Belajar Kehidupan dari Semut

Belajar Kehidupan dari Semut

Belajar Kehidupan dari Semut. Semut adalah hewan kecil dan termasuk sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya. Karena memiliki sel otak yang tinggi di kepalanya. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita dapatkan dari hewan mungil tersebut. Memang pada dasarnya manusia cenderung mengagumi seseorang atau sesuatu yang lebih besar daripada diri kita sendiri. 

Manusia bisa mengambil pelajaran hanya dari kebiasaan semut tersebut sehari – hari diantaranya yaitu :

Semut Pantang Menyerah

Semut tidak akan pernah menyerah. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke bawah atau mengelilinginya. Mereka akan terus mencari jalan keluar untuk menemukan jalan menuju tujuannya. Semut jarang sekali diam. Ia selalu saja bergerak untuk mencari bahan makanan guna kelangsungan hidupnya. Keuletan dan kerja keras akan membawa kebahagiaan dan keuntungan bagi kita.

Di dalam kehidupan ini, tentu Anda akan selalu bertemu hambatan di dalam hidup ini. Baik dalam hal pekerjaan, pendidikan, finansial, bahkan dalam hal bersosialisasi. Sebagai manusia terkadang kita lupa bahwa pelajaran terbesar dalam hidup dapat diambil dari makhluk kecil yang berada di sekitar kita.

Kita tidak boleh tinggal diam atau bahkan menyerah terhadap keadaan. Karena tantangan sebenarnya adalah bagaimana kita bisa terus berusaha dan segera mencari jalan alternatif agar tujuan yang kita inginkan dapat tercapai.

Kita harus berfokus pada satu tujuan. Hambatan pasti akan selalu ada. Kita tidak boleh menyerah hanya karena satu hambatan saja yang menghalangi. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya itu menjadi hal yang mutlak. Kita jangan pernah menyerah untuk mencari solusi, karena setiap masalah yang bisa kita selesaikan martabat kita sebagai manusia satu tingkat lebih tinggi daripada yang lainnya.

Keuletan sangat penting bagi setiap manusia. Karena dengan ulet kita akan berusaha terus dan terus mencari solusi maupun kebahagiaan yang ingin manusia raih.

Kehidupan Semut Bergotong Royong

Semut selalu membangun kerjasama dengan sesama, kita harus menjalin silaturahim dengan sesama. Hal ini perlu kita contoh karena kita pasti membutuhkan bantuan dari orang lain.

Seperti halnya semut, kita juga tidak bisa bertahan hidup hanya dengan seorang diri. Manusia tidak pernah bisa memikul bebannya sendiri, jika ia tidak kuat memikul beban sendiri ia akan mengajak temannya untuk membantu. Ia selalu menjalin kerjasama dengan temannya. Setiap kesuksesan yang diraih oleh seseorang pasti ada orang lain yang terlibat disekitarnya. Bayangkan jika manusia hidup individualistis, seperti orang kaya contohnya. Mereka tidak akan mampu membersihkan mobil, melakukan pekerjaan rumah dan lainnya hanya dengan seorang diri. Mereka pasti membutuhkan orang lain untuk melakukan pekerjaan yang tidak bisa mereka lakukan.

Jadilah pribadi yang selalu membantu orang lain. Buang ego kita, karena pada dasrnya semua manusia derajatnya sama. Tidak ada manusia yang sempurna pasti selalu ada kekurangan satu sama lainnya. Karena suatu saat kita akan butuh bantuan mereka.

Perencanaan yang Baik

Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. Ini adalah cara pandang yang penting. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di musim panas. Sehingga semut sudah mempersiapkan kebutuhan yang dibutuhkan untuk masa akan datang. Semut tahu, musim panas (saat untuk bersantai dan berlibur) tidak akan berlangsung selamanya, karena musim dingin akan segera datang.

Saat segala sesuatu berjalan lancar tanpa ada masalah dan di saat kita sedang berada di atas, kita seringkali terlena dan tanpa sadar kita menjadi pribadi yang sombong.

Semut mengajarkan kita bahwa tidak selamanya kita akan berada di atas. Jangan menganggap bahwa krisis atau kemunduran tidak akan terjadi kepada kita. Belajar dari semut, kita harus mengantisipasi masalah yang bisa terjadi di kemudian hari.

Pada manusia ini bisa diterapkan pada kondisi keuangan kita yang sedang stabil, kita perlu menyisihkan dana darurat sesuai dengan kondisi kita saat ini. Karena musibah atau sakit pasti akan datang dengan tiba-tiba. Untuk mengantisipasi kondisi krisis di kemudian hari. Kita seharusnya mempunyai tabungan atau simpanan untuk bisa dipergunakan pada saat keaadan darurat tersebut.

Selalu lihat ke depan dan perkirakanlah, masa-masa baik mungkin tidak akan berlangsung lama tetapi orang baik akan selalu ada.

Penerapan Pada diri Kita

Hal ini merupakan bentuk etos kerja yang sangat baik. Lakukan semua yang bisa kita lakukan. Coba belajar dari kehidupan semut.

Bayangkan saja jika manusia menerapkan etos kerja seperti semut. Dari tingkat terendah dulu saja. Dalam sebuah kampung antara si kaya dan si miskin tidak ada kecemburuan sosial. Yang kaya berbagi dan yang miskin penolong, mereka selalu bekerja sama saling melengkapi satu sama lain.

Apabila musim paceklik tiba mereka tidak akan mengalami kelaparan. Karena kita saling berbagi dan memberi. Kadang manusia mempunyai sifat ego, selalu ingin unggul dan menjadi yang terbaik dari yang lainnya. Berkompetisi dalam kehidupan bermasyarakat sangat tidak elok. Karena hal itu, bisa menjadi sumber masalah yang berakibat fatal. Bahkan bisa membuat suatu lingkungan menjadi berantakan dalam hal moral.

Berkompetisi bisa menyebabkan hilangnya silaturahmi, saling menolong, saling berbagi, bahkan sesama saudara pun tidak akan saling mengenal satu sama lainnya.

Kalau kita belajar dari kehidupan semut. Tidak ada lagi kesenjangan sosial semua saling menghargai. Apalagi tindakan kriminal yang merugikan orang lain. Saling mendorong untuk sukses dan tidak ada yang saling menjatuhkan satu sama lainnya. Apalagi kalau kita bersatu saling menjaga, saling menghormati dan saling menghargai niscaya kebahagian hidup dalam suatu lingkungan akan tercapai.

Kalau kalian berada di posisi demikian bagaimana perasaan kalian? Kebahagiaan atau kesengsaraan yang kalian alami?

Baca Juga : Kalsifikasi Semut

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *