim yang cukup menyedihkan di Select Car Leasing Stadium. Aset berharga Omar Richards dan Michael Olise masing-masing bergabung dengan Bayern Munich dan Crystal Palace sebelum musim berlangsung. Striker bintang mereka,  Lucas Joao absen selama lima bulan sejak Agustus.  Pada bulan November, Royals terkena pengurangan enam poin karena melanggar aturan keuangan EFL dan pada 11 Januari mereka menderita rekor kekalahan kandang mereka. Ketika Fulham meninggalkan Berkshire dengan tiga poin setelah menang 7-0.

Reading mengalami musim yang cukup menyedihkan, kebobolan total 87 gol liga. Menyusul tujuh kekalahan beruntun – yang terjadi dalam 11 pertandingan tanpa kemenangan. Veljko Paunovic pergi sebagai manajer, Paul Ince didatangkan untuk melatih sampai akhir musim. Dengan kebobolan 87 gol mereka sepanjang musim ini menjadikan rekor kebobolan   paling banyak dalam setiap musim dalam sejarah klub.

Liga Champhionship Tim yang terdegradasi

Peterborough United (22)

Manajer Peterborough Posh Darren Ferguson meninggalkan Weston Homes Stadium setelah melewati 31 pertandingan Liga. Di mana timnya berada di urutan ketiga terbawah setelah penampilan inkonsistensi yang mengerikan selama dua pertiga musim. Karir Darren Ferguson sebagai bos Peterborough pun berakhir pada Februari.

Grant McCann menggantikannya empat hari kemudian. Peterborough mulai mengumpulkan poin dengan kecepatan tinggi pada bulan Maret dan April. Memperbaharui harapan bahwa musim ini mungkin tidak akan sia-sia. Tapi mereka kalah dari Nottingham Forest dan Millwall pada tanggal 23 dan 30 April, yang berarti kemenangan 5-0 di kandang sendiri atas Blackpool pada hari terakhir tidak berarti apa-apa. Mereka pun berada di peringkat 22.

Derbi County (23)

Wayne Rooney terus menegaskan keinginannya untuk bertahan di Derby meskipun ada masalah di luar lapangan. Berbicara tentang musim rollercoaster mereka, Penggemar Derby telah melalui itu semua musim ini. Dari pengurangan poin dan kesulitan untuk  naik ke puncak klasemen meskipun tampil bagus. Hingga degradasi dan keuangan klub yang kacau. Tetapi  Wayne Rooney tetap setia dan menolak untuk berpindah kapal dalam menghadapi kesulitan yang ekstrim ini kemudian, Semangat tim juga tidak pernah memudar.

Manajer Derby County Wayne Rooney berterima kasih kepada fans klub dan bersumpah mereka akan bangkit kembali setelah kekalahan mereka di QPR membuat mereka menderita degradasi dari Championship.

Jika bukan karena pengurangan 12 poin untuk memasuki administrasi, yang diikuti dengan penalti sembilan poin karena melanggar aturan akuntansi EFL. Rams akan finis di urutan ke-18, sejajar dengan Bristol City dengan 55 poin. Sebaliknya, meskipun kerja keras tim habis-habisan pengurangan poin ini sangat berpengaruh pada mereka. Karena sulit untuk menghindari Degradasi musim ini.

Barnsley (24)

Poya Asbaghi ​​hanya memenangkan empat  kali pertandingan dari 26 pertandingan pada kompetisi ini bersama Barnsley. Poya Asbaghi pun harus ​​meninggalkan Barnsley setelah mereka terdegradasi ke Divisi 3 Sky Bet League One.

Segalanya bisa berubah dengan cepat dalam sepak bola. Hanya 12 bulan yang lalu, Barnsley berhasil mencapai play-off Championship dan nyaris mencapai final juga. Setelah Valerien Ismael pergi meninggalkan klub dan menjadi manajer West Brom Juni 2021 lalu dan Markus Schopp menjadi penggantinya. Tetapi pelatih asal Jerman itu dipecat pada 1 November setelah mengalami tujuh kekalahan beruntun. Dua minggu kemudian, Poya Asbaghi ​​menggantikannya setelah sebelumnya menjabat sebagai manajer Swedia U21. Dia harus menunggu 13 pertandingan untuk meraih kemenangan pertamanya bersama Barnsley. Sepanjang Februari hingga April Penampilan klub mulai meningkat, tetapi Asbaghi tidak mampu menyelamatkan Barnsley dari Degradasi dan berada dalam peringkat buncit atau ke 24 Klasemen Akhir.

Data Fakta Liga Champhionship musim 2021-22

Juara

  • Fulham

Promosi Ke Liga Premier Inggris             

  • Fulham
  • Nottingham Forest

Degradasi Ke Sky Bet League One

  • Peterborough United
  • Derby County

Pencetak gol terbanyak

  • Aleksandar Mitrovic ( Fulham ) : 43 gol

Kemenangan Kandang Terbesar

  • Fulham 7–0 Luton Town (2 Mei 2022)

Kemenangan Tandang Terbesar 

  • Reading 0–7 Fulham (11 Januari 2022)

Skor Tertinggi    

  • Fulham 6–2 Bristol City (15 Januari 2022)
  • Reading 4–4 Swansea City (18 April 2022)

Kemenangan Beruntun Terlama

  • Fulham : 7 pertandingan

Pertandingan Tak Terkalahkan Terpanjang

  • Huddersfield Town : 17 pertandingan

Tanpa Kemenangan Terpanjang

  • Peterborough United : 15 pertandingan

Kekalahan Beruntun

  • Cardiff City : 8 pertandingan

Kehadiran Penonton Terbanyak   

Kehadiran Penonton Terendah  

  • 6.832 Penonton, Peterborough United 2-3 Swansea City (16 Maret 2022)

Tinggalkan Balasan

Masukan Alamat Email Anda

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Sudut Bola will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.
%d blogger menyukai ini: