Sejarah Chelsea

Lambang Chelsea F.C.

Nama lengkap : Chelsea Football Club

Julukan : Si Biru (The Blues), The Pensioners

Nama singkat : CFC, CHE

Berdiri : 10 Maret 1905; 114 tahun lalu

Stadion : Stamford Bridge, Fulham, London (Kapasitas: 41.631)

Pemilik : Roman Abramovich

Ketua : Bruce Buck

Liga : Liga Utama Inggris

Di Fulham, London. Chelsea didirikan pada tahun 1905 dan kini berkompetisi di Liga Utama Inggris. Kesuksesan pertama Chelsea diraih saat meraih gelar juara liga pada tahun 1955. Beberapa gelar dari Chelsea Football Club  adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermarkas berbagai kompetisi juga berhasil diraih pada dekade 1960an, 1970an, 1990an, dan 2000an.

Sepanjang sejarah penampilan dalam dunia sepak bola di Inggris dan Eropa, Chelsea telah meraih enam gelar juara Liga Utama Inggris, delapan Piala FA, lima Piala Liga, dua Liga Eropa UEFA, dua Piala Winners UEFA, satu Liga Champions UEFA, dan satu Piala Super UEFA. Dalam dua dekade terakhir merupakan periode terbaik kesuksesan Chelsea dengan meraih lebih dari 30 gelar sejak tahun 1997, termasuk untuk pertama kali meraih gelar ganda, Liga Utama Inggris dan Piala FA pada tahun 2010 serta gelar juara Liga Champions UEFA pada tahun 2012 dan Liga Eropa UEFA pada 2013 dan 2019.

Kostum utama Chelsea adalah kaus dan celana berwarna biru royal dengan kaus kaki berwarna putih. Kombinasi tersebut telah digunakan sejak dekade 1960an. Lambang klub telah berganti beberapa kali dalam upaya memodernisasi dan mengubah pencitraan. Lambang yang kini digunakan, yang menampilan seekor singa seremonial memegang sebuah tongkat, merupakan modifikasi dari lambang yang pernah digunakan pada dekade 1950an.

Sejak tahun 2003, Chelsea dimiliki oleh Roman Abramovich seorang miliuner asal Rusia. Pada tahun 2016, Chelsea mendapat peringkat ketujuh klub sepak bola paling bernilai di dunia versi majalah Forbes, senilai £1.15 miliar ($1.66 miliar). Rata-rata jumlah penonton liga pada laga kandang musim 2016–17 sebanyak 41.507 penonton, jumlah tertinggi keenam di Liga Utama Inggris.

SEJARAH

Pada tahun 1904 H.A. Mears mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan mengubah menjadi stadion sepak bola. Ia kemudian merencanakan pendirian sebuah klub sepak bola baru setelah tawaran yang diberikan kepada Fulham untuk menggunakan stadion tersebut ditolak. Mengingat telah ada sebuah klub bernama Fulham, nama Chelsea yang merupakan sebuah kota kecil yang berdekatan dengan stadion dipilih sebagai nama klub baru tersebut. Nama-nama lain seperti Kensington FCStamford Bridge FC dan London FC sempat dipertimbangkan untuk dipilih. Chelsea didirikan pada tanggal 10 Maret 1905 di sebuah pub The Rising Sun (kini restoran The Butcher’s Hook) dan pertama kali bermain pada kompetisi Football League.

John Robertson seorang pemain timnas Skotlandia berusia 28 tahun saat itu dipilih merangkap jabatan pemain-manajer pertama Chelsea. Sejumlah pemain direkrut dari berbagai klub untuk memperkuat tim, seperti penjaga gawang William “Fatty” Foulke dari Sheffield United, Jimmy Windridge dan Bob McRoberts dari Small Heath, dan Frank Pearson dari Manchester City.

Pertandingan pertama mereka terjadi pada 2 September 1905, sebuah laga tandang menghadapi Stockport County. Chelsea kalah dengan skor 0–1. Sedangkan pertandingan kandang pertama mereka adalah sebuah kemenangan 4–0 pada laga persahabatan menghadapi Liverpool. Robertson juga merupakan pencetak gol pertama Chelsea pada laga kompetitif saat kemenangan 1–0 atas Blackpool.

Chelsea mengalami sejumlah promosi-degragasi pada Divisi Satu dan Divisi Dua Liga Inggris setelah berhasil meraih promosi ke Divisi Satu pada musim kedua mereka. Pencapaian terbaik mereka pada tahun-tahun awal adalah berhasil melaju hingga ke babak Final Piala FA 1915 namun dikalahkan Sheffield United di Old Trafford dan saat mengakhiri Divisi Satu pada posisi tiga klasemen akhir tahun 1920. Chelsea memiliki reputasi mendatangkan pemain-pemain terkenal dan jumlah penonton yang besar, tetapi kesuksesan masih belum menghampiri mereka pada masa-masa Perang Dunia I dan II.

Mantan penyerang Arsenal dan Inggris Ted Drake menjadi manajer pada tahun 1952. Drake mulai memodernisasi klub baik di dalam dan di luar lapangan. Ia mengganti logo Chelsea pensioner, meningkatkan sistem pelatihan dan pembinaan tim usia muda, dan memperkuat kedalaman tim dengan kelihaian mendatangkan sejumlah pemain dari divisi-divisi bawah dan liga-liga amatir, hingga berhasil membawa Chelsea meraih trofi juara pertama mereka.

Gelar juara Divisi Satu Liga Inggris 1954–55. Pada musim berikut, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara liga di Eropa, Piala Champions, namun ketidaksetujuan otoritas Liga Sepak Bola Inggris dan FA membuat Chelsea menarik diri dari kejuaraan tersebut sebelum dimulai. Chelsea gagal melanjutkan kesuksesan tersebut dan hanya menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada dekade 1950an. Drake dipecat pada tahun 1961 dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan pemain-manajer.

Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer José Mourinho (2004 – 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik miliuner minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.

Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya pada tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Tapi karena beberapa penampilan yang buruk pada awal musim kompetisi 2007–08 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya José Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.

Diawal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris di bawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa dipecat di akhir musim.

Pada akhir Januari 2009, Avram Grant digantikan oleh pelatih asal Brasil, Luiz Felipe Scolari. Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Posisi kosong manajer Chelsea kemudian diisi oleh pelatih Rusia saat itu, Guus Hiddink, sampai akhir musim 2008–09. Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.

Diawal musim kompetisi 2009–10, Chelsea mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai manajer baru, dengan masa kontrak selama 3 musim. Ancelotti langsung memberikan gelar dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti. Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga. Pada akhir musim, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea.

Chelsea juga menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar Double winner tersebut. Striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot sebagai Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan 29 gol. Pada pertandingan terakhir liga pada 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan dengan skor telak 8–0 dengan Drogba mencetak 3 gol. Chelsea juga mencetak rekor menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar Premier League (Manchester United, Liverpool, dan Arsenal). Pada musim keduanya, Ancelotti dipecat Chelsea pada Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim 2010–11.

Pada awal musim 2011–12, André Villas-Boas ditunjuk sebagai pelatih Chelsea. Setelah sejumlah hasil buruk yang dialami Chelsea, Villas-Boas dipecat pada bulan Maret 2012. Asistennya, Roberto Di Matteo yang merupakan mantan pemain Chelsea kemudian ditunjuk sebagai pelatih utama ad interim. Di bawah arahan Di Matteo Chelsea menunjukkan hasil impresif dengan berhasil meraih gelar juara Piala FA untuk ketujuh kalinya dan Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub–yang sekaligus menjadi klub London pertama yang meraih gelar tersebut.

Di Matteo lalu digantikan oleh Rafael Benítez yang dikontrak sampai akhir musim 2012–13 dan memenangkan Liga Eropa UEFA 2012–13, Chelsea menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan semua empat piala Eropa.

Pada musim 2013–14, José Mourinho kembali ke Chelsea dan dikontrak selama 4 musim. Kemudian, pada musim 2014–15 Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala Liga. Namun, sebagai juara bertahan Chelsea menjalani musim 2015–16 dengan buruk dan membuat dipecatnya manajer José Mourinho. Chelsea kembali menunjuk Guus Hiddink sebagai manajer “ad interim” sampai akhir musim.

Sebelum musim 2015–16 berakhir, Chelsea telah mengumumkan Antonio Conte sebagai manajer yang dikontrak selama 3 musim, mulai dari musim 2016–17. Antonio Conte menjadi manajer Chelsea kelima yang berasal dari Italia setelah Gianluca Vialli, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti, dan Roberto Di Matteo. Pada tahun 2017, di bawah pelatih baru Antonio Conte, Chelsea memenangkan gelar keenam Liga Utama Inggris dan di musim berikutnya memenangkan Piala FA kedelapan bagi klub.

Pada tahun 2018, Conte dipecat setelah menempati posisi ke-5 dan diganti dengan Maurizio Sarri. Di bawah kepelatihan Sarri, Chelsea berhasil mencapai final Piala Liga, akan tetapi mereka kalah dalam adu penalti dengan Manchester City. Sarri membawa Chelsea memenangkan Liga Eropa UEFA untuk kedua kalinya, mengalahkan Arsenal 4-1 di final. Sarri kemudian meninggalkan klub untuk menjadi manajer Juventus dan kemudian digantikan oleh mantan pemain yang juga merupakan legenda klub Frank Lampard.

Prestasi

Divisi 1/Liga Utama Inggris

  • Juara (6): 1954–55, 2004–05, 2005–06, 2009–10, 2014–15, 2016–17

Divisi 2 (kini Liga Championship Inggris)

  • Juara (2): 1983–84, 1988–89

Piala FA

  • Juara (8): 1969–70, 1996–97, 1999–00, 2006–07, 2008–09, 2009–10, 2011–12, 2017–18

Piala Liga Inggris

  • Juara (5): 1964–65, 1997–98, 2004–05, 2006–07, 2014–15

FA Community Shield[37]

  • Juara (4): 1955, 2000, 2005, 2009

Full Members Cup

  • Juara (2): 1985–86, 1989–90

Liga Champions UEFA

  • Juara (1): 2011–12

Piala Winners UEFA

  • Juara (2): 1970–71, 1997–98
  • Juara (2): 2012–13, 2018–19
  • Juara (1): 1998

Liga Eropa UEFA

  • Juara (2): 2012–13, 2018–19

Piala Super UEFA

  • Juara (1): 1998

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *