Degradasi Membayangi Schalke 04

Degradasi Membayangi Schalke 04

Degradasi Membayangi Schalke 04. Schalke 04 musim ini sedang mengalami masa – masa sulit. Mereka berada di posisi paling buncit di klasemen Bundesliga musim 2020-2021 ini. Schalke yang merupakan klub dengan jumlah pendukung ketiga terbesar di Jerman, sedang berada di dalam periode terburuknya. Mereka tidak pernah menang di 24 laga Bundesliga terakhir. Schalke menegaskan diri sebagai kandidat terkuat untuk terdegradasi. Beberapa faktor mungkin menjadi penyebab tidak konsistennya mereka diantaranya yaitu :

Krisis Finansial Membayangi Schalke 04

Pandemi virus corona beberapa bulan terakhir ini memang memberikan dampak nyata bagi ekonomi klub-klub Bundesliga. Beberapa klub sempat mengalami kesulitan finansial  dan siap turun divisi. Di antara klub-klub tersebut, Schalke termasuk memiliki resiko yang paling tinggi. Royal Blues melaporkan utang sebesar 200 juta euro dan pakar ekonomi memprediksi utang tersebut naik menjadi 250 juta euro di akhir tahun ini.

Schalke melakukan langkah penghematan yang menimbulkan ketegangan hubungan mereka dengan para pendukung setia. Schalke tidak bisa menguangkan kembali seluruh tiket musiman sampai para staf menerima pemotongan gaji yang besar, sehingga membuat para pendukung garis keras menyuarakan kritik yang pedas karena menganggap jajaran direksi klub mengabaikan nilai-nilai klub. Mereka tidak bisa menerima Keputusan-keputusan tersebut begitu saja. Salah satu kelompok yang paling vokal menyuarakan kritik adalah Ultras Gelsenkirchen.

Krisis Moral Schalke 04

“Frustasi” mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi schalke 04 saat ini. Musim ini mereka telah mengganti pelatih sebanyak 4 kali. Schalke menunjuk Dimitrios Grammozis sebagai pelatih kepala kelima mereka musim ini.

Pelatih berusia 42 tahun berkebangsaan Yunani-Jerman itu menandatangani kontrak sampai Juni 2022 dan mewarisi tim yang mendekam di dasar klasemen. Grammozis menyatakan dia sungguh menantikan tugas ini, karena merupakan kepelatihan pertamanya di Bundesliga. Dia terakhir kali melatih divisi dua Darmstadt yang dia tinggalkan akhir musim lalu setelah dua tahun memimpinnya.

Pemecatan Staff dan Pemain Schalke 04

Sebelum semua masalah di tim utama dapat terselesaikan, ada masalah signifikan di bagian struktur ekonomi yang dapat membuat perpecahan klub lebih hebat dan perlu perbaikan lebih dahulu. Schalke sudah memecat David Wagner, Manuel Baum dan Gross sebagai pelatih kepala selama musim ini.

Pelatih Gross, direktur olahraga Jochen Schneider, dan koordinator tim Sascha Riether keluar. Asisten Gross, Rainer Widmayer, dan pelatih kebugaran Werner Leuthard juga mengalami hal yang sama. Serta Direktur teknik, Michael Reschke juga sama berhenti dari tugasnya setelah baru bekerja selama 18 bulan. Mereka menganggap Reschke bukan sosok yang berpengalaman.

“Seluruh musim ini merupakan  kebangkurtan moral bagi Schalke. Klub dengan sangat cepat kehilangan kepercayaan dan identitas. Kami tidak akan membiarkan klub ini ada yang mengambil alih dari kami dan hancur begitu saja,” tulis para Ultras.Degradasi Membayangi Schalke 04.

Perubahan struktural Klub Schalke 04

Direktur pemasaran, Alexander Jobst, mengusulkan perubahan struktural mendasar di Schalke. Jobst memberi usul untuk mengubah model kepemilikan klub menjadi 100% milik pemodal eksternal. Mosi seperti itu akan membutuhkan 75% mayoritas suara dari para pemegang saham dan baru akan ada kesepakatan setelah ada rapat umum tahunan berikutnya. Tetapi kemungkinan akan menemui perlawanan keras dari pendukung yang takut akan pengaruh investor eksternal.

Selanjutnya, Schalke menskors dua pemain serta memutus kontrak satu pemain. Nabil Bentaleb dan Amine Harit adalah dua nama pemain yang diskors klub sampai waktu yang belum pasti. Amine Harit sendiri menuai kritik yang lebih pedas dari Schneider. Karena, Harit  tidak dapat memberikan potensinya untuk tim selama beberapa bulan terakhir. Degradasi Membayangi Schalke 04.

Kami tidak akan meninggalkannya tetapi akan melakukan segala yang kami bisa untuk membawanya ke tempat di mana dia dapat menggunakan bakatnya untuk membantu klub,” sebut Schneider. Sedangkan pemain yang diputus kontraknya adalah Vedad Ibisevic. Padahal, Ibisevic baru saja bergabung bersama Royal Blue pada September kemarin. Ibisevic memang terlibat perkelahian dengan asisten pelatih, Naldo, pada sesi latihan. Tetapi pihak klub mengatakan pemutusan kontraknya tidak bersangkutan dengan insiden tersebut.

Penyerang mereka, Mark Uth lebih menyoroti performa di atas lapangan yang membuatnya muak. “Ini sangat membuat sedih tiap kali kami bermain dan memainkan sepakbola yang sudah tidak tertolong. Kami selalu berada satu langkah di belakang, kami telat untuk melakukan tiap tekel dan kami bahkan tidak mendapatkan kartu kuning”,“Saya tidak tahu bagaimana kami harus menang dengan permainan seperti ini. Saya merasa sudah cukup dan saya hanya bisa marah. Saya merasa hanya perlu kembali ke ruang ganti dan menangis” ungkap Uth.

Kehilangan Pemain Tersuburnya saat Degradasi Membayangi Schalke 04

Schalke 04 kehilangan pemain tersuburnya Suat Serdar sampai akhir musim karena mengalami robek di ligamen kakinya. Serdar, yang telah mengemas tujuh gol di liga musim ini meski berposisi sebagai gelandang bertahan, mengalami cedera itu pada babak kedua pertandingan melawan Augsburg pada Minggu.

Pemain yang melakukan debutnya untuk timnas Jerman pada November silam itu akan menjalani tes-tes lanjutan untuk mengetahui apakah ia perlu operasi atau tidak. Serdar sepertinya akan absen pada tiga sampai empat bulan, sekaligus membuatnya tidak dapat memperkuat Schalke di laga terakhir mereka.

Kehilangan Serdar merupakan hantaman terkini untuk Schalke, yang telah puasa kemenangan pada sembilan pertandingan terakhirnya di liga, dengan catatan kemasukan 22 gol dan hanya memasukkan dua gol.

Schalke sendiri terlihat telah berusaha membangun ulang kekuatan tim untuk divisi kedua. Mereka memberikan tugas-tugas penanganan skuat kepada direktur peminjaman pemain Mike Bueskens dan direktur pemain muda Peter Knaebel. Knaebel sekarang akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan dukungan dari Bueskens, Norbert Elbert, dan Gerald Asamoah.

Musim 2020-2021 seolah menjadi kisah tragis yang panjang bagi FC Schalke 04. Namun, seiring dengan kemunculan pemuda berusia 19 tahun, Matthew Hoppe membawa sedikit harapan untuk Schalke. Schalke 04 Diambang Degradasi

Debut Matthew Hoppe di Schalke 04

Pemain berkebangsaan Amerika Serikat itu melakoni debut di kasta tertinggi liga Jerman pada akhir November silam saat timnya takluk 1-4 di kandang Borussia Monchengladbach ketika Baum masih melatih klub. Saat itu, Hoppe bahkan langsung menjadi starter dan bermain selama 81 menit. Baum memang tak punya pilihan lain karena timnya mengalami krisis penyerang seusai pemecatan Vedad Ibisevic dan cederanya Goncalo Paciencia

Hoppe promosi ke tim senior pada musim ini mungkin di luar perencanaan manajemen Schalke. Klub asal Gelsenkirchen itu awalnya ingin menempa bakat sang pemain di tim U-23. Hal itu sangat realistis mengingat Hoppe baru datang pada musim panas 2019. Pemain kelahiran 13 Maret 2001 itu berasal dari akademi Barcelona di Amerika Serikat.

Schalke mencoba mengulangi kisah suksesnya saat menemukan bakat Weston McKennie. Pemain yang juga berasal dari Amerika Serikat tersebut kini menjelma menjadi andalan Juventus. Schalke punya alasan kuat untuk memboyong Hoppe ke Jerman.

Harapan Hoppe Selamatkan Schalke 04 dari Degradasi

Sang pemain baru saja mengakhiri musim 2018-2019 dengan mengoleksi 29 gol dari 23 laga dan membantu timnya menjadi juara di kompetisi usia muda Negeri Paman Sam. Ketajaman Hoppe juga dapat terlihat dari koleksi lima hat-tricknya sepanjang musim tersebut. Semusim sebelumnya, ia juga mampu mencetak 24 gol dari 30 laga di tim U-17.

Matthew Hoppe merupakan pemain jebolan akademi Barcelona cabang Amerika Serikat. Dari gaya bermain, Hoppe mengingatkan publik akan sosok Robert Lewandowski saat muda. Ia punya dua kaki yang sama kuat dan tenang dalam menyelesaikan peluang di depan gawang lawan. Hal itu ia tunjukkannya kepada dunia saat Schalke menjamu Hoffenheim dalam lanjutan Bundesliga. tampil sebagai starter untuk ketiga kalinya.

Hoppe membukukan hat-trick sekaligus mengakhiri tren tanpa kemenangan timnya. Schalke menutup laga dengan kemenangan telak 4-0. Hasil itu mengangkat posisi mereka dari dasar klasemen. Hoppe mencetak tiga gol dengan cara yang luar biasa. Ia tiga kali mengecoh kiper lawan seperti yang biasa penyerang kelas dunia lakukan.

Mencuatnya nama Hoppe kian menambah gengsi pesepak bola asal Amerika Serikat di Eropa. Sejumlah pemain seperti Mckennie hingga Christian Pulisic memang lebih dulu membuktikan diri mampu bersaing di benua biru. Meski sudah menjelma menjadi harapan baru bagi Schalke, jalan panjang masih harus dilalui Hoppe untuk membangun kariernya.

Terdekat, ia harus tampil konsisten dalam setiap pertandingan agar mampu menyelamatkan timnya dari ancaman degradasi. Andai hal tersebut mampu ia lakukan, masa depan cerah sudah menanti Hoppe. Ia berpeluang pindah ke klub yang lebih besar seperti yang sudah McKennie dan Pulisic rasakan.

Kita Tunggu aja Perkembangan Schalke 04 di musim – musim berikutnya. Degradasi Membayangi Schalke 04.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *