Sejarah Real Madrid FC

Real Madrid FC

Nama lengkap : Real Madrid Club de Fútbol

Julukan :

  • Los Blancos (Tim Putih)
  • Los Merengues (Tim Meringue)
  • Los Vikingos (Tim Viking)[1]

Berdiri : 6 Maret 1902 (117 tahun lalu) sebagai Madrid Football Club

Stadion : Stadion Santiago Bernabéu (Kapasitas: 81.044)

Liga : La Liga

Real Madrid Club de Fútbol umumnya dikenal sebagai Real Madrid, adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Madrid, Spanyol. Didirikan pada tahun 1902 sebagai Madrid Football Club, secara tradisional mengenakan kostum kandang putih. Kata Real (“dari kerajaan”) Spanyol dan dianugerahkan ke klub oleh Raja Alfonso XIII pada tahun 1920 bersama-sama dengan mahkota kerajaan di lambang klub. Klub ini telah memainkan pertandingan kandang di Stadion Santiago Bernabéu dengan kapasitas 85.454 di pusat kota Madrid sejak tahun 1947.

Klub ini adalah klub sepak bola terkaya di dunia dalam hal pendapatan, dengan omset tahunan sebesar €513 juta. Ini adalah salah satu dari tiga klub untuk tidak pernah terdegradasi dari papan atas sepak bola Spanyol, bersama dengan Athletic Bilbao dan Barcelona. Real Madrid memiliki banyak persaingan lama, terutama El Clásico dengan Barcelona dan El Derbi madrileño dengan Atlético Madrid. Klub ini juga merupakan salah satu klub terbaik abad ke-20 menurut FIFA. Klub ini menjuarai Liga Champions 3 musim berturut-turut dibawah kepelatihan Zinedine Zidane dan dengan mesin golnya yaitu pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo. Klub ini menjadi satu-satunya klub yang menjuarai era Liga Champions di abad ke-21.

Sejarah

Awal mula (1897–1945)

Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libredeen señanza yang didalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902.

Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912.

Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real yang berarti kerajaan kepada klub ini. Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona. Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada musim 1931-32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut. Pada 14 April 1931, kedatangan Republik Spanyol Kedua disebabkan klub kehilangan gelar Real dan kembali ke nama Madrid Football Club. Pada 13 Juni 1943, Madrid mengalahkan Barcelona 11-1 dileg kedua semi-final dari Copa del Generalísimo, Copa del Rey yang telah berganti nama untuk menghormati Jenderal Franco.

Santiago Bernabéu Yeste dan kesuksesan di Eropa (1945–1978)

Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Dibawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva.

Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Prancis dan editor dari L’Equipe Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini.

Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.

Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan “Ye-ye”. Nama “Ye-ye” berasal dari “Yeah, yeah, yeah” chorus dalam lagu The Beatles berjudul “She Loves You” setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi “Ye-ye” juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.

Lambang dan kostum

Evolusi lambang

Lambang klub pertama Real Madrid adalah sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai “MCF” yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Fútbol. Perubahan pertama lambang klub terjadi pada tahun 1908, ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih ramping dan penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran. Perubahan berikutnya terjadi saat Pedro Parages menjadi presiden klub pada tahun 1920. Pada saat itu, Raja Alfonso XIII memberikan nama tambahan bagi Madrid, yaitu “Real” yang diterjemahkan secara bebas sebagai “Kerajaan” yang kemudian membuat klub dikenal dengan nama “Real Madrid”. Sebagai perubahannya, mahkota simbol kerajaan dari Alfonso ditambahkan ke bagian atas logo dan kemudian menjadi gaya tersendiri dari klub Real Madrid Club de Fútbol. Seiring pembubaran monarki pada tahun 1931, semua simbol-simbol kerajaan (mahkota di bagian atas logo dan kata-kata Real) dihilangkan. Mahkota kemudian digantikan oleh strip murbei gelap yang mencirikan Region Castile.

Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan kandang adalah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka, tetapi sekarang ini desain tersebut tidak dipakai lagi.

Stadion

Setelah pindah kandang ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912 yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun, kemudian pindah kandang ke Campo de Ciudad Lineal selama setahun. Setelah itu, Real Madrid pindah kandang ke Stadion Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United. Pada stadion ini, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama. Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu Yeste sebagai presiden klub, ia kemudian membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Desember 1947. Stadion tersebut adalah Stadion Santiago Bernabéu yang dipakai sampai saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955. Pertandingan pertama yang diadakan di Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses, dan dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor akhir 3–1, dan gol pertama dicetak oleh Sabino Barinaga Alberdi.

Pendukung

Hampir pada setiap musimnya, penonton yang datang memenuhi Stadion Santiago Bernabéu mayoritas diisi oleh para pemegang tiket langganan yang jumlah totalnya sekitar 68.670 orang. Pencapaian terbaik diraih pada musim 2004—05, saat jumlah rata-rata penonton yang hadir mencapai 71.900 orang. Namun, rekor ini kalah dari Barcelona yang memiliki rata-rata mencapai 76.000 orang. Pendukung garis keras Real Madrid disebut Ultras Sur yang termasuk penggemar sayap kanan. Kelompok penggemar ini memiliki aliansi kemitraan yang dekat dengan kelompok pendukung S.S. Lazio yang disebut Irriducibili.

Rivalitas

El Clásico

Real Madrid dan Barcelona dikenal sebagai “Pertemuan Klasik” (El Clásico). Sejak awal kompetisi nasional dimulai, kedua klub sering dipandang sebagai pencerminan/wakil dari dua daerah berbeda di Spanyol yaitu, Catalunya dan Castilla, serta dari dua kota. Persaingan ini mencerminkan berbagai hal, termasuk ketegangan politik dan budaya antara Catalunya dan Castilla yang merupakan gambaran umum dari Perang Saudara Spanyol.

Di sisi lain, Real Madrid secara luas dilihat sebagai perwujudan dari sentralisme berdaulat dan rezim fasis di tingkat manajemen dan di bawahnya. Pada era 1960-an, kedua klub kemudian bertemu pada Piala Champions lebih dari dua kali dan pada tahun 2002, pertemuan antara klub Eropa dijuluki sebagai “Pertandingan Abad Ini” oleh media Spanyol, dan disaksikan oleh lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia.

El Derbi madrileño

Klub tetangga terdekat dari Real Madrid adalah Atletico Madrid yang juga membuat persaingan ketat antara penggemar kedua tim sepak bola dari ibu kota Madrid tersebut. Pendukung Real Madrid lebih banyak dari kelas menengah, sementara pendukung Atletico lebih banyak dari kelas buruh dan pekerja. Kedua klub ini kemudian bertemu untuk pertama kalinya pada 21 Februari 1929 dalam pertandingan ketiga La Liga dalam musim tersebut. Pertandingan ini sekaligus juga menandai pertandingan derbi pertama antara dua tim ini. Pada pertandingan tersebut Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1.

Prestasi

Pada 30 Agustus 2012, Real Madrid telah memenangi 33 kali gelar juara La Liga dan 13 kali juara Piala Eropa/Liga Champions UEFA. Klub ini juga menerima penghargaan Klub Terbaik Abad ke-20 menurut FIFA pada 23 Desember 2000.

Prestasi Real Madrid C.F.

La Liga : 33 1931–32, 1932–33, 1953–54, 1954–55, 1956–57, 1957–58, 1960–61,

1961–62, 1962–63, 1963–64, 1964–65, 1966–67, 1967–68, 1968–69, 1971–72, 1974–75, 1975–76, 1977–78, 1978–79, 1979–80, 1985–86, 1986–87, 1987–88, 1988–89, 1989–90, 1994–95, 1996–97, 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2011–12, 2016–17

Piala Raja Spanyol : 19 1905, 1906, 1907, 1908, 1917, 1934, 1936, 1946, 1947, 1961–62, 1969–

70, 1973–74, 1974–75, 1979–80, 1981–82, 1988–89, 1992–93, 2010–11, 2013–14

Piala Super Spanyol : 10 1988, 1989, 1990, 1993, 1997, 2001, 2003, 2008, 2012, 2017

Copa Eva Duarte : 1 1947

Copa de la Liga : 1 1985

Liga Champions UEFA : 13 1955–56, 1956–57, 1957–58, 1958–59, 1959–60, 1965–66, 1997–98,

1999–2000, 2001–02, 2013–14, 2015–16, 2016–17, 2017–18

Piala UEFA : 2 1984–85, 1985–86

Piala Super UEFA : 4 2002, 2014, 2016, 2017

Piala Interkontinental : 3 1960, 1998, 2002

Piala Dunia Antarklub FIFA : 4 2014, 2016, 2017, 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *